Para Peneliti Menggunakan 3.000 Simulasi untuk Menjelaskan Orbit Aneh di Tata Surya Luar, Mengaitkan Kejadian Ini dengan Pengaruh Gravitasi Bintang yang Melintas Milyaran Tahun Lalu
Forschungszentrum Jülich, suararepubliknews.com – Di wilayah terluar Tata Surya, jauh dari cahaya dan panas Matahari, orbit-orbit aneh dari gugus objek batuan telah lama membingungkan para astronom. Beberapa di antaranya menduga adanya Planet Kesembilan yang tak terlihat, sebuah objek besar yang diduga mempengaruhi lintasan orbit objek-objek ini. Namun, hingga saat ini, pencarian planet hipotetis ini tidak menemukan bukti keberadaannya.
Sebuah penelitian baru mengusulkan solusi alternatif yang lebih sederhana: pengaruh dari bintang asing yang pernah melintasi Tata Surya miliaran tahun lalu. Tim ilmuwan yang dipimpin oleh Pfalzner melakukan lebih dari 3.000 simulasi untuk meneliti bagaimana interaksi Tata Surya dengan bintang asing dapat menjelaskan orbit eksentrik dari objek-objek di wilayah luar Tata Surya, yang dikenal sebagai Trans-Neptunian Objects (TNO).
Flyby Bintang Asing: Penyebab Orbit Aneh di Tata Surya
Dalam simulasi ini, tim peneliti menemukan bahwa bintang yang sedikit lebih kecil dari Matahari bisa saja melintas dekat dengan Tata Surya dan mengacaukan orbit objek-objek di bagian luar Tata Surya. Akibatnya, beberapa dari objek tersebut mengalami pergeseran orbit yang eksentrik, termasuk orbit terbalik dari objek seperti 2008 KV42 dan 2011 KT19, yang berlawanan dengan arah orbit planet-planet dan nyaris tegak lurus terhadap ekliptika.
Simulasi ini juga menunjukkan bahwa hingga 7,2 persen populasi TNO asli bisa saja terlempar ke bagian dalam Tata Surya, mendekati Matahari. Beberapa dari objek ini kemungkinan ditangkap oleh planet-planet raksasa, sehingga menjadi bulan-bulan yang memiliki karakteristik unik. Penelitian ini menawarkan penjelasan yang lebih sederhana mengapa planet-planet besar di Tata Surya luar memiliki dua jenis bulan yang berbeda.
Kekuatan Simulasi: Penjelasan Sederhana untuk Fenomena Kompleks
Menurut Simon Portegies Zwart dari Universitas Leiden, solusi flyby bintang ini merupakan model yang sederhana namun cukup masuk akal. Dengan satu faktor penyebab, yaitu bintang yang melintas, berbagai fenomena aneh di Tata Surya luar dapat dijelaskan, termasuk lintasan eksentrik dari objek-objek TNO yang sebelumnya diasosiasikan dengan keberadaan Planet Kesembilan.
Penelitian ini masih belum konklusif, dan para ilmuwan tidak menutup kemungkinan bahwa Planet Kesembilan mungkin ada, tetapi sangat sulit dilihat karena lokasinya yang jauh dan redup. Keterbatasan teknologi dan bias pengamatan juga menjadi faktor penghambat dalam mencari bukti lebih lanjut. Meski begitu, model flyby bintang menawarkan penjelasan yang layak dipertimbangkan.
Penelitian ini diterbitkan dalam dua makalah terpisah di jurnal Nature Astronomy dan The Astrophysical Journal Letters.**
Sumber: https://www.sciencealert.com/new-simulations-suggest-planet-nine-might-not-be-a-planet-at-all











