Washington, suararepubliknews.com – Kandidat presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pada hari Selasa (06/08) bahwa ia akan melakukan “wawancara penting dengan Elon Musk” pada malam hari Senin, (12/08). Pengumuman ini disampaikan melalui postingan di media sosial tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Elon Musk: Pendukung Trump yang Berpengaruh
Elon Musk, miliarder kepala eksekutif Tesla, telah secara terbuka mendukung Trump dalam pemilihan presiden AS, menyebut mantan presiden dari Partai Republik itu sebagai sosok yang “tangguh”. Musk yang lahir di Afrika Selatan dan merupakan orang terkaya di dunia, telah bergeser ke arah politik sayap kanan dalam beberapa tahun terakhir dan telah mendonasikan uangnya kepada kelompok politik yang mendukung Trump.
Pergerakan pengusaha ini jelas menguntungkan Trump. Musk memiliki salah satu jejak terbesar di media sosial X dengan 189,5 juta pengikut, yang berarti postingannya dapat menyebar luas dengan cepat.
Perubahan Sikap Politik Elon Musk
Musk sebelumnya memilih kandidat presiden dari Partai Demokrat, seperti Hillary Clinton dan Joe Biden. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, Musk telah menjadi pendukung kubu sayap kanan, menjadi kritikus sengit terhadap inisiatif keberagaman, kebijakan imigrasi Presiden AS Joe Biden, dan menyatakan bahwa Partai Demokrat bersikap “sangat dingin” terhadap Tesla dan SpaceX.
Hubungan Dinamis Trump dan Musk
Pada bulan Maret, Trump dilaporkan bertemu dengan Musk dan para donatur kaya lainnya. Menanggapi laporan pertemuan tersebut, Musk memposting di X: “Untuk memperjelas, saya tidak menyumbangkan uang kepada salah satu kandidat Presiden AS.” Pada bulan Mei, ia juga membantah laporan media mengenai potensi peran penasihat dalam pemerintahan Trump.
Pada Juli 2022, Musk mengatakan bahwa Trump “terlalu tua untuk menjadi” presiden Amerika Serikat dan seharusnya “berlayar menuju matahari terbenam.” Trump membalas dengan menyebut Musk sebagai “seniman pengecut.”
Namun, pada akhir 2022, Twitter mencabut larangannya terhadap Trump tak lama setelah Musk menyelesaikan pembelian platform media sosial kontroversial senilai 44 miliar dolar AS, yang kemudian ia ganti namanya menjadi X.
Dukungan Terhadap Industri Kendaraan Listrik
Bulan lalu, Trump mengatakan bahwa ia adalah “fans Elon” dan memuji kinerja Musk dengan Tesla. Musk juga mengatakan pada pertemuan pemegang saham Tesla baru-baru ini bahwa kedua orang tersebut telah melakukan “beberapa diskusi.” Trump adalah “penggemar berat” truk pickup listrik Tesla, kata Musk.
Trump telah menegaskan kembali janjinya untuk segera menghentikan “mandat” pemerintahan Biden demi mendukung industri kendaraan bertenaga listrik.
Implikasi Bagi Tesla dan Elon Musk
Dukungan Musk untuk Partai Republik dan komentar kontroversialnya telah membuat sebagian pelanggan Tesla merasa tidak nyaman, sehingga berdampak pada reputasi dan penjualan produsen mobil tersebut. (Stg)
Sumber: Breakingnews,ie “Trump says he will do interview with Elon Musk on Monday night”











