Home / Tak Berkategori

Kamis, 7 November 2024 - 20:12 WIB

Jaksa Agung Dorong Pemerintah Daerah Tingkatkan Upaya Pencegahan Korupsi

Jaksa Agung Republik Indonesia, ST Burhanuddin, menegaskan pentingnya peran strategis pemerintah daerah dalam memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi. Hal ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2024 di Sentul, Bogor, pada Kamis, 7 November 2024

Jaksa Agung Republik Indonesia, ST Burhanuddin, menegaskan pentingnya peran strategis pemerintah daerah dalam memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi. Hal ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2024 di Sentul, Bogor, pada Kamis, 7 November 2024

Burhanuddin Serukan Pentingnya Sinergi untuk Indonesia Bebas Korupsi di 2045

Bogor, suararepubliknews.com – Jaksa Agung Republik Indonesia, ST Burhanuddin, menegaskan pentingnya peran strategis pemerintah daerah dalam memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi. Hal ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2024 di Sentul, Bogor, pada Kamis, 7 November 2024. Dalam acara bertema

“Implementasi Asta Cita Menuju Indonesia Emas Tahun 2045,” para Menteri, Kepala Daerah, serta unsur FORKOPIMDA dari seluruh Indonesia turut hadir, menunjukkan komitmen bersama dalam upaya menciptakan pemerintahan yang bersih dan transparan.

Fokus pada Pemberantasan Korupsi dan Narkoba

Dalam arahannya, Jaksa Agung menyoroti kedelapan misi “Asta Cita” yang dicanangkan Presiden dan Wakil Presiden sebagai landasan menuju Indonesia Emas 2045. Burhanuddin menekankan bahwa salah satu misi utama adalah memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi dengan prioritas pada pencegahan dan pemberantasan korupsi serta narkoba.

“Kejaksaan berkomitmen untuk menjalankan misi ini dengan penuh profesionalitas dan integritas,” ungkap Burhanuddin.

Peran Sentral Pemerintah Daerah dalam Pencegahan Korupsi

Burhanuddin menekankan pentingnya peran aktif pemerintah daerah dalam mendukung langkah pencegahan korupsi. Penurunan Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia pada awal 2024, yang turun dari peringkat 100 menjadi 115 dengan skor stagnan di angka 34, menjadi salah satu perhatian serius Kejaksaan. Presiden RI bahkan menyebutkan kebocoran anggaran negara yang mencapai 30% di berbagai sektor, seperti belanja nasional dan penerimaan negara.

Kasus Korupsi Berdampak pada Masyarakat

Dalam paparannya, Burhanuddin menyampaikan bahwa Kejaksaan telah berupaya keras memberantas korupsi di sektor-sektor yang memengaruhi kesejahteraan masyarakat, seperti korupsi pada minyak goreng, impor garam, gula, serta kasus pengelolaan dana investasi negara seperti ASABRI dan JIWASRAYA.

“Kejaksaan memiliki peran penting dalam menjamin pengelolaan negara yang amanah dan transparan,” ujar Burhanuddin.

Penerapan Nilai Anti Korupsi dalam Kehidupan Sehari-hari

Burhanuddin menekankan pentingnya nilai-nilai integritas, akuntabilitas, transparansi, dan profesionalitas yang perlu tertanam dalam diri setiap aparatur negara sebagai upaya awal mencegah korupsi. Ia juga mengimbau pimpinan unit kerja pemerintahan untuk meneladani sikap anti korupsi demi menjadi panutan di lingkungannya.

“Mulailah pencegahan korupsi dari diri sendiri dan lingkungan kerja masing-masing,” katanya.

Pencegahan dan Pendampingan Hukum oleh Jaksa Pengacara Negara

Menurut Burhanuddin, Kejaksaan juga melakukan pendekatan preventif dalam pemberantasan korupsi melalui peran Jaksa Pengacara Negara (JPN) yang memberikan pendampingan hukum kepada pemerintah daerah. Langkah ini diharapkan dapat meminimalisir perilaku koruptif di berbagai daerah, sekaligus menciptakan pemerintahan yang transparan dan bertanggung jawab.

Fokus pada Pemulihan Kerugian Negara

Di sisi lain, Kejaksaan kini menerapkan pendekatan baru dalam pemberantasan korupsi, yakni berfokus pada pemulihan kerugian negara dengan menelusuri dan menyita aset yang diperoleh dari tindak pidana korupsi. Dengan upaya ini, Kejaksaan tidak hanya mengincar pelaku, namun juga berusaha mengembalikan hak-hak negara yang hilang.

Jaksa Agung berharap Rapat Koordinasi Nasional ini dapat memperkuat sinergi antara instansi pemerintah, khususnya FORKOPIMDA, dalam mencegah dan memberantas korupsi di daerah masing-masing. Burhanuddin optimis dengan kerjasama yang kuat, Indonesia akan menjadi bangsa yang maju, adil, dan makmur, sesuai visi Indonesia Emas Tahun 2045, terbebas dari korupsi.

Pewarta: Mzr & Stg
Editor: Stg
Copyright © suararepubliknews 2024

Share :

Baca Juga

Galian Kabel Optik PLN Di Duga Melanggar K3.dan Tanpa Garis Line.
Penyebab, Dampak, dan Cara Mengatasinya: Memahami Rasa Khawatir dan Panik
Garuda Biru dan Peringatan Darurat: Simbol Perlawanan Warganet Indonesia Terhadap Keputusan Politik
Ibadah Pembukaan Rakernas Pewarna Indonesia dan Sosialiasi Empat Pilar Kebangsaan Di Aula Padma BPSDM Provinsi Bali

Tapanuli Raya

Pemkab Humbahas Mengucapkan Selamat  Memperingati Hari Kamis Putih
Ikuti Vicon Rakornis TMMD 118, Danrem Wijayakusuma : TMMD Wujud Nyata Kemanunggalan TNI-Rakyat Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Putusan Praperadilan: Gugatan PT Duta Palma Satu Ditolak Pengadilan Negeri Jakarta Selatan
Polisi Pariwisata Jadkan Aquabike Jetski Danau Toba 2023 Semakin Nyaman

Contact Us