Doloksanggul, suararepubliknews.com – Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), yang diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Martogi Purba ST MT, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Ir Junter Marbun, bersama OPD terkait dan Manager Lapangan/Tim Transisi Food Estate Humbahas Van Basten, menerima kunjungan kerja Taiwan ICDF (The International Cooperation and Development Fund) untuk monitoring, survei proses, dan hasil proyek Taiwan Technical Mission (TTM) di Kabupaten Humbahas. Kunjungan ini berlangsung pada Rabu (31/7) di ruang rapat Kantor Bupati Humbahas.
Kerjasama Internasional yang Strategis
Kunjungan tersebut dipimpin oleh Mr. Ming Hong Yen, Director of Technical Cooperation Department, didampingi Mr. Chang Ken Hua, Specialist of Technical Cooperation Department, Mr. Kao Hsiang Tai, Director of Taiwan Technical Mission in Indonesia, dan Mr. Chiu Chien Hsiang, perwakilan TTM di Kabupaten Humbahas.
Apresiasi Pemerintah Kabupaten
Martogi Purba dalam diskusi menyampaikan apresiasi atas kehadiran TTM di Kabupaten Humbang Hasundutan yang telah melakukan pembinaan kepada para petani, mulai dari pengolahan lahan hingga pasca panen. Namun, ia juga menyebutkan beberapa kendala yang dihadapi, seperti keterbatasan tenaga kerja dari segi jumlah, pengetahuan, dan usia yang rata-rata sudah tua.
Harapan Akan Kemitraan yang Berkelanjutan
Kemitraan pemerintah dengan TTM akan berakhir pada tahun 2025, namun Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan masih berharap agar kehadiran TTM tetap berlanjut dengan skala yang lebih luas.
Keberhasilan TTM dan Tantangan Petani
Van Basten menjelaskan bahwa TTM telah berhasil melakukan rotasi pertanaman untuk komoditas kubis, cabai, kentang, dan bawang merah. Permasalahan utama yang dihadapi petani adalah masalah benih. Saat ini, pemerintah sedang membangun Taman Sains Teknologi Hortikultura dan Herbal (TSTH2) yang diharapkan nantinya dapat menghasilkan benih yang adaptif dan handal.
Perluasan Akses Pasar
Petani saat ini banyak menanam kubis yang relatif mudah perawatannya dan cabai yang kadang memiliki nilai jual tinggi, namun terkadang rendah jika sedang banjir panen di Sumatera. Oleh karena itu, perluasan akses pasar sangat diperlukan. Saat ini, sudah ada 40 petani dengan luasan 25 Ha yang terpilih yang telah mendapatkan akses permodalan.
Manfaat TTM bagi Petani
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Junter Marbun, menambahkan bahwa kehadiran TTM di Humbang Hasundutan sangat bermanfaat bagi petani. Para petani sudah banyak dibina, diberikan bimbingan teknis, dan pelatihan di lapangan, termasuk kedisiplinan dalam waktu kerja. Saat ini, petani yang dibina sudah bisa mengatur dan mempergunakan waktu dalam bekerja dengan lebih efisien. (Demak S)









