Gaza, suararepubliknews.com – Pada hari Rabu (26/06) seorang juru bicara PBB menegaskan bahwa organisasi tersebut tidak akan menarik diri dari Gaza, meskipun tantangan logistik dan keamanan yang terus berlanjut. Pernyataan ini menolak klaim yang menyatakan sebaliknya dan menegaskan komitmen PBB dalam memberikan bantuan kemanusiaan di wilayah tersebut.
“Kami tidak akan menarik diri dari Gaza,” kata Stephane Dujarric kepada para wartawan. “Kami hanyalah berupaya menemukan ruang di mana kami beroperasi dalam kondisi yang memenuhi standar yang sangat mendasar dan sederhana.”
Tantangan Logistik dan Keamanan
Salah satu kendala terbesar bagi operasi kemanusiaan di Gaza adalah pengambilan pasokan dari penyeberangan Kerem Shalom. Dilansir dari media Anadolu, Dujarric menjelaskan bahwa penyeberangan ini masih menjadi kendala utama karena organisasi kemanusiaan harus menghadapi risiko aktivitas kriminal di sepanjang rute yang mereka gunakan, yang juga berada di tengah-tengah operasi militer Israel.
“Kami agak berkelok-kelok di jalan yang berbeda, tetapi jalan menuju keberhasilan di sini adalah gencatan senjata, yaitu kemampuan kami untuk memiliki akses kemanusiaan yang sepenuhnya dan tanpa hambatan, untuk memastikan pembebasan semua sandera dengan secepatnya,” tambah Dujarric.
Hambatan Operasi Kemanusiaan
Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) menyatakan bahwa kondisi tidak aman dan permusuhan aktif di Gaza selatan tetap menjadi hambatan utama bagi operasi kemanusiaan. “Salah satu kendala utama dan yang sedang terjadi saat ini adalah mengambil pasokan dari penyeberangan Kerem Shalom masih menjadi kendala utama. Untuk melakukan itu, organisasi-organisasi kemanusiaan terpapar pada aktivitas kriminal di sepanjang jalan satu-satunya yang terpaksa mereka gunakan, di tengah-tengah operasi militer Israel di sekitarnya,” jelas Dujarric.
Pihak berwenang Israel terus membatasi penggunaan jalan alternatif, yang semakin memperumit upaya distribusi bantuan.
Dermaga Terapung AS di Gaza
Mengenai distribusi bantuan dari dermaga terapung yang dibangun oleh AS di Gaza, Dujarric mengatakan bahwa PBB masih meninjau situasi keamanan dan belum mendistribusikan bantuan dari sana karena syarat-syarat yang diperlukan belum terpenuhi.
“Apakah organisasi non-PBB lain mengambilnya, itu adalah pertanyaan yang harus dijawab oleh orang lain. Tapi kami, selaku PBB, tidak mengambilnya, (kami) belum memiliki infrastruktur yang dibutuhkan untuk menjemput bantuan tersebut,” imbuhnya.
Komitmen Terhadap Kemanusiaan
Pernyataan ini menegaskan kembali komitmen PBB untuk tetap hadir dan aktif di Gaza, meskipun menghadapi berbagai tantangan. PBB berupaya untuk terus menyediakan bantuan kemanusiaan dan memastikan bahwa bantuan tersebut dapat mencapai mereka yang membutuhkan di tengah situasi yang kompleks dan penuh bahaya. (Stg)










