Suararepubliknews.com Tulungagung 12/02/2026 – Perjuangan para tenaga pendidik yang telah mendapatkan sk paruh waktu dalam usahanya untuk mendapatkan gaji yang layak dari semula yang hanya berkisar 350 ribu perbulan tak semulus yang dibayangkan.
Banyak rintangan yang harus dihadapi terutama oleh orang orang yang berkuasa di lingkup dinas pendidikan kabupaten Tulungagung.
Salah satunya terungkap saat kegiatan rapat dengar pendapat umum yang diadakan oleh dprd kabupaten Tulungagung atas permohonan yang disampaikan sebelumnya oleh perwakilan Guru dan tenaga kepegawaian nasional (GTKN) serta PGRI kabupaten Tulungagung, Tulungagung 12/02/2026
Adanya intimidasi dari pihak yang terkait langsung dari dinas pendidikan dan kepolisian yang diterima oleh perwakilan dari GTKN dan pengurus PGRI kabupaten Tulungagung juga menjadi pembahasan dalam kegiatan tersebut selain beberapa tuntutan yang sudah dirumuskan sebelumnya.
Intimidasi yang dilakukan sehari sebelum kegiatan tersebut dijelaskan langsung oleh muhadi selaku ketua pgri dan perwakilan gtkn yang hadir pada saat itu.
‘Kami sudah mendapatkan ancaman dari pak polisi bahwa kami nanti akan dipanggil semua dan juga bapak jendral darmono saking kementus(sangat sombong sekali)melakukan intimidasi tiap korwil untuk tidak boleh hadir,padahal solidaritas yang dilakukan adalah bentuk perjuangan terkait isi perut mereka sendiri’jelas muhadi.
Bahkan apa yang dilakukan bapak jendral darmono menurut muhadi merupakan suatu langkah yang lucu.
‘Mungkinkah darmono mau menanggung kehidupan para pppk paruh waktu ketika melakukan ancaman tersebut’lanjut muhadi.
Lebih lanjut terkait pernyataan muhadi menurut darmono ketika ditemui disalah satu ruangan di dinas pendidikan membenarkan terkait adanya hal tersebut(12/02/2026)
‘Kalaupun pada akhirnya nama saya disebut mau bagaimana lagi demi menjaga kondusifitas dan melaksanakan perintah dari pak suko dan bu deni setelah sebelumnya ada surat dari pak mali korwil boyolangu terkait adanya surat undangan tersebut’jelas darmono.
Lebih lanjut darmono juga menjelaskan adanya telpon dari pihak kepolisian yang bernama nova yang menghubungi terkait kegiatan tersebut.
‘Mas kelihatannya besok berdasarkan informasi kok ada pengerahan masa’jelas darmono mengutip pembicaraan pada saat melakukan telepon dengan pak nova tanpa menjelaskan lebih lanjut pengerahan masa seperti apa dan tindakan yang harus dilakukan untuk menjaga kondusifitas.
Informasi yang didapat dari pihak kepolisian juga langsung diteruskan oleh darmono ke pak suko untuk dapat dilakukan tindakan selanjutnya.
‘Tolong sampaikan kepada teman teman pasrahkan saja kepada 7 orang yang mewakili,biar nanti mereka yang akan mejelaskan hasilnya seperti apa,toh kita juga melaporkan hasilnya dan tidak akan merugikan teman teman semua’jelas darmono mengutip pernyataan kadin pendidikan.
Ancaman seperti apakah yang sebenarnya mereka dapatkan sedangkan sebagai bentuk rasa solidaritas bukan lagi satu atau 2 orang yang datang tetapi ratusan pppk paruh waktu yang ikut mengawal,apalagi juga diakui oleh darmono kalau kegiatan tersebut bukan demo.
‘Surat pemberitahuan kalau itu demo tidak ada dan kegiatan tersebut sudah diluar jam kerja mereka’pungkas darmono…. Kbt











