Musdes Desa Talaga Bahas Evaluasi Kegiatan Pembangunan, Fokus pada Infrastruktur, Ketahanan Pangan, UMKM, dan Stunting
Serang, suararepubliknews.com – Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa atau Musdes kembali digelar di Desa Talaga, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang, pada Selasa (17/09/2024). Acara ini berlangsung sederhana namun penuh makna dengan mengusung tema “Menuju Desa Mandiri”, yang menjadi cita-cita bersama masyarakat dan pemerintah desa setempat.
Musdes ini dihadiri dan dipimpin langsung oleh Kepala Desa Talaga, Embay Solihin S.E., bersama Tim Kecamatan Mancak yang diwakili oleh H. Arsyad dan timnya. Selain itu, hadir pula perangkat desa, Babinsa, Binamas, pendamping desa, serta perwakilan dari enam RW dan 16 RT di Desa Talaga. Kehadiran tokoh masyarakat, kasepuhan, dan kader Posyandu Desa Talaga juga menambah kekhidmatan acara ini.
Dalam Musdes ini, para pemangku kepentingan berdiskusi secara mendalam mengenai berbagai program pembangunan yang telah dan akan dilaksanakan, demi mewujudkan Desa Talaga sebagai desa yang mandiri dan sejahtera.
Evaluasi Kegiatan Pembangunan Hingga Tahun 2027 dan Rencana 2028-2029
Dalam wawancara dengan media, Kepala Desa Talaga, Embay Solihin, menjelaskan bahwa Musdes bertujuan untuk mengevaluasi kegiatan pembangunan yang telah berjalan dan memperbarui perencanaan hingga tahun 2027. Namun, Musdes ini juga menjadi momentum untuk merancang program-program pembangunan bagi dua tahun ke depan, yakni hingga 2029.
“Kegiatan yang telah ter-update sampai tahun 2027 sudah berjalan dengan baik. Namun, dua tahun lagi, dari tahun 2028 hingga 2029, belum ada rencana yang terperinci. Oleh karena itu, melalui Musdes ini, kami duduk bersama guna membahas prioritas dan langkah-langkah yang perlu diambil demi kesejahteraan masyarakat,” kata Embay Solihin S.E.
Kades Talaga menekankan pentingnya kebersamaan dan komitmen semua pihak dalam mewujudkan cita-cita menjadikan Desa Talaga sebagai desa yang mandiri. Menurutnya, keberhasilan program-program pembangunan desa tidak akan tercapai jika hanya mengandalkan peran individu, melainkan harus ada kerja sama dan kekompakan antara perangkat desa, masyarakat, dan para pemangku kepentingan lainnya.
“Kita semua harus bersatu, kompak, dan berdiskusi. Apa yang perlu kita lakukan dulu untuk menuju desa mandiri, itulah yang kita bicarakan hari ini,” tegas Embay.
Fokus Prioritas: Infrastruktur, Ketahanan Pangan, UMKM, dan Pencegahan Stunting
Dalam Musdes ini, infrastruktur desa menjadi salah satu fokus utama. Kepala Desa Talaga mengungkapkan bahwa infrastruktur yang baik sangat penting untuk mendukung kesejahteraan masyarakat dan peningkatan ekonomi desa. Oleh karena itu, rencana perbaikan dan penataan infrastruktur akan menjadi prioritas pembangunan dalam beberapa tahun ke depan.
Selain infrastruktur, ketahanan pangan juga menjadi perhatian khusus. Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Desa Talaga akan memperkuat sektor pertanian dan menyediakan dukungan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjadi tulang punggung perekonomian desa.
“Ketahanan pangan dan pengembangan UMKM harus diperhatikan. Kita ingin memastikan bahwa warga memiliki akses yang cukup terhadap sumber pangan yang sehat, serta peluang usaha yang bisa meningkatkan taraf hidup mereka,” jelas Embay Solihin.
Musdes ini juga membahas pentingnya perhatian terhadap masalah stunting di kalangan anak-anak. Pencegahan stunting akan menjadi bagian dari program kesehatan desa, dengan melibatkan kader-kader Posyandu dan pendamping desa untuk memastikan tumbuh kembang anak-anak di Desa Talaga berjalan optimal.
Komitmen untuk Mewujudkan Desa Mandiri Hingga Tahun 2029
Sebagai Kepala Desa Talaga, Embay Solihin berkomitmen untuk bekerja keras demi kesejahteraan masyarakat. Dalam Musdes ini, ia menegaskan bahwa seluruh rencana dan kegiatan yang dirancang akan terus dipantau dan dievaluasi agar tujuan menjadikan Desa Talaga sebagai desa yang mandiri dapat tercapai pada tahun 2029.
“Kami bekerja atas amanah yang diberikan oleh masyarakat. Kami bertekad untuk memajukan Desa Talaga sehingga warga dapat sejahtera. Untuk itu, kami fokus pada infrastruktur, ketahanan pangan, pengembangan UMKM, dan kesehatan masyarakat,” ujar Embay.
Musdes ini diharapkan menjadi langkah awal yang konkret dalam mewujudkan cita-cita Desa Talaga sebagai desa mandiri dan sejahtera, yang mampu memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi warganya.
Peran Penting Stakeholders dan Masyarakat dalam Pembangunan Desa
Embay juga menyampaikan bahwa keberhasilan program pembangunan desa tidak dapat dicapai tanpa dukungan dari berbagai pihak, termasuk stakeholder dan seluruh lapisan masyarakat. Oleh karena itu, ia mengajak semua elemen untuk terus bersinergi dalam proses perencanaan dan pelaksanaan pembangunan desa.
“PR ini milik kita semua, bukan hanya tanggung jawab saya sebagai kepala desa. Bersama, kita akan bergerak untuk Desa Talaga yang lebih maju,” pungkas Embay Solihin.
Dengan semangat kebersamaan dan komitmen tinggi, Musdes Desa Talaga menjadi langkah strategis dalam menghadapi tantangan pembangunan di masa depan, menuju Desa Talaga yang mandiri, berdaya saing, dan sejahtera. (Holid/Yani)









