Home / Tak Berkategori

Rabu, 31 Juli 2024 - 13:16 WIB

Warga Dusun Wonokoyo Gelar Fogging Mandiri untuk Cegah DBD

warga Dusun Wonokoyo di Desa Ngrejo, Kecamatan Tanggunggunung, melaksanakan fogging mandiri pada hari Rabu (31/07)

warga Dusun Wonokoyo di Desa Ngrejo, Kecamatan Tanggunggunung, melaksanakan fogging mandiri pada hari Rabu (31/07)

Tulungagung, suararepubliknews.com – 31/07/2024, Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah salah satu penyakit menular yang sudah lama dikenal di Indonesia. Pertama kali ditemukan pada tahun 1968 di Jakarta dan Surabaya, penyakit ini telah menyebabkan angka kematian yang sangat tinggi pada awal kemunculannya. Setiap lima tahun sekali, DBD sering kali dikategorikan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) karena lonjakan kasusnya.

Pentingnya Edukasi dan Pencegahan

Data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan bahwa jumlah kasus DBD di Indonesia masih tergolong tinggi. Oleh karena itu, edukasi masyarakat mengenai penyakit ini sangat diperlukan untuk mengurangi risiko penularan. Masyarakat harus mengetahui langkah-langkah antisipasi untuk mencegah penyebaran DBD.

Mengenal Demam Berdarah Dengue

Penyakit DBD dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu demam dengue (dengue fever) dan demam berdarah dengue (dengue hemorrhagic fever). Perbedaannya terletak pada kebocoran pembuluh darah. Demam berdarah dengue menyebabkan kebocoran pembuluh darah, sedangkan demam dengue tidak.

DBD adalah penyakit menular yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus dengue. Selain Aedes aegypti, jenis nyamuk lain seperti Aedes albopictus, Aedes polynesiensis, dan Aedes scutellaris juga bisa menjadi vektor virus dengue, meskipun tidak seefektif Aedes aegypti. Penyakit ini pertama kali dilaporkan terjadi di Filipina pada tahun 1953 dan kemudian menyebar dengan cepat di beberapa negara tropis dan subtropis, termasuk Indonesia. Meski sering menyerang anak-anak di bawah 15 tahun, orang dewasa dan lansia juga bisa mengidap DBD.

Nyamuk Aedes aegypti akan menjadi pembawa virus dengue setelah menghisap darah orang yang mengidap DBD. Virus ini akan menyebar dalam tubuh nyamuk selama 8 hingga 12 hari, setelah itu nyamuk yang terinfeksi dapat menularkan virus dengue ke orang lain.

Fogging Mandiri di Dusun Wonokoyo

Menyikapi lonjakan kasus DBD dan banyaknya warga yang terindikasi terjangkit penyakit ini, warga Dusun Wonokoyo di Desa Ngrejo, Kecamatan Tanggunggunung, melaksanakan fogging mandiri pada hari Rabu (31/07). Hendri, Kepala Kewilayahan Dusun Wonokoyo (Kasun), mengungkapkan bahwa fogging dilakukan sebagai langkah antisipasi.

“Banyaknya warga yang terindikasi terjangkit DBD membuat kami mengambil langkah untuk melaksanakan fogging mandiri. Sasaran fogging tidak hanya rumah warga, tetapi juga tempat ibadah dan sekolah,” tutur Hendri.

Tindakan Pencegahan yang Dilakukan

Selain fogging, warga juga diimbau untuk melakukan tindakan pencegahan lainnya, seperti:

  1. Menguras dan menutup tempat penampungan air – untuk mencegah nyamuk berkembang biak.
  2. Mengubur barang bekas yang bisa menampung air – seperti kaleng bekas, ban bekas, dan pot bunga.
  3. Menggunakan kelambu atau obat nyamuk – saat tidur, terutama di daerah yang banyak nyamuk.

Harapan untuk Masa Depan

Dengan adanya fogging dan edukasi yang intensif, diharapkan kasus DBD di Dusun Wonokoyo dan daerah lain di Indonesia dapat berkurang. Masyarakat diharapkan terus waspada dan aktif melakukan langkah-langkah pencegahan untuk menjaga kesehatan bersama.

Artikel ini mencakup penjelasan lengkap tentang DBD, pentingnya edukasi dan pencegahan, serta tindakan konkret yang diambil oleh warga Dusun Wonokoyo untuk melawan penyebaran penyakit ini. (Yps/Kbt)

Share :

Baca Juga

Tangerang Raya

Kabag Ops Polresta Tangerang Pimpin Apel Pagi, Tekankan Disiplin dan Pelayanan Prima kepada Masyarakat
Ular Laut-405 Bakamla RI Selamatkan Kapal Terombang Ambing di Laut Flores
Bidan Ngadu Ke Pemkab Muba, Tak Dilantik PPPK, Minta Fasilitasi Pemkab Muba* Sambil Menangis, Puluhan Bidan di Muba Ngadu, diterima langsung Sekda Apriyadi
Bupati Humbahas Sangat Mendukung Program Pemerintah Pusat Menuju Kurikulum Merdeka
Kapolresta Cirebon Pantau Harga dan Ketersediaan Beras di Wilayah Kabupaten Cirebon

Maluku

Tiga Remaja Kudamati Jadi Tersangka Pengeroyokan — Satreskrim Polresta Ambon: Satu Ditahan, Dua Dalam Proses Diversi

Tapanuli Raya

Bupati Humbahas Berangkatkan 5 Peserta Ikuti SPOBNAS
Apel Perdana Kapolresta Cirebon Ingatkan Jajarannya Tingkatkan Upaya Preemtif dan Preventif

Contact Us