Home / Tak Berkategori

Jumat, 15 November 2024 - 17:49 WIB

Penerapan Sekolah/Madrasah Aman Bencana 2024: Membangun Generasi Tangguh di Kota Cimahi

Pemerintah Daerah Kota Cimahi melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi menyelenggarakan kegiatan Penerapan Sekolah/Madrasah Aman Bencana (S/MAB) tahun 2024 yang berlangsung pada 12-14 November 2024

Pemerintah Daerah Kota Cimahi melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi menyelenggarakan kegiatan Penerapan Sekolah/Madrasah Aman Bencana (S/MAB) tahun 2024 yang berlangsung pada 12-14 November 2024

Meningkatkan Kesiapsiagaan dan Keselamatan Masyarakat Lewat Pendidikan Kebencanaan di Sekolah

Cimahi, suararepubliknews.com – Pemerintah Daerah Kota Cimahi melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi menyelenggarakan kegiatan Penerapan Sekolah/Madrasah Aman Bencana (S/MAB) tahun 2024 yang berlangsung pada 12-14 November 2024. Kegiatan ini diselenggarakan di dua lokasi, yaitu SMPN 2 Cimahi dan SMPN 3 Cimahi, dan melibatkan berbagai pihak dari satuan pendidikan, kelurahan, puskesmas, serta Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) dari Kelurahan Setiamanah dan Kelurahan Baros.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, khususnya para siswa, guru, serta masyarakat di sekitar sekolah, dalam menghadapi potensi bencana. Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Kota Cimahi, Budi Raharja, yang hadir sebagai penutup acara pada Kamis (14/11), menyampaikan betapa pentingnya inisiatif seperti ini untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya aman, tetapi juga memiliki kesiapan dalam menghadapi bencana.

Membangun Kesadaran dan Sikap Tanggap Bencana pada Generasi Muda

Budi Raharja dalam sambutannya mengungkapkan bahwa kegiatan Sekolah/Madrasah Aman Bencana (SMAB) adalah bagian dari upaya besar pemerintah dalam menjamin keselamatan dan keamanan siswa serta tenaga pendidik.

“Melalui pendidikan kebencanaan, kita tidak hanya menyelamatkan mereka pada saat terjadi bencana, tetapi juga menumbuhkan rasa peduli terhadap sesama dan lingkungan sekitar,” ujar Budi.

Lebih lanjut, Budi menjelaskan bahwa ada tiga pilar utama dalam penerapan pendidikan yang aman bencana di sekolah. Tiga pilar ini mencakup:

  1. Fasilitas Sekolah Aman: Pemeliharaan dan penguatan gedung sekolah untuk mengurangi risiko kerusakan saat terjadi bencana.
  2. Manajemen Bencana di Sekolah: Proses perencanaan dan pengelolaan situasi darurat, termasuk pelaksanaan rencana evakuasi dan pengurangan risiko bencana secara terstruktur.
  3. Pendidikan Pencegahan dan Pengurangan Risiko Bencana: Mengedukasi siswa dan warga sekolah untuk mengenali risiko bencana serta cara-cara mitigasi dan kesiapsiagaan.

Budi menegaskan bahwa edukasi kebencanaan harus dimulai sejak dini, dari individu, keluarga, sekolah, hingga masyarakat. “Simulasi bencana harus dilakukan secara rutin, sehingga para siswa terbiasa menghadapi bencana yang sesungguhnya,” harapnya.

Pentingnya Simulasi dan Pelatihan Secara Mandiri

Budi juga menekankan pentingnya latihan dan simulasi bencana yang dapat dilakukan secara mandiri oleh pihak sekolah.

“Dengan rutin melakukan simulasi, diharapkan siswa dan tenaga pendidik dapat lebih sigap dalam menghadapi situasi darurat. Ke depan, sekolah-sekolah di Kota Cimahi diharapkan bisa mandiri dalam melaksanakan simulasi bencana,” pungkasnya.

Membangun Budaya Siaga di Sekolah dan Masyarakat

Kepala BPBD Kota Cimahi, Andhy Fitriawan, dalam laporannya menambahkan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membangun budaya siaga dan budaya aman di kalangan pelajar. Melalui SMAB, diharapkan pengetahuan tentang kebencanaan dapat tersebar luas ke masyarakat, dengan sekolah sebagai pusat penyebarluasan informasi dan pelatihan.

Materi yang diberikan dalam kegiatan ini meliputi:

  • Workshop Penerapan Sekolah/Madrasah Aman Bencana
  • Pembentukan Tim Siaga Bencana Sekolah
  • Praktek Pemetaan Jalur Evakuasi Sekolah
  • Standar Operating Prosedur (SOP) Evakuasi Mandiri Bencana Gempa Bumi
  • Simulasi Evakuasi Mandiri Bencana Gempa Bumi

Simulasi yang dilakukan di kedua sekolah tersebut memberikan gambaran langsung kepada peserta tentang bagaimana cara bertindak dan bereaksi dengan cepat dan tepat saat terjadi bencana. Para siswa dan guru diberikan pemahaman terkait jalur evakuasi yang aman, prosedur yang harus diikuti, dan langkah-langkah mitigasi yang harus dilakukan untuk melindungi diri mereka dari ancaman bencana.

Pentingnya Kolaborasi dalam Penanggulangan Bencana

Andhy Fitriawan juga menggarisbawahi pentingnya kerjasama antara sekolah, pemerintah, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih siap menghadapi bencana.

“Kegiatan ini bukan hanya untuk kepentingan sekolah saja, tetapi untuk seluruh masyarakat, agar bisa sama-sama belajar dan berbagi pengetahuan tentang cara-cara mengurangi risiko bencana,” jelas Andhy.

Kegiatan SMAB 2024 ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan budaya siaga bencana yang lebih luas, dengan sekolah sebagai agen perubahan di masyarakat. Dengan demikian, diharapkan para siswa, tenaga pendidik, dan warga sekitar akan lebih siap dan mampu mengatasi bencana dengan lebih baik.

Pewarta: Bidang IKPS & Tera
Editor: Stg
Copyright © suararepubliknews 2024

Share :

Baca Juga

Jaga Stabilitas Keamanan, Satgas Ops Damai Cartenz 2025 Pantau Yalimo dari Udara
Prediksi Bahrain vs Indonesia: Pertarungan Penting Demi Lolos ke Piala Dunia 2026 di Kualifikasi Zona Asia
Dari Pusat Kota Tulungagung Kirab Bendera Merah Putih Berjalan Kaki Warnai Dirgahayu Kemerdekaan
Sumpah Pemuda ke -94 Tahun 2022, PBB Humbahas Mengadakan Turnamen Futsal antar Club se Kabupaten Humbahas.
Terima Lembaga Pemangku Adat Kesultanan Banten, Pj Gubernur A Damenta: Kita Terima Semua Masukan

Tulungagung

Oknum Pegawai Dinas Pengairan Tulungagung,Gunakan Rumah Dinas Sebagai Lahan Parkir Raih Keuntungan Pribadi
Polda Maluku dalam Kurun Waktu Dua Tahun Berhasil Mengungkap 39 Kasus Korupsi Kerugian Mencapai Rp. 33 M di Wilayah Maluku
Minimarket di Sindang Jaya Tangerang Dibobol Maling

Contact Us