Home / Tak Berkategori

Jumat, 28 Januari 2022 - 07:13 WIB

DPR Pertanyakan Program Magang Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Nadiem Makarim

Jakarta, Suararepubliknews.com – Sejumlah anggota Komisi X DPR mempertanyakan program magang Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang digagas Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim yang kini sudah berjalan.
Program magang dengan uang saku untuk mahasiswa itu dikritik karena dinilai belum mengayomi seluruh program studi kuliah di perusahaan atau kementerian yang dituju.

Menurut anggota Komisi X DPR Fraksi PDIP Andreas Hugo Pareira, program MBKM belum bisa diikuti oleh semua mahasiswa akibat masalah akses.



“Pertama tadi prof Nizam [Ditjen Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi] menjelaskan ini memungkinkan semua mahasiswa mempunyai akses yang sama. Tolong berikan jaminan bagaimana seluruh mahasiswa itu mempunyai akses yang sama? Karena saya lihat di daerah-daerah mau ikut program ini terhalang,” kata Andreas di DPR, Kamis (27/1).

“Ini soal akses tadi, Pak. Saya kira ini satu hal yang perlu agar program ini mempunyai aspek keadilan, tidak hanya di atas kertas tapi juga ini terjadi,” sambung dia.


Kritik juga disampaikan anggota dari Fraksi PDIP lainnya, Esti Wijayati. Menurut dia, Kemendikbudristek masih belum menghapuskan keraguan ihwal mahasiswa yang ingin ikut MBKM dengan lintas jurusan.

“Menurut saya memang perlu ada detil pembahasan. Misalnya ketika mahasiswa kuliah di jurusan kedokteran hewan, lalu saya ingin jadi wiraswasta, dan magang di Kemenperin. Apakah SKS mahasiswa tersebut bisa terisi nilainya dengan program magang yang berbeda jurusan itu,” ujar Esti.

“Tapi mungkinkah program itu bisa mengakomodir mahasiswa dari jurusan apapun? Saya kira ini yang perlu didetilkan oleh Kemendikbudristek,” tuturnya.

Sementara anggota Komisi X dari Fraksi Partai Golkar, Ferdiansyah menyinggung klaim Kemendikbudristek yang menyebut program magang MBKM ini bisa menciptakan iklim kondusif di dunia pendidikan sehingga menghasilkan mahasiswa yang siap kerja.

“Dalam konteks program kampus merdeka, disebutkan menciptakan ekosistem yang baik, indikatornya apa saja? Karena budaya kerja masing-masing perusahaan kan berbeda,” tuturnya.


Sebagai informasi, melalui program magang MBKM, mahasiswa bisa mengikuti magang di perusahaan yang bekerja sama dengan Kemendikbudristek atau magang di kementerian selama dua SKS atau satu tahun.

Selama magang, mahasiswa diharapkan mendapat pengalaman kerja di dunia riil dan mendapatkan uang saku dari Kemendikbudristek.( SRN )

Share :

Baca Juga

Brasil dan Kolombia Berbagi Poin dalam Laga Seru: Raphinha dan Munoz Bersinar di California

Maluku

Polda Maluku Gelar Aksi Kemanusiaan, Gerakan Pangan Murah di Kudamati

Tapanuli Raya

Bupati Humbang Hasundutan Hadiri Perayaan Hari Perawat Dunia Sekaligus In-House Training Manajemen Keperawatan

Maluku

Fokus Tujuh Pelanggaran Prioritas, Operasi Patuh Salawaku di Jalan Dr. Sitanala Jaring 57 Pelanggar

Tapanuli Raya

Kunjungan Mayjen TNI Yudha Fitri Ke Lokasi Pembangunan Huntap di Humbahas.
Ciptakan Kamtibmas Yang Stabil, Babinsa Koramil 1710-07/Mapurujaya Bersama Polsek Mimika Timur Lakukan Sweeping Miras Lokal
Dugaan Manipulasi Dalam Pelaksanaan Dana Hibah Berupa Uang Yang Diterima Oleh Lembaga Paud Satu Persatu Mulai Terkuak.
Memperingati Kenaikan Isa Al-Masih Polres Humbahas Laksanakan PAM Ibadah Gereja

Contact Us