Mengelola Stres Akademik dan Menjaga Pikiran Tetap Positif Meski Di Tengah Tugas dan Kesibukan yang Padat
Jakarta, suararepubliknews.com – Kesibukan yang dihadapi mahasiswa selama masa perkuliahan sudah menjadi hal lumrah. Mulai dari tugas perkuliahan hingga berbagai kegiatan non-akademik seperti organisasi, kompetisi, dan workshop menjadi bagian dari kehidupan mahasiswa sehari-hari. Akibatnya, tak jarang mahasiswa mengeluh atau “sambat” di media sosial mengenai tumpukan tugas dan tekanan yang dirasakannya.
Memang, menjadi mahasiswa yang aktif dalam banyak kegiatan kerap dipandang positif. Namun, sisi lain dari kesibukan tersebut bisa memicu masalah kesehatan seperti pola makan dan tidur yang tidak teratur. Seperti yang diungkapkan Matondang (2021), banyak mahasiswa yang mengalami gangguan pola makan dan tidur akibat tekanan akademik yang mereka hadapi.
Stres Akademik: Faktor Utama yang Dihadapi Mahasiswa dan Dampaknya Terhadap Fisik dan Mental
Manajemen waktu yang buruk dan beban akademik yang berat seringkali menyebabkan stres mental yang pada akhirnya dapat memengaruhi kondisi fisik mahasiswa. Stres akademik, menurut Govaerts & Grégoire (2004), adalah kondisi di mana individu merasa tertekan akibat tuntutan akademik. Hal ini dapat berdampak buruk pada kesehatan psikologis dan fisiologis mahasiswa, mulai dari kecemasan, depresi, hingga gangguan serius seperti stroke dan gagal ginjal, sebagaimana dikemukakan oleh Waitz et al. (1983).
Cara Mengatasi Stres: Tips untuk Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental di Tengah Gunung Tugas
Bagaimana mahasiswa dapat menjaga pikiran positif dan kesehatan mereka ketika dihadapkan dengan segudang tugas? Berikut dua tips yang bisa membantu:
- Mengatur Pola Makan yang Sehat dan Bergizi
Pola makan yang seimbang sangat penting untuk menjaga tubuh tetap sehat dan mengurangi stres. Pola makan 4 sehat 5 sempurna, yang terdiri dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral, bisa membantu menjaga keseimbangan nutrisi tubuh. Lemak yang berlebihan dalam tubuh akibat stres bisa meningkatkan risiko gangguan peredaran darah. Oleh karena itu, penting bagi mahasiswa untuk menjaga asupan makanan mereka dan memastikan gizi seimbang dalam setiap makanan yang dikonsumsi. - Menjaga Kebugaran Jasmani
Aktivitas fisik yang rutin dan terukur dapat membantu mahasiswa mengurangi potensi stres. Olahraga seperti jogging, bersepeda, atau berenang dengan intensitas ringan hingga sedang selama 20 menit, 3 kali seminggu, mampu meningkatkan produksi hormon endorfin yang membantu menjaga mood tetap positif. Kebugaran jasmani yang baik juga akan meningkatkan ambang toleransi terhadap stres sehingga mahasiswa bisa lebih tenang menghadapi tekanan akademik.
Manajemen Waktu dan Kesehatan Adalah Kunci
Tugas dan kegiatan yang padat memang tidak bisa dihindari oleh mahasiswa. Namun, dengan manajemen waktu yang baik serta menjaga pola makan dan kebugaran jasmani, mahasiswa dapat lebih mudah mengatasi stres dan menjalani kesibukan mereka. Semoga tips dalam artikel ini bisa membantu mahasiswa lebih siap menghadapi tantangan yang ada di dunia perkuliahan.
Pewarta: Rizki Pertiwi (UGM, Mahasiswi Sekolah Vokasi Angkatan 2021)
Editor: Stg
Copyright © suararepubliknews 2024










