AMBON, SuaraRepublikNews.com-Dugaan penipuan berkedok jaminan kelulusan calon prajurit TNI yang menyeret nama oknum anggota TNI AD di jajaran Kodam XV/Pattimura kini memasuki babak baru.
Kepala Penerangan Kodam XV/Pattimura, Letkol Inf Adi Swastika, memberikan konfirmasi resmi mengenai pemberitaan percaloan penerimaan prajurit yang melibatkan anggota berinisial Sertu LM.
Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon WhatsApp pada Senin (31/8/2026), Kapendam membenarkan bahwa Sertu LM tercatat sebagai anggota Puskodalopsdam XV/Pattimura. Namun, yang bersangkutan saat ini sudah berstatus melanggar aturan militer karena Tidak Hadir Tanpa Izin (THTI).
POIN UTAMA KETERANGAN KAPENDAM XV/PATTIMURA
1. Status THTI & Laporan Pomdam
Sertu LM telah meninggalkan satuannya tanpa izin selama sekitar 2 minggu atau lebih dari 3 hari. Pihak satuan Puskodalopsdam XV/Pattimura telah melaporkan keberadaan oknum tersebut ke Polisi Militer Kodam (Pomdam) XV/Pattimura untuk proses hukum lebih lanjut.
2. Dugaan Percaloan Saat Kabur
Pihak Kodam menduga Sertu LM menjalankan aksi penipuan seleksi penerimaan atau werving prajurit TNI di tengah masa persembunyiannya dari satuan.
3. Upaya Pencarian
Pimpinan satuan telah melakukan langkah-langkah persuasif dan pelacakan ke lingkungan keluarga serta orang-orang terdekat untuk mengetahui keberadaan Sertu LM.
KRONOLOGI & DETAIL KERUGIAN KORBAN
Kasus penipuan ini pertama kali mencuat dari pengakuan seorang warga asal Saumlaki berinisial LR.
Modus Penipuan: Sertu LM menjanjikan dapat meloloskan anak korban berinisial R.R dalam proses seleksi penerimaan prajurit TNI.
Total Kerugian Material: Korban LR menyerahkan uang secara bertahap kepada Sertu LM dengan total nilai mencapai Rp18.350.000,-.
Hasil Seleksi: Anak korban pada akhirnya dinyatakan tidak lulus dalam proses seleksi resmi TNI.
Merasa dirugikan, LR memegang bukti transfer transaksi uang tersebut dan berencana membawa kasus ini ke Pomdam XV/Pattimura untuk menuntut keadilan serta kejelasan hukum.
TEGASNYA KODAM: TIDAK ADA JAMINAN KELULUSAN
Kapendam menegaskan bahwa proses rekrutmen TNI dilaksanakan secara transparan, gratis, dan tidak dipungut biaya. Pihaknya mengimbau masyarakat agar tidak percaya kepada oknum yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan uang.
“Kami imbau kepada masyarakat, jangan percaya kepada siapapun yang mengatasnamakan TNI dan menjanjikan kelulusan. Laporkan segera jika ada oknum yang melakukan hal tersebut,” tegas Letkol Inf Adi Swastika.
Saat ini, Pomdam XV/Pattimura masih melakukan pencarian dan penyelidikan terhadap Sertu LM. Proses hukum militer akan tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. ( Dhet ).










