Tulungagung, suararepubliknews.com – Bulan Suro, yang bertepatan dengan Tahun Baru Islam 1446 Hijriyah, adalah salah satu bulan yang disakralkan oleh masyarakat Jawa. Pada bulan ini, masyarakat Jawa biasanya melaksanakan berbagai kegiatan sakral, seperti Genduri Masal, pengesahan barang yang disakralkan, dan muhasabah diri dari para tetua yang dianggap bijaksana.
Tradisi Suro di Dusun Jinggring, Desa Pakisrejo
Setiap Bulan Suro, warga Dusun Jinggring, Desa Pakisrejo, Kecamatan Tanggunggunung, Kabupaten Tulungagung, menggelar Genduri Masal yang dikenal dengan sebutan ‘Takir Plonthang’. Pada Selasa (09/07), acara ini berlangsung meriah di jalan simpang tiga dusun tersebut. Saijo, salah satu tetua di Dusun Jinggring, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tradisi yang telah dijalankan sejak zaman nenek moyang mereka.
Tujuan dan Makna Takir Plonthang
“Hari ini kami warga Dusun Jinggring menggelar Genduri Masal ‘Takir Plonthang’, yang tujuannya untuk bersedekah serta sebagai wujud syukur di Bulan Suro.

Hal ini menjadi agenda rutin setiap tahun yang harus dilestarikan. Selain itu, Genduri Takir Plonthang atau Suran bertujuan untuk meraih keberkahan dari Allah SWT, dijauhkan dari marabahaya, dan diberikan rejeki yang penuh keberkahan,” jelas Saijo.
Kegiatan Sakral dan Muhasabah Diri
Pada tanggal atau hari tertentu dalam Bulan Suro, masyarakat Jawa juga melaksanakan pengesahan barang yang disakralkan serta melakukan muhasabah diri yang dipimpin oleh para tetua yang dianggap bijaksana. Kegiatan-kegiatan ini tidak hanya memperkuat ikatan sosial di antara warga, tetapi juga memperdalam rasa spiritualitas dan keagamaan mereka.
Dengan tradisi yang kaya dan penuh makna ini, Bulan Suro menjadi momen penting bagi masyarakat Jawa, khususnya warga Dusun Jinggring, untuk memperkuat nilai-nilai adat dan keagamaan yang telah diwariskan secara turun-temurun. Tradisi seperti Genduri Masal ‘Takir Plonthang’ tidak hanya menjadi sarana untuk meraih berkah dan perlindungan dari Allah SWT, tetapi juga mempererat persaudaraan dan kebersamaan di tengah-tengah masyarakat. (Yps/Kbt)










