Home / Tak Berkategori

Rabu, 30 Maret 2022 - 08:12 WIB

Giat Napak Tilas Pewarna Indonesia Makam Tunggul Wulung Penginjil Nasrani Bondo Diresmikan Bupati Jepara H Dian Kristiandi

Suararepubliknews, Jepara – Perjalanan pertama Napak Tilas Pewarna Indonesia dimulai pada Peresmian Makam Tunggul Wulung, Jepara, Selasa (29/3/2022). Acara yang dimulai pukul 08:30 pagi ini turut juga dihadiri oleh masyarakat Bondo. Sesuai dengan tema yang diusung Pewarna (Persatuan Wartawan Nasrani) Indonesia yaitu ‘Merevitalisasi Nilai-Nilai Luhur Budaya Bangsa dan Menyongsong Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh” ini, peresmian makam Tunggul Wulung bertujuan untuk mengingat kembali sejarah yang dilakukan oleh Tunggul Wulung dalam hal beragama.

Bupati Jepara, Dian Kristiandi, S.Sos ikut hadir dalam penandatanganan prasasti, peresmian hingga tabur bunga bersama Djajang selaku ketua panitia Napak Tillas, Yusuf Mujiono selaku Ketua Umum (Ketum) Pewarna Indonesia, Antonius Nathan selaku pengarah dan Pdt. Edi Cahyono selaku Sekretaris Umum (Sekum) Sinode Gereja Injili di Tanah Jawa (GITJ).
Kami berterima kasih kepada tim Pewarna yang hari ini melakukan suatu proses Napak Tilas mengenang jasa-jasa beliau dari sisi kepahlawanan. Semoga dengan dibangunnya atau direnovasinya kembali makam ini akan lebih bisa dikenal oleh generasi-generasi yang akan datang bahwa makam Tunggul Wulung ini atau sosok Tunggul Wulung itu menjadi salah satu pejuang di negara kita”, ucap Dian Kristiandi bupati yang dilantik secara resmi pada 2 Juni 2020.

Selanjutnya, Dian menjelaskan mengapa literasi mengenai Tunggu Wulung disamarkan bahkan tidak dituliskan. Menurut Dian, karena hal ini merupakan salah satu upaya perjuangan mereka saat itu untuk mempertahankan dan mewujudkan kemerdekaan demi keutuhan NKRI.

“Dari sisi ini, meski kita harus sadari bahwa sekarang, meski harus kita pahamkan kepada generasi-generasi pemuda kita. Literasi merupakan bagian yang penting agar supaya tidak ada lagi perbedaan yang mendalam’, ungkap Dian

Dian memberi penjelasan, Kyai Tunggul Wulung kalo dilihat dari perspektif religi beliau merupakan milik saudara-saudara Nasrani sedangkan jika dalam perspektif kepahlawanan maka beliau adalah milik bangsa Indonesia.
Dengan hal inilah, Dian sangat menyambut baik Napak Tilas merupakan suatu kegiatan untuk mempelajari dan mengetahui warisan budaya Indonesia sehingga bisa terus melestarikan dan menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia. “Bung Karno juga pernah mengatakan bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati para pahlawannya”, tegas Dian

Di depan masyarakat Bondo, Dian bangga bahwa Jepara merupakan daerah yang sangat luar biasa dalam menghargai keberagaman maka tidak heran dalam satu dusun terdapat lima agama besar di Indonesia dan kepercayaan lain masyarakat yang berkumpul menjadi satu dan tidak ada persoalan
“Inilah patut kita syukuri bahwa keberagaman ini merupakan sebuah keindahan”,
(Margareth)

Share :

Baca Juga

Polres Humbahas amankan pelaku Kasus Pembunuhan di Desa Pasaribu

Daerah

Senyum Bahagia Warga Lermatang Sambut Masa Depan Baru Lewat Proyek Strategis Nasional Blok Masela

Maluku

“P-21 Kasus Penikaman Ketua DPC Golkar di Bandara Karel Satsuitubun, Dua Tersangka Dan Barang Bukti Diserahkan Ke JPU

Daerah

‎Di Kaliori, Koperasi Desa Merah Putih Kaliori untuk Harapan Warga
Dinkes Lebak Waspadai Keracunan Ciki Ngebul
Kajari Lebak Gelar Sarasehan Hari Anti Korupsi Sedunia
Pemkab Serang Siap Fasilitasi Pemilih Disabilitas pada Pilkada 2024
Koramil 0313/Malingping,Kodim 0603/Lebak,Giat Laksanakan Apel Pagi,Olah Raga dan Korve

Contact Us