Home / Tak Berkategori

Selasa, 5 April 2022 - 13:06 WIB

Romo Kefas : Harapan Saya  Napak Tilas Rasul Jawa Menjadi Sebuah Tradisi Baru Dan Memahami Kekristenan Nusantara Sebagai Pintu Masuk Menjaga Kebhinekaan

Suararepubliknews, Kota Tangerang – Pewarna Indonesia telah menyelesaikan Kegiatan yang cukup membuat energi dan focus perhatian semua mata terpusat dengan kegiatan Napaktilas Rasul Jawa pada hari minggu (3/4) pagi, Kontingen Napaktilas Rasul Jawa telah memasuki Jakarta dan pesertapun kembali kedaerah masing masing.

Pada kesempatan di minggu sore (3/4) Ketua Pewarna Indonesia Propinsi Jawa Barat di kediamannya berbincang – bincang dengan awak media dengan membagikan pengalamannya sepanjang Perjalanan Napaktilas Rasul Jawa Ini.

Menurut Pria yang disapa Romo Kefas bahwa menurutnya perjalanan spritual ini akhirnya membuka mata kita bahwa ke kristenan nusantara itu muncul dan berkembang bukan sebagai sebuah aliran baru, akan tetapi tokoh – tokoh seperti tunggul wulung, Paulus Tosari, Sadrach, Jelesma, Colen menggunakan Kearifan Budaya Lokal sebagai jalan memberitakan Yesus Kristus atau bisa dikatakan menggabungkan budaya yang berlaku di Jawa untuk di pakai dalam metode penginjilan untuk menjangkau Jiwa.

Bukan hanya para rasul – rasul Jawa ini bukan saja hanya focus dalam penginjilan semata tapi secara aktife membangun komunitas yang guyub dalam berbagai prespektif dengan membangun desa – desa kristen, dan juga mereka sebagai pejuang di jamannya dengan melawan penjajahan Belanda VOC kala itu.

Memang dari tradisi – tradisi lisan atau tradisi tutur yang berkembang di sekitarnya seringkali menceritakan hal – hal yang tak masuk akal atau hal – hal yang terkait dengan goib, Ucapnya.

Tapi harapan saya bahwa Kegiatan Napaktilas Rasul Jawa Ini bukan saja sampai disini, akan tetapi ini adalah sebuah pintu Masuk, untuk ada sebuah kajian – kajian konfrenhesif tentang sosok dari para rasul jawa, agak khalayak luas bisa tahu dan tentang jejak rekam serta peran beliau – beliau semasa hidupnya, mungkin bisa juga menjadi salah satu kurikulum Pendidikan agar semua warga bangsa paham bahwa semua komponen bangsa dalam kapasitasnya pun sama – sama berkarya di negeri ini dan juga pernah sama – sama berjuang mengusir penjajah di masanya, pungkas pria yang juga aktive di berbagai NGO belanegara kepada awak media

(margareth)

Share :

Baca Juga

Banten

Najib Hamas Pastikan Pelayanan SPPG Citerep Ciruas sesuai SOP BGN
Jelang PJA Tahun 2024, 2 Kelurahan/Desa di Muba Masuki Tahapan Penilaian Panitia Seleksi Daerah

Tangerang Raya

Proyek Rehabilitasi SMAN 10 Kota Tangerang Senilai Rp2,4 Miliar Disorot: Pelaksana Tak Transparan, Sekolah Tak Dilibatkan
Tidak Bosan-Bosan, Satgas Yonif Mekanis 203/AK Bantu Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Tangerang Raya

Rilis Akhir Tahun 2025 Polresta Tangerang: Angka Kriminalitas Turun 16,6 Persen

Tulungagung

Muspadi Desa Jenglungharjo tahun 2026
Polri Komitmen Jaga Perdamaian dan Pembangunan di Papua
Anggaran Pengelolaan Sampah Tangerang Selatan Meningkat Tajam: DLH Dipertanyakan Soal 77 Miliar Rupiah

Contact Us