Home / Tak Berkategori

Kamis, 19 September 2024 - 12:16 WIB

Gempa Tektonik M4,9 Guncang Kabupaten Bandung, Akibat Aktivitas Sesar Garsela

Gempa ini dirasakan di beberapa wilayah di Kabupaten Bandung dan sekitarnya. Di Majalaya, gempa dirasakan dengan skala intensitas III-IV MMI, yang berarti banyak orang merasakan getaran di dalam rumah, terutama pada siang hari

Gempa ini dirasakan di beberapa wilayah di Kabupaten Bandung dan sekitarnya. Di Majalaya, gempa dirasakan dengan skala intensitas III-IV MMI, yang berarti banyak orang merasakan getaran di dalam rumah, terutama pada siang hari

BMKG: Gempa Dangkal dengan Mekanisme Pergerakan Geser Turun, Lima Gempabumi Susulan Terdeteksi

Bandung, Rabu (18/9/2024), suararepubliknews.com – Pada pukul 09.41.08 WIB, wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, diguncang gempa tektonik dengan magnitudo M4,9. Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episenter gempa terletak di darat, sekitar 25 km tenggara Kabupaten Bandung, pada kedalaman 10 km dengan koordinat 7,23° LS dan 107,65° BT. BMKG memastikan bahwa gempa ini bersumber dari aktivitas Sesar Garsela dan merupakan gempa dangkal.

Jenis Gempa dan Mekanisme Pergerakan: Sesar Garsela sebagai Pemicu Utama

Dengan lokasi episenter yang dangkal, gempa ini termasuk dalam kategori gempa dangkal yang disebabkan oleh pergerakan Sesar Garsela. Berdasarkan hasil analisis mekanisme sumber, gempa tersebut memiliki mekanisme pergerakan geser turun atau oblique normal, yang umum terjadi pada patahan aktif.

Dampak di Wilayah Terdampak: Majalaya Rasakan Getaran dengan Intensitas III-IV MMI

Gempa ini dirasakan di beberapa wilayah di Kabupaten Bandung dan sekitarnya. Di Majalaya, gempa dirasakan dengan skala intensitas III-IV MMI, yang berarti banyak orang merasakan getaran di dalam rumah, terutama pada siang hari.

Beberapa daerah lain seperti Banjaran, Lembang, Parongpong, Bandung Barat, Baleendah, Garut, dan Cileunyi merasakan gempa dengan skala intensitas II-III MMI, dengan getaran seakan-akan truk besar sedang berlalu.

Meski cukup terasa, BMKG menyatakan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami, karena lokasi episenter berada di darat.

Gempabumi Susulan: Lima Kali Guncangan Susulan Terpantau BMKG

Setelah gempa utama terjadi, BMKG memantau adanya 5 kali aktivitas gempabumi susulan (aftershock), dengan magnitudo terbesar tercatat M3.1 hingga pukul 10.10 WIB. Getaran susulan ini diprediksi akan terus terjadi dalam intensitas kecil hingga beberapa hari ke depan, namun diperkirakan tidak akan menyebabkan kerusakan signifikan.

Rekomendasi BMKG: Himbauan untuk Tetap Tenang dan Waspada Terhadap Bangunan Rusak

BMKG menghimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Warga diimbau untuk:

  1. Menghindari bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat gempa.
  2. Memeriksa kondisi bangunan tempat tinggal, memastikan bangunan tersebut cukup tahan gempa sebelum masuk kembali ke dalam rumah.
  3. Tetap mengikuti informasi resmi hanya dari BMKG yang dapat diakses melalui kanal resmi seperti Instagram/Twitter @infoBMKG, website BMKG, atau aplikasi seluler.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Daryono, S.Si., M.Si., menyatakan bahwa monitoring akan terus dilakukan untuk memastikan keamanan masyarakat di wilayah terdampak dan memberikan informasi perkembangan terkini mengenai aktivitas gempa di kawasan tersebut. (Tera)

Share :

Baca Juga

Prioritas Cegah Bencana Alam, Pj Bupati Apriyadi Rakor dengan Presiden RI Joko Widodo
Kaprodi Magister Kajian Ilmu Kepolisian UNAIR Tolak Usulan Polri di Bawah TNI atau Kemendagri
Kaza Kajami-Keane, Atlet Bola Basket Kanada, Menyuarakan Dukungan untuk Palestina di Tengah Konflik Gaza
Bupati Humbahas Sampaikan Nota Pengantar Atas 7 (Tujuh) Ranperda Kabupaten Tahun 2023
Penolakan GP Ansor Terhadap Hasan Basri Sagala sebagai Pendamping Edy Rahmayadi di Pilkada Sumut 2024: Tantangan Hubungan antara Edy dan GP Ansor
Prediksi Sengit PSM Makassar vs BG Pathum United di ASEAN Club Championship: Menakar Kekuatan Dua Raksasa Asia Tenggara
Zona Priangan Raih Runner-Up dalam Turnamen Volley Ball Qualification 2024
Satgassus Pencegahan Korupsi Polri Pantau 12 Proyek Irigasi di NTT, Dorong Ketahanan Pangan dan Cegah Penyelewengan

Contact Us