Bandung, suararepubliknews.com – Bangun tidur dengan tubuh berkeringat deras di malam hari tentu membuat kita merasa tak nyaman. Apalagi kalau hal ini sering terjadi dan mengganggu waktu tidur. Berkeringat di malam hari bisa berhubungan dengan beberapa penyakit atau kondisi medis. Yuk, kita bahas satu per satu penyebabnya!
1. Menopause dan Hot Flashes
Buat para wanita yang sedang mengalami masa menopause, sering kali keringat di malam hari menjadi teman setia. Kondisi ini dikenal dengan istilah hot flashes, yang disebabkan oleh penurunan kadar estrogen sehingga mengacaukan mekanisme tubuh dalam mengatur suhu. Umumnya panas yang dialami terjadi pada wajah, leher, dan dada. Selain kegerahan, gejala lain yang muncul yaitu kulit memerah, jantung berdetak lebih cepat, dan kesemutan pada ujung-ujung jari.
2. Gangguan Tidur dan Obstructive Sleep Apnea
Gangguan tidur, seperti obstructive sleep apnea, juga bisa menjadi penyebab keringat di malam hari. Menurut penelitian dalam jurnal Sleep and Breath, kelompok penderita obstructive sleep apnea mengalami keringat malam lebih banyak dibandingkan dengan kelompok kontrol.
3. Infeksi yang Menyebabkan Keringat Malam
Banyak penyakit infeksi yang menyebabkan tubuh berkeringat, salah satunya adalah tuberkulosis atau TBC. Infeksi bakteri seperti radang katup jantung (endokarditis), peradangan pada tulang (osteomielitis), dan HIV juga bisa menyebabkan Anda berkeringat di malam hari.
4. Pengaruh Obat-obatan
Beberapa jenis obat-obatan seperti antidepresan, steroid, serta pereda nyeri seperti aspirin dan parasetamol, bisa membuat Anda berkeringat di malam hari. Obat diabetes, tekanan darah tinggi, dan pengobatan untuk kanker juga bisa menjadi penyebabnya.
5. Gangguan Hormon
Gangguan hormon seperti hipertiroidisme, diabetes, peningkatan gula darah, dan kadar hormon seks yang tidak normal dapat memengaruhi regulasi suhu tubuh sehingga menyebabkan keringat berlebih terutama di malam hari.
6. Hipoglikemia
Hipoglikemia adalah kondisi saat gula darah di dalam tubuh terlalu rendah dan bisa menyebabkan berkeringat di waktu yang tidak seharusnya, termasuk di malam hari. Ini sering terjadi pada orang dengan diabetes yang menjalani pengobatan.
7. Hiperhidrosis
Hiperhidrosis adalah kondisi di mana seseorang mengalami keringat berlebihan pada area tubuh tertentu, seperti tangan, kaki, ketiak, atau wajah tanpa alasan yang jelas. Kondisi ini bisa terjadi kapan pun, termasuk saat tidur di malam hari.
8. Gangguan Kecemasan
Gangguan kecemasan juga bisa menjadi penyebab keringat di malam hari. Kondisi ini sering menunjukkan gejala berupa merasa gugup, gelisah, sulit tidur, berkeringat di malam hari, dan merasa kelelahan.
9. Obesitas
Orang yang obesitas cenderung memiliki lapisan lemak tambahan yang dapat menyebabkan peningkatan suhu tubuh saat tidur. Selain itu, obesitas juga dapat berhubungan dengan perubahan hormon dan metabolisme yang memengaruhi proses regulasi suhu tubuh.
Cara Mengatasi Keringat Deras di Malam Hari
Untuk mengurangi gerah di malam hari, beberapa langkah ini bisa dicoba:
- Pastikan kamar tidur bersuhu dingin.
- Gunakan baju yang berbahan tipis dan mudah menyerap keringat.
- Mandi sebelum tidur untuk mengurangi suhu tubuh.
- Hindari makanan pedas, kafein, dan alkohol sebelum tidur.
- Terapkan teknik relaksasi, seperti yoga atau meditasi untuk mengurangi stres dan kecemasan.
Jika keringat di malam hari tak kunjung reda dan disertai dengan gejala lain seperti demam, penurunan berat badan, nyeri, atau gejala lainnya, segera periksa ke dokter. Dengan melakukan pemeriksaan, Anda akan mengetahui penyebab pasti dari kondisi tersebut dan mendapatkan perawatan yang tepat sesuai dengan kondisi Anda.
Sumber: Penelitian dalam jurnal Sleep and Breath, Bryce, C. (2020). Persistent night sweats: diagnostic evaluation. American Family Physician, 102(7), 427-433.











