Jakarta, suararepubliknews.com – Presiden Joko Widodo menyampaikan pernyataan resmi terkait insiden tragis yang menewaskan pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh, dalam serangan udara di Teheran, Iran, pada Rabu (31/7/2024). Dalam pernyataan yang diberikan di Jakarta Convention Center (JCC), Presiden Jokowi menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan bentuk kekerasan yang tidak dapat diterima.
“Itu sebuah kekerasan, pembunuhan yang tidak bisa ditoleransi dan terjadi di wilayah kedaulatan Iran,” kata Presiden. Ia menambahkan bahwa tindakan ini tidak hanya dikecam oleh Indonesia, tetapi juga oleh banyak negara lain di dunia.
Solidaritas Internasional Terhadap Kekerasan
Presiden Jokowi menekankan bahwa kekerasan dan pembunuhan seperti yang dialami oleh Ismail Haniyeh harus dikecam dengan tegas oleh komunitas internasional. “Saya kira semua termasuk Indonesia mengecam keras kekerasan dan pembunuhan seperti itu,” ucapnya, menggarisbawahi pentingnya solidaritas internasional dalam menghadapi tindakan kekerasan yang melanggar hukum internasional.
Latar Belakang Insiden
Hamas telah mengumumkan bahwa Ismail Haniyeh meninggal dunia akibat serangan udara di Teheran. Pada saat kejadian, Haniyeh berada di Iran untuk menghadiri pelantikan Presiden terpilih Iran, Masoud Pezeshkian. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi banyak pihak dan menimbulkan berbagai reaksi dari komunitas internasional. (Stg)
Sumber: BPMI Setpres











