Kantor Desa Bunder Kecamatan Cikupa,Kab.Tangerang
Kab.Tangerang.Suara Republik News – Lurah,ataupun Kepala Desa, adalah salah satu penyelenggara Pemerintah Desa, yang bertugas penyelenggara Pemerintahan melaksanakan pembangunan Lingkungan yang di pimpinya, melaksanakan pembinaan Kemasyarakatan dan meningkatkan pemberdayaan Masyarakat nya yang seharusnya memberikan contoh yang baik kepada siapapun, Termasuk Mitra kerja dari wartawan selaku mitra kerja pemerintah.
Kelurahan Bunder Kecamatan Cikupa,Kab.Tangerang Banten,adalah salah satu Oknum Lurah yang diduga alergi dengan wartawan. Kenapa demikian..? Simak kronologis peristiwanya.
Beberapa hari kebelakangTeam wartawan mendatangi kantor Kelurahan Bunder kecamatan Cikupa dengan maksud tak lain adalah Awalnya silaturahmi dengan mitra kerjanya, namun sang Lurah tersebut enggan ketemu sama Team Media tersebut,dan slalu memberi Amplop,yang di tanya sama rekan,ini titipan dari Ibu Lurah buat Bensin,kata staf Kelurahan Bunder,sebut aja teh Neng,dan kami slalu bertanya,;Uang apa ini,kami k sini bukan minta Uang,tapi kepengen Silaturahmi,ada yang di sampaikan dengan ketemu,ujar rekan Pers. Jawabanya slalu ibu Lurahnya ga ada,lagi rapat lah dan sibuk,kata Staf Kel. Bunder.
Rekan kami dari salah satu wartawan memasuki kantornya. Entah dengan alasan apa sampai bisa bertingkah demikian,namun lagi lagi jawaban dari stap Ibu Lurah nya ga ada..,padahal pak sekel(Sekertaris Kelurahan)menjawab saat itu di japri,Ibu Lurah ada ko pak,ni barusan rapat baru beres…….ucap Sekel Bunder.
“Saya selaku mitra kerja merasa dilecehkan, kedatangan saya disini tak lain Awalnya silaturahmi dengan Kepala Kelurahan,tapi sekarang berbeda,kami Konfirmasi..dan mempertanyakan, Apakah setiap ada mitra kerja mengunjungi kantor Desa Bunder Slalu Lurah nya ga ada,atau tidak bisa di ganggu, demikian dengan meninggalkan tempat atau bagaimana ?, Tanya wartawan ini dengan kesal ke stafnya.
Rabu 18/10/2023.
Selanjutnya, merasa wartawan ini dilecehkan, sampai sempat adu mulut dengan stafnya yang diduga diam,tapi membela dan melindungi kepala Kelurahan,(Ibu Lurah)
Berselang beberapa menit kemudian, wartawan ini mengalah dan mohon pamit pulang dengan rasa kecewa dengan perlakuan sang kepala Kelurahan yang tidak menghargai selaku tamu dan mitra kerja pemerintah.
Masih ada ya Oknum Lurah,di jaman Melenial begini ada seorang kepala Kelurahan,yang Notabenya Pegawai Negeri dan PNS, tidak mau ditemui, Lurahnya pergi meninggalkan tempat,atau Mengindar,tapi lebih pas nya adalah Elergi??Ada apa yach..?. Padahal tujuan saya Cuma ingin bertemu dan bersilaturahmi sampai dengan konfirmas seperti tamu biasa dengan kepala Kelurahan. Kok.., malahan Lurah nya menghindar kabur meninggalkan tempat kerjanya, lucu yach.”Tambahnya wartawan ini dengan singkat.
Kepala Kelurahan Bunder,Desa Bunder,Kecamatan Cikupa,Kab.Tangerang Banten,, belum bisa ditemui untuk dimintai klarfikasi, apakah demikian adanya seperti apa yang diungkap sang wartawan ini sampai berita ini dinaikkan.
Sementara itu di waktu yang sama Pimpinan Lembaga Independent Sosial Control,bapak Munte angkat Bicara,Seharusnya Lurah itu kan seorang PNS dan sudah di gaji oleh Negara,dan lebh jelas di bayar oleh duit Rakyat,jadi jangan belagu dan Elergi gtu sama Rekanan dan Mitra Pemerintah kaya Wartawan,jadi saling menghormati aja, apa susahnya kami dari Lembaga Independent Social Control yang mengawasi kebijakan Pemerintah berharap buat pejabat yang khususnya Camat Cikupa dan PJ Kab.Tangerang sampai ke PJ Gubernur Banten,berikan sanksi yang tegas kepada Lurah Bunder, yang tidak respon terhadap Wartawan, semoga ini pembelajaran buat semua pejabat publik,yang sudah PNS,inget kalian dibayar oleh uang rakyat tegas Munthe saat diminta tanggapan di kantor Ketua Assosiasi Kabar Online Indonesia ( Akrindo ).
Holid/team










