Home / Tak Berkategori

Senin, 9 Desember 2024 - 13:44 WIB

Kubu Dharma-Kun Tolak Hasil Rekapitulasi Pilkada Jakarta 2024

Calon gubernur DKI Jakarta nomor urut 02, Dharma Pongrekun

Calon gubernur DKI Jakarta nomor urut 02, Dharma Pongrekun

Pasangan calon nomor 02 menilai rendahnya partisipasi masyarakat dan tingginya suara tidak sah memengaruhi legitimasi hasil pemilu

JAKARTA, suararepubliknews.com – Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut 02, Dharma Pongrekun dan Kun Wardana, menyatakan menolak hasil rekapitulasi Pilkada Jakarta 2024. Dalam rapat pleno yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jakarta di Hotel Sari Pan Pacific, Minggu (8/12), pasangan Pramono Anung dan Rano Karno dinyatakan unggul dengan 50,07% suara.

Kubu Dharma-Kun menolak menandatangani hasil pleno karena rendahnya tingkat partisipasi masyarakat serta tingginya angka suara tidak sah yang dianggap mengurangi legitimasi hasil Pilkada.

Kritik atas Partisipasi dan Suara Tidak Sah

Perwakilan dari pasangan Dharma-Kun menyatakan bahwa tingkat partisipasi pemilih hanya mencapai 53% dari total daftar pemilih tetap (DPT).

“Kami menilai jumlah suara tidak mewakili representasi masyarakat secara keseluruhan,” ujar saksi dari kubu Dharma-Kun dalam rapat pleno tersebut.

Pasangan ini juga menyoroti tingginya angka suara tidak sah, yang mencapai 10% atau sebanyak 363.764 suara. Mereka menganggap hal ini signifikan dalam memengaruhi hasil akhir Pilkada.

Kecurangan di TPS dan Dukungan Kubu Lain

Kubu Dharma-Kun juga mengungkapkan adanya insiden di TPS 028 Pinang Ranti, Jakarta Timur, di mana ditemukan surat suara yang tercoblos untuk pasangan calon nomor 03. Mereka menganggap kejadian ini mencerminkan adanya penyimpangan yang tidak ditindaklanjuti secara tegas oleh pihak berwenang.

Selain itu, kubu Dharma-Kun menyatakan sependapat dengan pasangan calon nomor 01, Ridwan Kamil dan Suswono, terkait kurangnya tindak lanjut atas 167 laporan kasus yang telah disampaikan.

“Sehingga kami menganggap bahwa legitimasi penetapan hari ini tidak mewakili masyarakat secara keseluruhan,” ujar perwakilan mereka.

Penolakan Resmi di Rapat Pleno

Saat Ketua KPU Jakarta, Wahyu Dinata, hendak mengesahkan hasil rekapitulasi, kubu Dharma-Kun secara tegas menyatakan penolakan mereka.

“Kami menolak,” ujar saksi pasangan nomor 02, menolak menandatangani dokumen hasil rekapitulasi.

Namun, KPU tetap melanjutkan pengumuman resmi. Hasil akhir menunjukkan pasangan Pramono Anung-Rano Karno memperoleh suara terbanyak dengan 2.183.239 suara, diikuti pasangan Ridwan Kamil-Suswono dengan 1.718.160 suara, sementara Dharma-Kun hanya meraih 459.230 suara.

Reaksi dan Langkah Selanjutnya

Meski menolak hasil rekapitulasi, kubu Dharma-Kun belum mengungkapkan langkah hukum atau tindakan lebih lanjut yang akan mereka ambil. Penolakan ini menambah dinamika dalam Pilkada Jakarta 2024, yang telah diwarnai oleh berbagai isu terkait partisipasi masyarakat, validitas suara, dan dugaan penyimpangan.

Editor: Stg
Copyright © suararepubliknews 2024

Share :

Baca Juga

Pasukan Korea Selatan Lepaskan Tembakan Peringatan Setelah tentara Korea Utara Melintasi Perbatasan Darat
Inspirasi Hari Minggu 2 Juni 2024, Kisah Mengharukan Rowan Williams – Pemimpin Kristen yang Luar Biasa
Kapolda Maluku Bersama Forkopimda Pantau Proses Pemungutan Suara di TPS Yang Berada Di Wilayah Kota Ambon.
Prediksi Brasil vs Uruguay: Duel Sengit Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Tengah Persaingan Ketat Selecao Berambisi Bangkit

Tapanuli Raya

Seru, Defile Kecamatan Warnai HUT Ke-23 Kabupaten Humbang Hasundutan

Banten

300 panitia pestival Ciomas ngabring 2026 Dikukuhkan dengan Hikmad.
Hari Kesehatan 2024, Pj Gubernur Banten Al Muktabar: Tubuh Sehat Kunci Menjalankan Aktivitas
Polresta Cirebon Ikuti Zoom Meeting Panen Raya Jagung Serentak Tahap I

Contact Us