Home / Tak Berkategori

Senin, 20 Mei 2024 - 09:20 WIB

Gereja Katolik Hati Tak Bernoda Santa Perawan Maria – Bandung, Adakan Seminar Pembinaan Persiapan Perkawinan (PPP)

Gereja Katolik Hati Tak Bernoda Santa Perawan Maria di Bandung telah sukses menyelenggarakan acara Pembinaan Persiapan Perkawinan yang berlangsung selama tiga hari, dari Jumat, 17 Mei 2024 hingga Minggu, 19 Mei 2024. Acara ini dilaksanakan di Aula Klinik Silih Asih, Lantai 2, Jalan Suryalaya No. 3, Bandung, dan diikuti oleh 20 pasangan calon pengantin, termasuk 9 pasangan campuran antara Katolik dan non-Katolik.

Bandung.SuaraRepublikNews.com, – Seminar ini dirancang untuk memberikan pembekalan komprehensif bagi para calon pengantin dalam mempersiapkan kehidupan pernikahan mereka. Terdapat enam materi utama yang dibawakan dalam acara ini:

1.Spiritualitas dan Moralitas Perkawinan Katolik

Membahas nilai-nilai spiritual dan etika dalam pernikahan Katolik, sebagai fondasi kuat dalam kehidupan rumah tangga.

2.Pernikahan sebagai Sakramen

Menjelaskan makna pernikahan sebagai sakramen dalam Gereja Katolik, menekankan pentingnya komitmen yang sakral

3.Komunikasi Suami Istri

Mengulas pentingnya komunikasi yang efektif dan sehat dalam kehidupan rumah tangga untuk membangun hubungan yang harmonis.

4.Ekonomi Rumah Tangga

Memberikan panduan tentang pengelolaan keuangan keluarga, membantu pasangan dalam merencanakan anggaran dan menabung untuk masa depan.

5.Kesehatan Reproduksi dan Keluarga Berencana Alami (KBA)

Menyajikan informasi mengenai kesehatan reproduksi dan metode keluarga berencana alami yang sesuai dengan ajaran Katolik.

6.Panggilan Menjadi Orangtua

Membahas tanggung jawab dan peran sebagai orang tua dalam mendidik anak dengan nilai-nilai Kristiani.

Pastor Yohanes A Cruce Kristiono Hartanto, Pr, selaku Pastor kepala Paroki melalui Diakon Ricky Fernando Sitio, OSC, membuka acara dengan sesi materi yang menekankan bahwa pernikahan adalah persatuan hati, pikiran, perasaan, dan kemauan. Ia menjelaskan bahwa melalui tukar pikiran, saling membagi perasaan, dan penyesuaian kemauan, suami dan istri dapat menjadi lebih bersahabat, akrab, saling memahami, dan saling menghargai. Hal ini penting untuk membuat pasangan merasa benar-benar disayangi.

Diakon Sitio juga membahas mengenai keunikan perkawinan Katolik yang mengikat seumur hidup yang hanya dapat diputuskan oleh kematian salah satu dari pasangan. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya kesetiaan terhadap komitmen perkawinan serta hak dan kewajiban suami istri, keabsahan perkawinan Katolik, halangan perkawinan, dan peneguhan perkawinan gerejani.

Sesi-sesi berikutnya melibatkan berbagai pembicara yang ahli di bidangnya, termasuk ekonom, psikolog, dan dokter. Para peserta sangat antusias dan aktif terlibat dalam sesi tanya jawab, menunjukkan minat yang besar untuk memahami dan mempersiapkan diri menghadapi berbagai aspek kehidupan perkawinan.

Pada hari terakhir Minggu (19/05/24), sesi materi penutup tentang panggilan menjadi orangtua yang dipandu oleh Prando Wandi Situngkir, S.Kom., MMRS., FISQua bersama dengan sang istri terkasih Lastriati Sianturi. Pasangan ini memberikan wawasan praktis dan moral mengenai tanggung jawab besar sebagai orang tua. Dan pasangan ini juga memberikan saran-saran yang sangat berguna bagi para calon pengantin dalam menghadapi tantangan modern dalam berkeluarga dan mendidik anak. Sebagai penutup acara, sertifikat diberikan kepada semua peserta oleh Ketua Seksi Keluarga,  Sen Hok Sutanto dan istri Fanny Suyanti. Pemberian sertifikat ini menandakan kelulusan peserta dari program pembinaan dan pengakuan atas keseriusan mereka dalam mempersiapkan diri untuk kehidupan pernikahan yang penuh tanggung jawab.

Seminar ini juga mencakup sesi foto bersama dan pengucapan yel-yel yang penuh semangat oleh para peserta. Yel-yel “Pembinaan Persiapan Perkawinan, Langkah Kita Pasti, Satu Hati, Satu Jiwa Menuju Masa Depan Bersama Yes…Yes… Yes…!!!” menggema dengan penuh antusias, mencerminkan semangat dan komitmen pasangan dalam mempersiapkan masa depan mereka. Seminar ini tidak hanya menjadi ajang pembekalan pengetahuan, tetapi juga forum diskusi dan interaksi antar pasangan yang sangat bermanfaat dalam membangun jaringan dukungan sosial. Peserta menunjukkan antusiasme dan komitmen yang tinggi dalam setiap sesi, yang menandakan keseriusan mereka dalam mempersiapkan diri sebaik mungkin sebelum memasuki kehidupan pernikahan.

Dengan berakhirnya acara pada hari Minggu, Gereja Katolik Hati Tak Bernoda Santa Perawan Maria berharap para peserta dapat mengaplikasikan pengetahuan dan wawasan yang telah mereka peroleh dalam membangun keluarga yang bahagia, harmonis, dan sejalan dengan ajaran Gereja Katolik. Acara ini diharapkan dapat menjadi bekal yang kuat bagi pasangan-pasangan tersebut dalam menjalani kehidupan rumah tangga yang penuh berkat dan kebahagiaan.

Untuk informasi lebih lanjut tentang kegiatan dan program lainnya, dapat menghubungi Kontak Media berikut :

Gereja Katolik Hati Tak Bernoda Santa Perawan Maria (HTBSPM)

Jl. Surya Laya No.12, Bandung

Tel: (022) 1234567

Email: info@gerejahtspm-bandung.org

(Sumber: Tim Seksi Keluarga HTBSPM)

Share :

Baca Juga

Loka Karya Triwulan, Kecamatan Ciparay, Di Buka Camat Ciparay
Kepala BNN Kota Gunungsitoli Menerima Kunjungan DPD AKRINDO kepulauan Nias

Banten

Tandatangani PKS PSEL, Bupati Serang Ratu Zakiyah Yakini Persoalan Sampah Bakal Tertangani.

Maluku

Hari Ke-11 Operasi Patuh Salawaku Masih Ditemukan 35 Pelanggaran Lalulintas

Maluku

Maulid Nabi di Paniai, Satgas Ops Damai Cartenz Bersama Warga Muslim Gelar Pengajian Dengan Khidmat

Jawa Barat

Gencar Berantas Peredaran Obat Keras Ilegal, Satres Narkoba Polresta Cirebon Ringkus Tiga Pengedar Dalam Semalam

Banten

Tragedi di Curug Goong Pandeglang: Pengunjung Meninggal Dunia Setelah Terpeleset dan Tenggelam
55 Siswa Siswi Baru SD Negeri Kramat V Kec. Paku Haji Kab. Tangerang Memulai Perjalanan Pendidikan Dengan Antusias

Contact Us