Home / Tangerang Raya

Senin, 25 Mei 2026 - 16:04 WIB

Dugaan Pungli di Desa Tanjung Anom,(KPM) Dipungut 20 Ribu Saat Ambil Bansos.wow…

Tangerang,.Suara Republik News. – Bantuan sosial(Bansos) di Desa Tanjung Anom,Kecamatan Mauk,Kabupaten Tangerang,diduga terjadi pungutan terhadap sejumlah keluarga penerima manfaat (KPM).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, beberapa warga penerima bantuan mengaku diminta menyerahkan uang sebesar Rp20 ribu saat mengambil undangan bansos. Bantuan yang diterima berupa beras 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter, yang disebut berasal dari program pemerintah melalui Bulog dan Dinas Sosial., .Sabtu 23/05/2026.

‎Salah satu warga yang menjadi korban dugaan pungli, Dedy(Nama disamarkan) mengungkapkan, warga terlebih dahulu dipanggil oleh oknum RT untuk mengambil undangan bantuan. Namun dalam proses tersebut, warga mengaku diduga diminta memberikan sejumlah uang dengan alasan tertentu.

‎“Diduga meminta uang Rp 20 ribu dengan alasan kalau tidak memberi, undangan tidak diberikan. Akhirnya banyak KPM memberikan sesuai yang diminta,” ujar Dedy kepada wartawan.

‎Warga mengaku merasa terpaksa memberikan uang tersebut karena khawatir bantuan yang menjadi hak mereka tidak bisa diterima apabila tidak memenuhi permintaan tersebut.

‎Akibat praktik dugaan pungli itu menimbulkan keresahan di tengah masyarakat karena bantuan pemerintah semestinya diterima secara utuh tanpa pungutan dalam bentuk apa pun.

‎“Kalau memang bantuan dari pemerintah, kenapa harus ada biaya? Bukankah itu sama saja pungli?” tambahnya.

‎Selain dugaan pungli, warga juga mempertanyakan mekanisme distribusi bantuan dilakukan dikantor desa atau tempat pelayanan publik yang lebih terbuka dan mudah diawasi masyarakat.

‎“Setiap ada bantuan dari pemerintah selalu turun di kantor kepala desa,” tambah Dedy.

‎Atas kejadian tersebut, warga berharap pihak Kecamatan mauk, Dinas Sosial Kabupaten Tangerang, Inspektorat, hingga aparat penegak hukum segera turun melakukan pengecekan langsung ke lapangan guna memastikan ada atau tidaknya pungutan terhadap penerima bantuan sosial tersebut

‎Masyarakat juga meminta aparat tidak hanya melakukan klarifikasi administratif, tetapi turut menelusuri kemungkinan adanya praktik pungutan yang dilakukan secara berulang dalam setiap penyaluran bantuan sosial.

‎‎“Kami berharap ada tindakan tegas jika memang terbukti ada pungutan terhadap warga penerima bansos,” pintanya.

‎‎Sementara itu, Kepala Desa Tanjung Anom , Asbihani(Doni), coba dikonfirmasi melalui sambungan telepon maupun pesan singkat, mengatakan:waduh saya ga tau sampai ada nya pungli gtu,apalagi di oknum Rt,saya ga perintah,coba saya cek dulu y,kamu mah kalau ngomong enak aja,naik naik aja berita,jangan gtu lah,itu sfh saya tanya ternyata istri nya pk Rt yang minta in,kuranga ajar juga itu istri pk RT, tolong jangan di bikin berita dulu,kata Doni lirih.

Baca Juga  Diduga Oknum Marinir,dan Oknum PWI, Bekingi Pemasangan Tiang Provider Internet Yang Diduga Tak kantongi izin.

Hingga berita,dan pernyataan pk Lurah Doni,sangat di sayangkan tidak ada ketegasan,hingga berita ini ditayangkan,belum ada klarifikasi resmi dari pihak Desa Tanjung Anom

Holid/team

Share :

Baca Juga

Tangerang Raya

LSM GERAM Datangi Ombudsman Banten, Pertanyakan Penanganan Dugaan Maladministrasi Satpol PP Kota Tangerang

Tangerang Raya

Sebut aja Bg Gepeng,Semangat juang kebersamaan,untuk kepentingan Masyarakat

Tangerang Raya

Penanganan Remaja Terduga Pengedar Obat Keras Daftar G,di Klarifikasi Keabsahanya.

Tangerang Raya

Disegel Satpol PP, Proyek Lapangan Padel di Palem Semi Diduga Tetap Beroperasi

Tangerang Raya

Dosa Agraria di Pinang: Menguak Gurita Pengembang dan “Tangan Dingin” Birokrasi

Tangerang Raya

Anggota Bhabinkamtibmas Polsek Balaraja Giat Sambang & DDS Kepada Warga Binaan Guna Antisipasi Kamtibmas di Wilayah Hukum Polresta Tangerang

Tangerang Raya

Viral di TikTok, Dituding Hendak Minta Jatah, Bahar dan Otib Membantah Keras: “Kami Dirugikan dan Akan Tempuh Jalur Hukum”

Tangerang Raya

Bupati Humbahas Melaksanakan Peletakan Batu Pertama Pembangunan USB SMA N 2 Pollung

Contact Us