Roma, suararepubliknews.com – Paus Fransiskus, pemimpin spiritual umat Katolik dan kepala negara Vatikan, pada hari Minggu (04/08) menyatakan harapannya agar konflik di Timur Tengah, yang “sudah sangat kejam dan berdarah, tidak meluas lebih jauh,” serta menyampaikan keprihatinannya atas ketegangan yang terus meningkat di wilayah tersebut.
Seruan Paus Setelah Doa Angelus
Paus menyampaikan pesannya kepada para hadirin setelah mendaraskan doa Angelus di Lapangan Santo Petrus di Vatikan. Dalam pesannya, yang disampaikan melalui laporan Vatikan News, Paus menekankan bahwa kekerasan bukanlah jalan menuju perdamaian.
“Serangan, bahkan yang ditargetkan, dan pembunuhan tidak akan pernah menjadi solusi. Mereka tidak membantu untuk mengikuti jalan keadilan, jalan perdamaian, tetapi menghasilkan lebih banyak kebencian dan balas dendam,” katanya.
Panggilan untuk Dialog dan Bantuan Kemanusiaan
Selain mengutuk kekerasan, Paus Fransiskus juga menyerukan keberanian untuk melanjutkan dialog demi menghentikan pertempuran, khususnya di Gaza dan wilayah-wilayah lain yang terdampak. Dia juga menggarisbawahi pentingnya pembebasan para sandera dan pemberian bantuan kemanusiaan kepada penduduk yang menderita akibat konflik ini.
“Penting bagi kita semua untuk mendukung upaya-upaya yang dapat mengakhiri kekerasan dan memulai proses rekonsiliasi dan perdamaian sejati. Bantuan kemanusiaan harus segera diberikan kepada mereka yang sangat membutuhkannya,” tambah Paus.
Kecaman Internasional terhadap Israel
Israel, yang telah mengabaikan resolusi Dewan Keamanan PBB yang menuntut gencatan senjata segera, menghadapi kecaman internasional di tengah serangan brutalnya yang terus berlanjut di Gaza sejak serangan Oktober lalu oleh kelompok perlawanan Palestina, Hamas. Hampir 39.600 warga Palestina telah terbunuh, sebagian besar perempuan dan anak-anak, dan hampir 91.400 lainnya terluka, menurut otoritas kesehatan setempat.
Kehancuran Gaza dan Tuduhan Genosida
Hampir 10 bulan setelah perang Israel, sebagian besar wilayah Gaza berada dalam kehancuran di tengah-tengah blokade makanan, air bersih, dan obat-obatan yang sangat melumpuhkan. Israel dituduh melakukan genosida di Mahkamah Internasional, yang memerintahkannya untuk segera menghentikan operasi militernya di kota Rafah di bagian selatan, di mana lebih dari 1 juta orang Palestina telah mencari perlindungan dari perang sebelum diserang pada 6 Mei lalu.
Respons Dunia Internasional
Banyak negara dan organisasi internasional telah menyuarakan keprihatinan mereka atas situasi ini. Mereka menekankan perlunya solusi diplomatik dan kemanusiaan yang mendesak untuk mencegah krisis lebih lanjut dan memastikan hak-hak dasar manusia dihormati.
Harapan untuk Masa Depan yang Damai
Dalam pesannya, Paus Fransiskus mengajak seluruh komunitas internasional untuk bersatu dalam upaya menciptakan perdamaian di Timur Tengah. “Mari kita bekerja sama untuk mencapai perdamaian dan keadilan bagi semua orang di wilayah ini,” tutupnya. (Stg)
Sumber: Anews “Pope Francis hopes ‘violent, bloody’ conflict will not expand further in Middle East”








