Sekda Chiristison R Marbun, dalam sambutannya, menjelaskan bahwa Smart City adalah konsep tata kelola kota yang bertujuan untuk menyelesaikan berbagai masalah masyarakat melalui pengelolaan sumber daya yang terintegrasi dan inovatif
Kolaborasi multi-sektor menjadi kunci utama dalam percepatan pembangunan Smart City di Kabupaten Humbang Hasundutan. Program ini menekankan pentingnya tata kelola kota berbasis inovasi dan teknologi yang tidak hanya mengedepankan efisiensi birokrasi, tetapi juga peningkatan kualitas hidup masyarakat
Humbahas, suararepubliknews.com – Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan kembali mengambil langkah strategis dalam percepatan pelaksanaan program Gerakan Menuju Kota Cerdas (Smart City) melalui Rapat Dewan Smart City yang dilaksanakan pada Kamis, 12 September 2024. Rapat ini berlangsung di Ruang Rapat Sekretariat Kantor Bupati Humbang Hasundutan, dan dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Sekretaris Daerah (Sekda) Chiristison Rudianto Marbun M.Pd, Asisten Administrasi Umum Tua Marsatti Marbun, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Batara Franz Siregar SE, serta para pimpinan OPD. Selain itu, rapat turut melibatkan perwakilan dari BUMN, BUMD, serta sektor swasta di wilayah Humbang Hasundutan.
Tak hanya itu, rapat ini juga diikuti secara daring oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemenkominfo RI) dengan narasumber Fitrah Rahmat Kautsar, tenaga ahli dari Direktorat Layanan Aplikasi Informatika – Direktur Jenderal Aptika, serta Dwi Elfrida Martina, yang memberikan pandangan dan arahan terkait pelaksanaan Smart City di tingkat nasional.
Smart City: Lebih dari Sekadar Teknologi, Fokus pada Inovasi dan Kolaborasi
Sekda Chiristison R Marbun, dalam sambutannya, menjelaskan bahwa Smart City adalah konsep tata kelola kota yang bertujuan untuk menyelesaikan berbagai masalah masyarakat melalui pengelolaan sumber daya yang terintegrasi dan inovatif. Fokus utama dari Smart City bukanlah sekadar penerapan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) sebagai tujuan akhir, melainkan upaya untuk menciptakan terobosan inovatif dalam menangani masalah prioritas di daerah, serta mengembangkan sektor unggulan berbasis data dan kolaborasi antar sektor.

Menurut Chiristison, Smart City tidak hanya meningkatkan efisiensi birokrasi, tetapi juga mendorong terciptanya Smart People dan Smart Society, di mana masyarakat dilibatkan secara aktif dalam proses pembangunan. “Pembangunan Smart City harus mampu menghasilkan masyarakat yang cerdas dan berdaya, serta menciptakan kota yang sejahtera dan nyaman untuk ditinggali,” tambahnya.
Enam Dimensi Smart City Kabupaten Humbang Hasundutan: Membangun Kota Cerdas yang Komprehensif
Program Smart City di Kabupaten Humbang Hasundutan sendiri telah difokuskan pada enam dimensi utama, yang mencakup:
- Smart Governance (Tata Kelola Pemerintahan): Mengoptimalkan tata kelola pemerintahan dengan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan pelayanan publik.
- Smart Branding (Peningkatan Daya Saing Daerah): Meningkatkan citra dan daya saing daerah melalui inovasi berbasis teknologi.
- Smart Economy (Tata Kelola Ekonomi): Mendorong pertumbuhan ekonomi melalui solusi digital dan inovatif.
- Smart Living (Kelayakan Taraf Hidup Masyarakat): Meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui layanan publik yang lebih baik dan berbasis teknologi.
- Smart Society (Tata Kelola Ekosistem Masyarakat): Mengembangkan ekosistem masyarakat yang inklusif dan berkelanjutan.
- Smart Environment (Tata Kelola Lingkungan): Mewujudkan tata kelola lingkungan yang ramah dan berkelanjutan melalui teknologi hijau.
Dalam rangka mempercepat penerapan keenam dimensi tersebut, Kabupaten Humbang Hasundutan telah menetapkan Surat Keputusan Bupati Nomor 66 tahun 2024 tentang Pembentukan Dewan Smart City. Dewan ini berfungsi sebagai wadah partisipasi antar sektor yang bertugas memberikan rekomendasi, dukungan, serta memantau dan mengevaluasi perkembangan pelaksanaan Smart City.
Kolaborasi Antar Sektor untuk Mewujudkan Kota Cerdas
Dalam pelaksanaan Smart City, koordinasi dan kolaborasi antara berbagai stakeholder, termasuk pemerintah, sektor swasta, BUMN, BUMD, dan masyarakat, menjadi sangat krusial. Chiristison menekankan pentingnya kerjasama ini guna memperkuat pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta memberikan pelayanan publik yang lebih baik. “Inovasi dari setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus menjadi prioritas, dengan dukungan penuh dari berbagai elemen, termasuk BUMN dan perusahaan swasta,” ujar Chiristison.
Dengan adanya Dewan Smart City, Kabupaten Humbang Hasundutan berharap dapat menciptakan ekosistem kota yang lebih baik, cerdas, dan terintegrasi, sehingga mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi seluruh masyarakat di wilayah tersebut. (Demak S)
Post Views: 133