Home / Tak Berkategori

Rabu, 8 Mei 2024 - 14:29 WIB

Oknum Polisi Di Polres Buru Terlibat Kasus KDRT Terhadap Istri,Kapolres Di Mintah Tegas Terhadap Oknum Tersebut

Oknum Polisi di Polres buru Terlibat Kasus KDRT terhadap Istri,Kapolres di mintah tegas terhadap oknum tersebut
Namlea/kabupaten buru.SuaraRepublikNews.com.-Kasus dugaan perselingkuhan dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) menyeret salah satu oknum anggota polisi yang kini bertugas di Polres Pulau Buru. Dugaan perselingkuhan dan KDRT anggota polisi berpangkat Brigpol ini telah dilaporkan oleh sang istri (TC) ke Reskrim Polres Buru.

Namun ahli-ahli laporannya diproses dan ditindaklanjuti, hingga kini laporan sang istri mandek ditangan penyidik.

Akibat laporannya tidak ditindaklanjuti oleh Polres Buru, sang istri menyampaikan keluh kesahnya lewat media ini, Selasa (07/05/2024).

Dari penuturan sang istri (TC), KDRT dilakukan sang suami yang merupakan anggota polisi Polres Buru berinisial AT terhadap dirinya sebelum hari lebaran, usai melaksanakan tugas di kabupaten MBD.

Bahkan saat dugaan perselingkuhannya terungkap, dirinya selalu mendapatkan perlakuan yang tidak mengenakan, sering dipukuli.

“Beta seringkali di pukul oleh suami, karena beta sering menanyakan perselingkuhan suami, tetapi suami tidak mau berterus terang. Setelah beta menanyakan hal itu, hampir setiap suami pulang kerja, beta sering di pukul oleh suami,” sebut sang istri.

Bahkan dugaan perselingkuhan sangat suami, yang didengarnya dari orang lain, dirinya tidak percaya begitu saja, bahwa suaminya melakukan hal tersebut.

Namun setelah diselidiki oleh dirinya dan dibantu rekan-rekan atau teman-temannya, ternyata hal tersebut benar. Hal ini terbukti dengan adanya photo dan bukti chatting lewat aplikasi WA yang didapati pada HP sang suami.

Diungkapkan sang istri, kasus pemukulan (KDRT) yang dilakukan sang suami terjadi sebelum bulan puasa hingga selesai lebaran, dimana saat dirinya menanyakan tentang informasi yang beredar tentang dugaan perselingkuhan sang suami.

“Setiap beta menanyakan tentang perselingkuhannya, karena hal ini sering di laporkan orang di luar tentang perselingkuhan suami saya, dan setiap beta bertanya tentang hal itu hampir setiap saat beta di pukul sampai memar-memar.

Kasus perselingkuhan ini bukan saja beta yang tahu, tapi banyak orang-orang, atau beta punya teman-teman juga bicara tentang perselingkuhan beta punya suami. Dari awalnya beta tidak percaya, tetapi dengan bantuan teman-teman untuk selidiki atau mencari tahu, ternyata betul beta punya suami selingkuh karena ada bukti foto dan chatting di WA HP suami saya,” ungkapnya.

“Setiap dia pulang ke rumah beta selalu menanyakan dia tentang perempuan selingkuhan yang sudah diceritakan banyak orang di luar sana, tetapi dia malah memukul beta. KDRT itu mulai dari sebelum bulan puasa sampai sudah habis lebaran, KDRT itu masih terjadi terus kepada diri beta,” beber TC.

Bahkan KDRT yang didapati berulang-ulang kali yang dilakukan suami dirinya tidak mengambil tindak apa pun untuk melakukan pelaporan, karena dirinya yakin sang suami akan berubah dan beterus terang dari perbuatan yang dilakukannya. Namun tidak ada perubahan, yang ada sang suami terus melakukan pemukulan terhadap dirinya.

“Pelaporan kasus ini masih di Reskrim dan sudah satu bulan tidak ada perkembangan apa-apa, Polres Buru sangat lambat dalam mengatasi masalah ini. Mungkin karena AT adalah anggota kepolisian sehingga mereka memperlambat dan tidak peduli dengan laporan saya sebagai istri korban,” kata TC penuh tanya.

Akibat dari KDRT yang sering didapati yang dilakukan sang suami, dirinya akui tidak mampu bertahan dan ingin berpisah dari sang suami.

Dirinya juga meminta bantuan dari PMI kabupaten Buru dan OKP atau Aktivis Perlindungan Perempuan kabupaten Buru untuk dapat menangani persoalan yang sementara dihadapinya.

“Saya tidak bisa bertahan lagi dengan suami saya, saya ingin pisah/bercerai, karena saya sudah capek dan sakit oleh karena KDRT dari suami saya. Dan saya inginkan suami saya di pecat dan di copot pakaian atau jabatannya, karena sudah berulang kali melakukan kasus yang sama

Dan saya minta pihak PMI Buru dari organisasi OKP atau Aktivis perlindungan perempuan kabupaten Buru tolong membantu saya menangani masalah ini, karena masalah KDRT ini yang di tangani pihak polres tidak pernah lancar dan diperhambat, sampai sekarang belum terselesaikan,” keluhnya.

Selain itu, sebagai seorang istri dan juga sebagai seorang ibu, dirinya berharap dan meminta tolong kepada Ibu Kapolres Buru dapat melihat persoalan yang dihadapinya. Karena dirinya juga tidak mau kasus yang sama yang menimpanya terjadi kepada wanita atau perempuan lain akibat perselingkuhan.(Tim)

 

Editor : Enjelina

Share :

Baca Juga

Jawa Barat

30 Gram Sabu Disita, Polresta Cirebon Ungkap Jaringan Narkoba Lintas Daerah
Pastikan Kelancaran Arus Kendaraan, Polresta Cirebon Terapkan Rekayasa Lalu Lintas Secara Situasional
Proyek Penyempurnaan Taman Bambu Dinas Pariwisata tidak Matang dalam Perencanaan
Kurangi Beban Masyarakat, Pj Bupati Apriyadi Kembali Salurkan Beras CPP
Personel Polresta Cirebon Raih Medali Emas Kejuaraan Karate Kapolda Cup
Musim Angin Barat Tiba, Nelayan Tangerang Utara Terancam Paceklik

Banten

Sidang Kedua Perkara Media Kabar Bahri Digelar di PN Serang, Kuasa Hukum Dorong Kehadiran Lengkap pada Sidang Selanjutnya
Prediksi: Granada vs Real Madrid

Contact Us