Home / Tak Berkategori

Minggu, 26 Mei 2024 - 09:33 WIB

AS Antisipasi Potensi Korut Ambil Tindakan Militer Jelang Pilpres

Para petinggi AS siaga untuk kemungkinan Korea Utara melakukan aksi militer “paling provokatif” dalam satu dekade terakhir menjelang pemilihan presiden pada 5 November, barangkali karena dorongan dari Presiden Rusia Vladimir Putin, demikian laporan NBC News pada hari Jumat (24/05).

Washington.SuaraRepublikNews.com, – Dikutip melalui pernyataan enam pejabat senior AS, media tersebut juga mengatakan bahwa Amerika Serikat memiliki rencana darurat untuk merespons apabila Pyongyang mengambil tindakan agresif di Zona Demiliterisasi yang memisahkan kedua Korea, atau membombardir pulau-pulau perbatasan Korea Selatan, sebuah tindakan agresif yang tidak pernah terlihat lagi sejak tahun 2010.

“Kami yakin jika Korea Utara akan melakukan tindakan provokatif tahun ini. Ini hanya masalah seberapa besar eskalasinya,” kata seorang pejabat intelijen AS yang dikutip oleh media.

 

Dikutip dari Yonhapnews, dikatakan bahwa para pejabat AS meyakini bahwa waktu provokasi Korea Utara dapat dirancang untuk “menciptakan kekacauan di bagian lain dunia,” karena pemilihan presiden akan menjadi pertandingan ulang antara Presiden Joe Biden dan mantan Presiden Donald Trump.

Perkiraan mengenai kemungkinan provokasi di tahun pemilu ini muncul ketika Putin sedang mempersiapkan kunjungan ke Pyongyang untuk pertemuan puncak dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un

Hubungan antara Moskow dan Pyongyang telah menjadi sorotan internasional karena Korea Utara telah memasok Rusia dengan amunisi dan rudal untuk dipergunakan di Ukraina, dan Pyongyang diduga telah menerima beberapa bentuk kompensasi.

Para perwira intelijen AS menduga bahwa Putin memberikan teknologi kapal selam nuklir dan rudal balistik kepada Korut sebagai imbalan atas transfer senjata dari Pyongyang, demikian ungkap sebuah media, mengutip dari pernyataan para perwira intelijen tersebut.

 

“Para petinggi juga khawatir bahwa Rusia mungkin akan membantu Korea Utara menyelesaikan langkah-langkah terakhir yang diperlukan untuk meluncurkan kapal selam pertamanya yang mampu meluncurkan rudal bersenjata nuklir,” kata laporan itu.

Kekhawatiran juga merebak di Seoul mengenai kemungkinan Pyongyang melakukan uji coba rudal. Beberapa pengamat menyoroti kemungkinan Korut melakukan provokasi dengan intensitas tinggi yang mirip dengan penenggelaman kapal korvet Korea Selatan Cheonan pada tahun 2010 atau penembakan pulau perbatasan Korea Selatan, Yeonpyeong, pada tahun yang sama.

Stasiun televisi tersebut mengutip seorang pejabat senior AS yang mengatakan, “Kami akan siap dan bersiaga.”

Pejabat lain mengatakan bahwa Rusia mungkin merasa ragu untuk menyarankan Korea Utara agar mengambil tindakan yang dimaksudkan untuk menciptakan “kejutan pada bulan Oktober” sebelum pemilihan umum AS, karena Cina, mitra utama Rusia, pada umumnya tidak menginginkan ketidakstabilan di kawasan itu.

Seoul, Washington dan Tokyo telah memperhatikan dengan seksama kemitraan yang berkembang di antara Korea Utara, Rusia dan Cina karena imbas keamanannya di Semenanjung Korea dan sekitarnya. (Stg).

Korut Amerika, Perang, Headline

Share :

Baca Juga

Pemerintah Desa Lumban Sialaman Gelar Musyawarah RKPDes Tahun 2025: Sinergi untuk Pembangunan Desa
Nota Jawaban Bupati Humbahas Atas Pandangan Umum Fraksi DPRD terhadap 7 Ranperda
Prediksi Europa League: Dynamo Kyiv Siap Amankan Tiga Poin Kontra Plzen di Liga Europa

Maluku

Polisi Ungkap Kasus Penikaman Mahasiswa di Ambon, Satu Tersangka Ditangkap
Prioritas Cegah Bencana Alam, Pj Bupati Apriyadi Rakor dengan Presiden RI Joko Widodo
Wabup Humbahas MerasaSangat Bangga Atas Kunjungan Staf Khusus Wakil Presiden RI ke Humbahas
Evaluasi Operasi Zebra Lodaya 2024: Polda Jabar Tingkatkan Kesadaran Berlalu Lintas dan Tekan Angka Kecelakaan
Polresta Cirebon Ungkap 12 Kasus Narkoba Selama November 2025, 15 Tersangka Diamankan

Contact Us