Suararepublik News, Penghuni apartemen Mangga Dua court (MDC) dipimpin oleh Andi Widiatno selaku koordinator juga anggota PPPSRS Apartemen MDC gelar rapat Pembentukan Forum Warga Mangga Dua Court ( FWMDC ) diperuntukkan untuk penghuni serta seluruh pemangku kepentingan yang berada di Apartemen MDC pada Sabtu 17/9/2022.
Agenda rapat kali ini bertujuan untuk dapat terbentuknya FWMDC, salah satunya sebagai wadah untuk menampung sengketa baik antara penghuni maupun dengan pihak manajemen Apartemen MDC, dan sekaligus mengesahkan AD/ART.
Dibentuknya FMDC ini menurut Andi Widiatno adalah bentuk penolakan terhadap rapat umum tahunan PPPSRS yang diselenggarakan oleh pengurus dan pengawas yang telah berakhir masa jabatannya, juga penolakan terhadap rapat yang diselenggarakan oleh panitia musyawarah yang bermasalah dalam pembentukannya.
Diwarnai keributan dan adu mulut saat Andi Widiatno dan penghuni lainnya serta rekan rekan jurnalis yang hendak masuk ke ruang rapat dihalangi oleh beberapa tim sekuriti Apartemen MDC yang pasang badan. Debat tidak dapat terelakan, keadaan menjadi tidak kondusif saat Andi dan beberapa penghuni memaksa masuk ke ruang fitness untuk rapat ditahan oleh barisan sekuriti. ” Maaf pak…kami Hanya menjalankan tugas dari pimpinan ” ucap sekuriti tegas. “
” Kalian tau tidak…pimpinan kamu itu sudah tidak berhak lagi jadi pimpinan karena sudah berakhir jabatannya dari bulan Juni lalu ” Jawab Andi kepada sekuriti yang menutup jalan masuk.
Ironis sekali, sebagai penghuni dan juga sebagai anggota P3SRS Andi Widiatno mengungkapkan kekecewaannya terhadap manajemen Apartemen MDC karena tanpa pemberitahuan mengunci pintu ruang rapat (fitnes) secara sepihak sehingga dia dan beberapa penghuni MDC terpaksa adakan rapat di depan pintu. Kami adalah pihak yang berhak untuk menggunakan ruang fitness pada hari ini Sabtu 17 september 2022 tegas Andi, kami sudah menembuskan surat pemberitahuan kepada Kapolsek Sawah Besar, Kapolres Jakarta Pusat, Danramil 02 Sawah Besar, Lurah Sawah Besar dan pihak PT Duta Pertiwi selaku pemilik dengan nomor sertifikat SHMSRS No.145/I/Tengah/Mangga Dua Selatan.
Ketika wartawan hendak mengkonfirmasikan insiden kecil di lantai 1 tersebut terkait larangan kepada Andi Widiatno menggunakan ruang fitnes yang sedianya akan dipakai untuk rapat kepada pihak managemen apartemen MDC ataupun Ketua P3SRS tidak berhasil, karena ruang kantor manajemen terlihat sudah kosong alias semua karyawan sudah tidak berada di kantor berdasarkan keterangan seorang sekuriti yang berjaga di depan pintu kantor berinisial (Y)” orang kantor sudah pada pulang kira kira jam 09.00 wib ” jawab sekuriti ( Y ) sembari menunduk dan berlalu pergi. Begitu juga dengan ketua P3SRS ( FT ) tidak terlihat di Lokasi apartemen MDC.
Dalam rapat pembentukan FWMDC kepada wartawan Andi selaku koordinator menyampaikan sedikitnya lima poin penting terkait kepengurusan P3SRS yang bertentangan dengan AD/ART seperti legalitas dari panitia musyawarah atau panmus tanggal 14 Maret 2022 undangan tidak pernah disampaikan kepada seluruh anggota, jumlah kehadiran tidak memenuhi kuorum dan dari rekaman terlihat jelas tidak ada yang memilih ketua sidang maupun anggotanya serta tidak ada mekanisme pemilihan susunan panitia ungkap Andi dengan nada penyesalan. – Sawal / Wennie –