Lebak, Suararepubliknews – Jalan Kerta Pasir Buntu yang menghubungkan Kabupaten Lebak dengan Kabupaten Pandeglang masih menjadi sorotan karena kondisinya yang memprihatinkan. Meskipun telah lama menjadi keluhan masyarakat, jalan ini masih rusak parah dan sulit dilalui, terutama saat musim penghujan.
Warga Lakukan Perbaikan Swadaya
Pada Minggu (25/5/2025), warga Kampung Pasir Buntu, Desa Karang Pamidangan, Kecamatan Wanasalam, melakukan perbaikan jalan secara swadaya. Mereka berharap janji perbaikan dari Pemerintah Kabupaten Lebak segera direalisasikan.
“Kami masih menunggu janji perbaikan. Saat itu, Pak Bupati berjanji akan membangun jalan kabupaten yang melintasi kampung kami,” ujar salah seorang warga.

Janji Bupati Belum Terealisasi
Namun, hingga saat ini, perbaikan yang dijanjikan belum terealisasi, sehingga warga terpaksa melakukan perbaikan jalan secara mandiri.
Menurut warga, pada tahun 2023, Dinas PUPR Kabupaten Lebak sempat melakukan perehaban jalan dengan anggaran sebesar Rp1,4 miliar. Namun, hasilnya diduga asal jadi dan hanya bertahan beberapa bulan.
Masyarakat Desak Pemerintah Bertindak
Masyarakat berharap agar pemerintah daerah segera mengambil tindakan, sehingga janji pembangunan jalan tidak hanya menjadi janji politik semata.
“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah, karena jalan ini adalah akses utama masyarakat. Jika terus dibiarkan rusak, aktivitas warga dan perekonomian semakin terhambat,” ungkap warga lainnya.
Evaluasi Proyek Perehaban Jalan Diminta
Warga juga meminta Dinas PUPR Kabupaten Lebak untuk melakukan evaluasi terhadap proyek perehaban jalan tahun 2023. Mereka berharap perbaikan yang dilakukan benar-benar berkualitas dan tidak hanya bertahan beberapa bulan.
Dengan kondisi yang ada, masyarakat tetap menunggu realisasi perbaikan jalan yang telah dijanjikan pemerintah.
Warga Tunggu Realisasi Janji Pemerintah
Masyarakat berharap pemerintah dapat memenuhi janji perbaikan jalan yang telah dibuat. Mereka berharap agar akses jalan Kerta Pasir Buntu dapat segera diperbaiki dan tidak lagi menjadi kendala bagi warga. Dengan demikian, aktivitas warga dan perekonomian dapat berjalan lancar dan tidak terhambat lagi.(Iwan H)










