Bandung, suararepubliknews.com – Wajar kalau sesekali bangun di tengah malam buat buang air kecil. Tapi, kalau sering banget, ini bisa jadi gejala nokturia, lho!
Apa Itu Nokturia?
Nokturia adalah kondisi di mana kamu sering banget ingin buang air kecil pada malam hari. Biasanya, penderita nggak bisa menahan kencing alias inkontinensia urine, sehingga waktu tidur jadi terganggu.
Gejala Nokturia
Gejala utama nokturia tentu saja buang air kecil atau kencing dalam jumlah banyak di malam hari. Idealnya, kamu bisa tidur selama 6-8 jam tanpa terganggu karena produksi urine menurun saat tidur. Tapi, penderita nokturia mungkin harus bangun setidaknya dua kali di tengah malam untuk buang air kecil. Lama-lama, kondisi ini bisa menyebabkan kurang tidur dan menurunkan kualitas tidur.
Kalau kamu kurang tidur, gejalanya bisa macam-macam, mulai dari:
- Mood turun dan cenderung depresi
- Sering menguap dan mengantuk
- Lebih cepat lelah
- Susah berkonsentrasi
- Kurang motivasi
- Mudah marah dan lupa
Penyebab Nokturia
Nokturia biasanya jadi tanda ada gangguan kesehatan lain. Nah, ini dia beberapa kondisi yang bisa bikin kamu sering kencing di malam hari:
- Sleep Apnea Gangguan tidur yang bisa bikin napas berhenti sejenak saat tidur. Ini memicu hormon ANH yang meningkatkan produksi urine.
- Gagal Jantung Kongestif Cairan menumpuk di kaki dan kembali masuk ke aliran darah saat berbaring, bikin produksi urine meningkat.
- Diabetes Gula darah tinggi menarik lebih banyak air ke urine, bikin kamu sering buang air kecil.
- Gangguan Saraf Penyakit seperti Parkinson, Alzheimer, dan multiple sclerosis bisa mengganggu sinyal yang mengatur fungsi kandung kemih.
- Obat-obatan Diuretik Obat untuk darah tinggi dan gagal jantung meningkatkan volume urine.
- Infeksi Saluran Kemih Infeksi yang nggak diobati bisa bikin kandung kemih nggak mampu mengeluarkan urine sepenuhnya.
- Kehamilan Volume darah bertambah dan kandung kemih tertekan oleh janin yang berkembang.
Cara Mendiagnosis Nokturia
Diagnosis nokturia perlu banyak pemeriksaan untuk memastikan penyebabnya. Dokter akan menanyakan riwayat medis dan melakukan serangkaian tes seperti tes gula darah, urinalisis, hingga CT scan dan USG.
Tips Mengatasi Nokturia
Cara terbaik buat ngatasin nokturia adalah dengan konsumsi obat-obatan dan perubahan gaya hidup. Beberapa jenis obat yang bisa dikonsumsi antara lain antikolinergik, bumetanide, furosemide, dan desmopressin.
Selain itu, perubahan gaya hidup yang bisa membantu:
- Kurangi minum banyak air, alkohol, atau minuman berkafein sebelum tidur.
- Batasi makanan yang mengiritasi kandung kemih seperti makanan asam dan pedas.
- Lakukan latihan otot panggul atau senam Kegel.
- Tidur dengan mengganjal kaki agar posisinya lebih tinggi.
- Pakai stoking khusus untuk mencegah penumpukan cairan pada kaki.
- Minum obat diuretik enam jam sebelum tidur.
- Tidur siang selama 20-30 menit untuk mengganti tidur malam yang kurang.
Nokturia memang nggak berbahaya, tapi bisa banget mengacaukan siklus tidur dan memengaruhi keseharianmu. Jangan abaikan, ya! Segera konsultasikan ke dokter kalau sering banget buang air kecil di malam hari. (stg)
Sumber: my.clevelandclinic “Causes, Symptoms, Diagnosis & Treatment”











