Home / Tak Berkategori

Selasa, 10 Desember 2024 - 22:09 WIB

Kepemimpinan Widya Pratiwi Disorot: PAN Maluku Terancam Kehilangan Arah!

Kepemimpinan Widya Pratiwi Murad Ismail sebagai Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Provinsi Maluku tengah menjadi sorotan tajam

Kepemimpinan Widya Pratiwi Murad Ismail sebagai Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Provinsi Maluku tengah menjadi sorotan tajam

Desakan untuk Evaluasi Kepemimpinan PAN Maluku Usai Kekalahan di Pilgub dan Pilwalkot Ambon

Ambon, suararepubliknews.com – Kepemimpinan Widya Pratiwi Murad Ismail sebagai Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Provinsi Maluku tengah menjadi sorotan tajam. Setelah kekalahan suaminya, Murad Ismail, yang mencalonkan diri kembali sebagai Gubernur Maluku dalam Pilgub 2024-2029, sejumlah pihak mempertanyakan efektivitas kepemimpinan Widya dalam membesarkan PAN di provinsi tersebut.

Kekalahan Murad, yang berpasangan dengan Maichel Wattimena, menjadi pukulan berat setelah hanya berada di posisi ketiga melawan dua pasangan kandidat lain, yaitu Hendrik Lewerissa-Abdullah Vanath dan Jefri Apoly Rahawarin-Abdul Mukti Keliobas.

Kritik Tajam dari Kader PAN

Salah satu kader PAN, Asri Masri, melalui sambungan telepon pada Selasa (10/12/2024), menyampaikan bahwa Widya Pratiwi Murad Ismail dianggap gagal dalam memimpin PAN, khususnya dalam mendukung pencalonan suaminya dan pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon, Agus Ririmasse-Novan Liem.

“Kegagalan ini menjadi bukti bahwa Widya Pratiwi belum mampu menjalankan tugas sebagai Ketua DPW PAN secara maksimal. Hasil suara di Pilgub dan Pilwalkot menunjukkan kekecewaan masyarakat Maluku terhadap kinerja partai di bawah kepemimpinannya,” ujar Asri.

Asri juga mengungkapkan bahwa sejak awal Widya menggantikan Wahit Laitupa sebagai Ketua DPW PAN, tanda-tanda ketidakmampuan sudah terlihat, termasuk dengan menyingkirkan figur-figur potensial seperti Ibrahim Ruhunussa.

Harapan untuk Masa Depan PAN di Maluku

Menurut Asri, kejayaan PAN di Maluku sempat terlihat di masa kepemimpinan sebelumnya. Namun, di bawah Widya, PAN dinilai gagal membentuk strategi pemenangan yang solid, bahkan saat partai lain seperti PKS menunjukkan kerja keras dalam mendukung Murad Ismail.

“Hukum karma berlaku. Masyarakat telah menentukan sikap mereka untuk memilih pemimpin yang lebih baik. Ini adalah alarm bagi PAN untuk mengevaluasi kepemimpinan di Maluku,” tambahnya.

Asri juga meminta DPP PAN untuk mengembalikan kepemimpinan partai kepada sosok yang lebih berkompeten. Menurutnya, dengan kolaborasi para kader muda yang memiliki ide-ide inovatif, PAN bisa kembali menjadi partai yang kuat di Maluku.

“Kami tidak mengatakan bahwa Widya Pratiwi adalah pemimpin yang salah, tetapi fakta telah berbicara. Kami berharap PAN pusat mengambil langkah tegas untuk mengevaluasi kepemimpinan ini demi masa depan partai,” tutup Asri.

Pewarta: Dhet
Editor: Stg
Copyright © suararepubliknews 2024

Share :

Baca Juga

Buruknya Pelayanan RSUD Kabupaten Tangerang Makan Korban ?
Komsos Dengan Pedagang, Babinsa Berikan Motivasi 
Sat Reskrim Polres Lebak dan Dit Krimsus Polda Banten,Berhasil Ungkap Kasus Repacking Beras Bulog Ke Merk lain

Buru

Raja Kaiely Lantang Bersuara: Tunda Penertiban Gunung Botak Sekarang Juga, Keadilan Adat Tak Bisa Ditawar Lagi
Babinsa Koramil Kuala Kencana Bersama Pihak Kepolisian Siap Amankan Rapat Pleno Pemilu 2024 Tingkat Distrik Kuala Kencana
Ini Pesan Danrem 071/Wijayakusuma Kepada Calon Taruna dan Taruni Akmil Tahun 2022 Sub Panda Purwokerto

Tangerang Raya

Benyamin Ajak Warga Tangsel Perkuat Ukhuwah di Momen Idulfitri 1447 H
Tuai Sorotan di Masyarakat,Harga Tumpeng HUT Kabupaten Tulungagung Ke 820 Bernilai Puluhan Juta

Contact Us