Home / Tak Berkategori

Selasa, 8 Oktober 2024 - 08:35 WIB

Rusia Tolak Ide Pembagian Wilayah Ukraina sebagai Solusi Damai: Peskov Sebut Tak Ada Dasar Nyata

Juru bicara Presiden Rusia, Vladimir Putin, Dmitry Peskov

Juru bicara Presiden Rusia, Vladimir Putin, Dmitry Peskov

Dmitry Peskov Tegaskan Moskow Tidak Akan Setuju dengan Kesepakatan Pembagian Wilayah, Ukraina Tetap Menolak

Moskow, suararepubliknews.com – Juru bicara Presiden Rusia, Vladimir Putin, Dmitry Peskov, pada hari Senin (07/10) dengan tegas menolak ide untuk mengakhiri perang di Ukraina melalui pembagian sementara wilayah negara tersebut, sebuah konsep yang dilaporkan telah diusulkan oleh beberapa negara Barat. Peskov menyebutkan bahwa meskipun banyak ide terkait kesepakatan damai telah dilontarkan, “tidak ada satupun yang memiliki dasar yang nyata.”

Dalam komentarnya, Peskov menyinggung “Juru bicara Presiden Rusia, Vladimir Putin, Dmitry Peskov”, yang merujuk pada laporan media bahwa pemerintah Jerman mungkin telah mendiskusikan usulan terkait pembagian wilayah Ukraina sebagai solusi sementara. Berdasarkan laporan dari surat kabar Italia La Repubblica, pada bulan September lalu, Jerman diduga mengusulkan agar Rusia menguasai sebagian wilayah Ukraina untuk sementara, sementara sisa wilayah Ukraina menjadi anggota NATO atau mendapatkan jaminan keamanan yang sama kuatnya.

Belum Ada Tanggapan dari Jerman atas Laporan Kesepakatan Damai

Meski demikian, pemerintah Jerman belum memberikan komentar resmi mengenai laporan ini. Sejauh ini, ide tersebut masih berada pada tahap spekulasi dan belum ada langkah konkret yang diambil.

Zelensky: Perdamaian Tanpa Tukar-Menukar Kedaulatan

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, di sisi lain, dengan tegas menolak setiap bentuk kesepakatan yang melibatkan pembagian wilayah atau pertukaran kedaulatan. Zelensky terus menuntut pengembalian semua wilayah yang saat ini dikuasai oleh Rusia, dan baru-baru ini menegaskan bahwa Ukraina hanya akan menerima perdamaian tanpa adanya kompromi terhadap kedaulatan atau wilayahnya.

Bagi Rusia, salah satu tujuan utama dari invasi ke Ukraina adalah untuk mencegah negara tersebut bergabung dengan NATO, yang dipandang Moskow sebagai ancaman terhadap keamanannya. Konflik ini terus berlanjut tanpa adanya solusi yang jelas, sementara masyarakat internasional berupaya mencari jalan menuju perdamaian.

Sumber: Anews
Editor: Stg
Copyright © suararepubliknews 2024

Share :

Baca Juga

Banten

IMALA Kecam Kenaikan Dana Reses DPRD Lebak, Sebut Wakil Rakyat Tak Peka Krisis Daerah
Jawara Banten Bersatu DPC Malingping Gelar Konsolidasi: Kebersamaan di Pantai, Dukungan DOB Cilangkahan!

Banten

Tragedi Subuh di Katapang: Pria Diduga Bunuh Diri Usai Aniaya Istri
Polda Maluku Siap Sambut Penerimaan Bintara Komisi Khusus Polri Tahun 2024-2025: Transparansi Jadi Prioritas
BELAJAR BERSAMA DENGAN PLANIT YANG HIDUP
Menteri PANRB di SPBE Summit: Digitalisasi Jadi Kunci, Tapi Jangan Berlomba Bikin Aplikasi Baru
Polres Garut Berhasil Tangkap Pengedar Sabu-Sabu di Komplek IBC, Terungkap Modus Pengiriman Narkoba
Tower Telkomsel On Air di Dua Desa Babat Supat, Warga Ucapkan Terima Kasih ke Pj Bupati Apriyadi Mahmud

Contact Us