Home / Tak Berkategori

Senin, 26 September 2022 - 16:27 WIB

Pemkab Muba Carikan Solusi Agar Harga Karet Lebih Tinggi

SEKAYU, SRN  – Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) memiliki potensi kekayaan SDA

di sektor pekebunan karet seluas 466.393,4 ha dengan kapasitas

produksi mencapai 419.742 ton yang di dominasi perkebunan rakyat

sebanyak 98,5%. Guna mendorong pertumbuhan ekonomi, pentingnya

hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah komoditas yang dimiliki,

dengan menghasilkan barang setengah jadi maupun barang jadi yang nilai

jualnya lebih tinggi dan harga lebih stabil dari pada harga bahan

baku.

Demikian disampaikan Pj Bupati Muba H Apriyadi saat menerima Audiensi

Jajaran PT Bumi Rambang Palembang, tentang Kerjasama Pengolahan dan

Pemasaran Lateks Pekat dengan Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar

(UPPB) di Kabupaten Muba, bertempat di Ruang Audiensi Bupati Muba,

Senin (26/9/2022).

“Untuk itu, Pemkab Muba akan terus membantu UPPB diantaranya mendorong

hilirisasi karet. pengembangan sektor hilir komoditas perkebunan di

Muba diperkuat dengan pengembangan infrastruktur pembangunan jalan

berbasis aspal karet lateks. Pembangunan pabrik centrifuge lateks di 3

Kecamatan yaitu Keluang, Sekayu dan Babat Toman,”ungkapnya.

Lanjut Apriyadi, Pemkab Muba ingin berikan solusi pilihan kepada

masyarakat petani karet, agar jangan hanya sebatas bokar saja yang di

produksi terus, padahal lateks pekat ini justru teknologi pengolahan

karet yang lebih menguntungkan.

“Disamping kita dorong lateks ini bisa dijual dengan harga lebih

tinggi, kita dorong juga agar bisa hilirisasi lainnya misalkan home

industri yang memproduksi karet gelang, sendal jepit atau yang

lainnya. Jadi silahkan kita jajaki dulu bagaimana rencana kerjasama

dengan PT Bumi Rambang Palembang ini, mudah-mudahan bisa terlaksana

dan sesuai dengan visi misi kita untuk meningkatkan harga karet

ini,”ucapnya.

Direktur Utama PT Bumi Rambang Palembang Ibadallah Bajumi didampingi

Direktur Pabrik Rangga Sumadibrata menyampaikan bahwa tujuan utama

rencana kerjasama pengolahan dan pemasaran Lateks Pekat ini yaitu,

sebagai pintu pembuka peluang besar bagi keberlangsungan sektor

perkebunan karet.

“Harapan kami kedepan, PT Bumi Rambang ini dapat membantu mengedukasi

dan bekerjasama dengan petani karet, apalagi di Kabupaten Muba sudah

berdiri UPPB di setiap kecamatan, bahkan ada tiga UPPB sebagai

produsen lateks pekat (Keluang, Babat Toman, Plakat Tinggi).

Transformasi UPPB menjadi entitas bisnis dengan Program UPPB badan

hukum, dan melatih petani untuk produksi lateks pekat dengan metode

dadih, tinggal bagaimana mengoptimalkan mesin-mesin yang sudah ada

tersebut,”ujarnya.

Dikatakan Rangga, prinsipnya PT Bumi Rambang Palembang punya niat yang

sama yaitu, bagaimana petani karet ini bisa mendapatkan penghasilan

yang lebih optimal dan petani punya pilihan untuk penghasilan pada

sektor karet ini. Akan tetapi selama ini yanh sangat berperan terutama

di Indonesia, adalah produksi sebatas bokar saja, oleh karena itulah

PT Bumi Rambang Palembang berdiri sebagai pabrik lateks.

“Kegiatan produksi lateks pekat dimulai dari penerimaan lateks kebun,

pendistribusian lateks kebun ke reception tank, pendistribusian lateks

kebun ke separator, proses separating, pendistribusian lateks pekat ke

storage tank dan pembekuan skim. Kita sudah 14 tahun berdiri dan

selama ini hanya gunakan karet dari kebun sendiri, alhamdulilah kami

sudah mempunyai jaringan pembeli tetap lateks pekat kami, salah

satunya perusahaan sarung tangan terbesar di indonesia,”bebernya.

Turut hadir Plt Kepala Dinas Perkebunan Muba Akhmad Toyibir SSTP MM,

Plt Kepala Bappeda Muba Sunaryo SSTP MM, Kepala Disdagperin Muba

Azizah SSos MT dan Kadinkominfo Muba diwakili Kabid Komunikasi Publik

Yettria SKM MSi.

Share :

Baca Juga

Luar Biasa ! Muba Borong Tiga Kategori Juara Terbaik I di Anugerah Inovator Sumsel 2023 Muba Terus Berkarya dan Berinovasi
Memahami Dampak, dan Penanganan: Duduk Terlalu Lama di Tempat Kerja
Pengungkapan Kasus Kerusuhan Demo di DPRD Lebak: Dua Tersangka Ditetapkan, Satu Anggota Satpol PP Meninggal Dunia

Hukum

Kasus Ekspor Crude Palm Oil Wilmar Cs. Oknum Panitera dan Ketua PN Jakarta Selatan Ikut Terseret
Diduga  Anggota DPRD Komisi 1 Deli Serdang Dari Fraksi Partai Gerindra Telah Menyalah Gunakan Wewenang &  Berpihak Terhadap Perusahaan Swasta.
Dapat Donasi Nutrisi Anak Generasi Maju, Plt Bupati Beni Sampaikan Apresiasi
DPRD TULUNGAGUNG, RETORIKA DAN FAKTA
Kepala dan Perangkat Desa Siap Wujudkan Kopdes Merah Putih

Contact Us