Menonton pertandingan sepak bola yang berlangsung hingga larut malam dapat menyebabkan kurang tidur, yang berdampak negatif pada kesehatan dan kinerja sehari-hari.
AS, suararepubliknews.com – Penelitian terbaru menunjukkan pentingnya strategi pemulihan setelah mengalami kekurangan tidur akibat begadang.
Sebuah studi yang dipublikasikan pada tahun 2023 oleh Dr. Austin Perlmutter di Amerika Serikat menunjukkan bahwa kurang tidur dapat mempercepat penuaan otak. Penelitian ini menggunakan pemindaian MRI untuk mengamati perubahan pada otak setelah 24 jam tanpa tidur, menemukan bahwa kurang tidur setara dengan penuaan otak 1-2 tahun. Namun, berita baiknya adalah bahwa perubahan ini dapat dipulihkan dengan tidur nyenyak satu malam.
Penelitian lain yang dipimpin oleh Y. Jiang dan timnya dari Tiongkok, juga tahun 2023, meneliti pemulihan tidur setelah periode kurang tidur total. Studi ini melibatkan 51 partisipan yang menjalani pemantauan tidur menggunakan fMRI untuk menilai perubahan topologi jaringan otak. Hasilnya menunjukkan bahwa tidur pemulihan selama beberapa malam dengan durasi tidur yang lebih panjang dari biasanya dapat memulihkan kinerja dan efisiensi otak yang terganggu akibat kurang tidur.
Dilansir dari Media Academicoup, penelitian yang dilakukan oleh tim di Journal of Medical Internet Research menyoroti bahwa tidur yang cukup setelah periode kurang tidur dapat memulihkan kewaspadaan dan fungsi kognitif. Penelitian ini menemukan bahwa tidur selama 10 jam satu malam setelah begadang dapat mengembalikan kewaspadaan ke tingkat normal.
Untuk partisipan dalam studi-studi ini, strategi yang disarankan meliputi memperpanjang durasi tidur pada malam-malam berikutnya setelah begadang. Studi di atas menyarankan bahwa tidur tambahan selama beberapa malam berturut-turut sangat efektif dalam mengembalikan fungsi tubuh dan otak ke keadaan normal. Ini penting untuk dipertimbangkan bagi para penggemar sepak bola yang sering begadang untuk menyaksikan pertandingan tim favorit mereka.
Lebih jauh lagi, penelitian juga menunjukkan pentingnya tidur berkualitas untuk pemulihan optimal. Dr. Perlmutter dan rekan-rekannya menekankan bahwa tidur dalam pola yang konsisten dan dalam lingkungan yang mendukung tidur dapat meningkatkan proses pemulihan. Ini termasuk mengurangi paparan cahaya biru dari layar sebelum tidur dan menjaga suhu kamar yang nyaman.
Bagi mereka yang mengalami kesulitan tidur setelah begadang, disarankan untuk mencoba teknik relaksasi seperti meditasi atau latihan pernapasan untuk membantu tubuh dan pikiran bersiap untuk tidur. Juga, penting untuk menjaga pola makan yang sehat dan menghindari kafein dan alkohol yang dapat mengganggu tidur.
Penelitian ini dilakukan di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat dan Tiongkok, dengan partisipan dari berbagai latar belakang usia dan profesi. Hasilnya relevan bagi siapa saja yang mengalami kekurangan tidur, baik itu karena begadang menonton sepak bola atau alasan lainnya. Dengan memahami dan menerapkan strategi pemulihan yang tepat, efek negatif dari kurang tidur dapat diminimalkan. (Stg)









