Papua Nugini, suararepubliknews.com – Setelah menyelesaikan kunjungan kerja ke Canberra, Australia, Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Prabowo Subianto, langsung melanjutkan perjalanan diplomatiknya ke Papua Nugini. Di negara tetangga ini, Prabowo bertemu dengan Perdana Menteri Papua Nugini, Hon James Marape, untuk memperkuat hubungan bilateral yang telah lama terjalin antara kedua negara.
Sambutan Hangat dari Perdana Menteri Papua Nugini
Setibanya di Bandara Internasional Port Moresby, Prabowo yang mengenakan jas berwarna abu-abu dengan peci hitam, langsung disambut hangat oleh PM James Marape. Kehadiran Menhan Prabowo di Papua Nugini merupakan bentuk pemenuhan janji yang pernah diutarakan kepada PM Marape saat kunjungannya ke Kementerian Pertahanan Indonesia pada 15 Juli lalu.

Dalam kesempatan tersebut, Menhan Prabowo menyampaikan rasa terima kasihnya atas sambutan hangat dari PM Marape dan menyatakan bahwa kunjungannya ini adalah untuk memperdalam kerja sama antara Indonesia dan Papua Nugini, baik dalam bidang pertahanan, ekonomi, maupun pendidikan.
Penguatan Hubungan Bilateral Melalui Pendidikan dan Investasi
Pada pertemuan bilateral yang diadakan di Port Moresby, kedua pemimpin berdiskusi tentang berbagai isu yang menjadi kepentingan bersama, baik dalam konteks bilateral maupun internasional. Keduanya sepakat untuk terus memperkuat kemitraan yang telah lama terjalin, dengan menekankan pentingnya sinergi dalam berbagai sektor, termasuk pendidikan, investasi, dan kesehatan.

Sejak tahun lalu, Menhan Prabowo telah menawarkan peluang bagi perwira muda, taruna, serta pemuda dan pemudi dari Papua Nugini untuk menimba ilmu di Universitas Pertahanan RI. Hal ini diharapkan dapat menjadi salah satu fondasi kuat dalam mempererat hubungan kedua negara, khususnya dalam bidang pendidikan.
PM James Marape: Sinergi Antarpemerintah dan Investasi
Perdana Menteri James Marape menyambut baik inisiatif tersebut dan menegaskan pentingnya kerja sama yang saling menguntungkan antara kedua negara. “Ini semua tentang sinergi, tidak hanya antar pemerintah tetapi juga investasi, pendidikan, dan kesehatan,” ujar PM PNG.
Dengan kunjungan ini, hubungan bilateral antara Indonesia dan Papua Nugini diharapkan akan semakin erat, memperkuat kerjasama di berbagai bidang yang strategis untuk kemajuan kedua negara. (Stg)
Sumber: Biro Humas Setjen Kemhan









