Bandung, suararepubliknews.com – Kucing dikenal sebagai hewan yang sering mengeong untuk berkomunikasi, baik dengan sesama kucing maupun dengan manusia. Intensitas mengeong pada kucing bisa bervariasi tergantung pada usia dan rasnya. Contohnya, anak kucing biasanya lebih sering bersuara dibandingkan kucing dewasa, terutama ketika merasa lapar, kedinginan, atau ketakutan.
Beberapa ras kucing, seperti kucing siam, dikenal sangat “cerewet” karena sering mengeong sepanjang waktu. Jika kucing Anda mulai mengeong lebih sering dari biasanya, terutama di malam hari, ini bisa menjadi penyebab kekhawatiran. Penting untuk memahami alasan di balik perilaku ini agar Anda bisa merespons dengan tepat.
Kucing Lebih Aktif pada Malam Hari
Kucing tergolong hewan crepuscular, yang berarti mereka lebih aktif pada waktu fajar dan senja. Mereka juga sangat teritorial dan akan berusaha keras untuk mempertahankan wilayahnya dari penyusup, seperti kucing atau hewan lain. Terkadang, kucing akan mengeong keras untuk mengusir penyusup sebagai tanda peringatan sebelum berkelahi.
Mencari Perhatian
Kucing yang mengeong di tengah malam mungkin hanya mencari perhatian. Hal ini sering terjadi pada kucing peliharaan yang ditinggal sendirian di rumah, sementara pemiliknya bekerja atau beraktivitas di luar rumah sepanjang hari. Kucing yang tidak mendapatkan cukup aktivitas fisik dan stimulasi mental pada siang hari mungkin menyalurkan kelebihan energinya dengan mengeong pada malam hari.
Merasa Lapar atau Haus
Jam biologis tubuh kucing tidak hanya mengontrol aktivitas mereka tetapi juga rasa lapar dan haus. Kucing yang merasa lapar atau haus akan terus mengeong untuk meminta makanan atau minuman, terutama jika kebutuhan ini belum terpenuhi sebelum Anda tidur.
Melihat atau Mendengar Sesuatu
Kucing memiliki insting berburu yang kuat meskipun sudah menjadi peliharaan. Pada malam hari, mereka bisa mendengar suara burung atau hewan lain dengan lebih jelas, yang memicu mereka mengeong sebagai respons terhadap suara mangsanya.
Mengalami Gangguan Kesehatan
Mengeong terus-menerus hingga tengah malam bisa menjadi tanda kucing mengalami gangguan kesehatan. Vokalisasi berlebihan ini paling sering ditemui pada kucing yang mengidap gangguan ginjal atau hipertiroidisme (kelenjar tiroid yang terlalu aktif).
Kucing Berusia Lanjut atau Senior
Sama seperti manusia, kucing senior bisa mengalami demensia dan gangguan kognitif lainnya, yang menyebabkan kebingungan dan disorientasi. Kucing dengan gangguan kognitif ini cenderung lebih sering mengeong pada malam hari karena merasa tidak aman sendirian setelah semua orang sudah tidur. Fungsi penglihatan kucing senior juga cenderung menurun pada malam hari.
Sedang Birahi dan Ingin Kawin
Mengeong pada malam hari juga bisa menjadi tanda kucing sedang birahi. Ini adalah cara mereka menarik perhatian lawan jenis untuk memulai perkawinan. Kucing betina biasanya memasuki masa subur pada usia empat bulan, sedangkan kucing jantan sekitar usia 7–9 bulan.
Mengerti alasan di balik kucing yang sering mengeong pada malam hari bisa membantu Anda memberikan perawatan yang lebih baik untuk mereka. Jika kucing Anda terus-menerus mengeong dan Anda merasa khawatir, konsultasikan dengan dokter hewan untuk memastikan tidak ada masalah kesehatan yang mendasari perilaku tersebut. Dengan pemahaman yang lebih baik, Anda bisa membuat kucing Anda merasa lebih nyaman dan tenang sepanjang malam. (Stg)
Sumber: animalhumanesociety “Cat keeping you awake? How to manage night activity”










