Home / Tak Berkategori

Sabtu, 26 Oktober 2024 - 22:28 WIB

Rakor Kesehatan Humbahas: Peningkatan Deteksi Dini dan Respons Penyakit di Kabupaten Humbang Hasundutan

Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan melalui Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) dan evaluasi pelaksanaan deteksi dini, preventif, serta respon penyakit

Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan melalui Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) dan evaluasi pelaksanaan deteksi dini, preventif, serta respon penyakit

Komitmen Penguatan Layanan Kesehatan di Humbahas

Humbang Hasundutan, suararepubliknews.com – Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan melalui Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) dan evaluasi pelaksanaan deteksi dini, preventif, serta respon penyakit pada Jumat, 25 Oktober 2024, di Grand Maju Doloksanggul. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi berbagai ancaman penyakit di tingkat kabupaten.

Rakor tersebut dibuka oleh Plt Kepala Dinas Kesehatan P2KB, dr. Gunawan P. Sinaga, mewakili Bupati Humbahas. Turut hadir para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, kepala UPTD Puskesmas, bidan desa, kepala desa, tokoh masyarakat, dan elemen lainnya. Rakor ini menghadirkan narasumber, yaitu Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, dr. Nora Violita Nasution, serta Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes P2KB Kabupaten Humbahas, dr. Lusianna Silaban, M.Kes.

Tantangan Beban Penyakit Ganda di Indonesia

Dalam pembukaan, dr. Gunawan P. Sinaga menjelaskan bahwa Indonesia saat ini menghadapi tantangan beban penyakit ganda (double burden diseases), di mana prevalensi penyakit menular masih tinggi, sedangkan penyakit tidak menular dan kronis-degeneratif juga terus meningkat. Peningkatan penyakit tidak menular ini terutama dipicu oleh perubahan pola hidup yang sejalan dengan perkembangan sosial dan ekonomi.

Guna menanggulangi permasalahan ini, strategi penanggulangan penyakit mengutamakan pendekatan promotif dan preventif. Langkah ini bertujuan menurunkan angka kesakitan, kecacatan, serta kematian, dan membatasi penyebaran penyakit agar tidak meluas antar wilayah maupun lintas negara. Pemerintah juga menekankan pentingnya kolaborasi dan kemitraan antara berbagai pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, dan lembaga terkait dalam mengendalikan serta memberantas penyakit.

Penguatan Pelayanan Kesehatan Primer Melalui Primary Health Care (PHC)

Saat ini, pemerintah tengah melaksanakan transformasi dalam pelayanan kesehatan primer melalui penerapan konsep Primary Health Care (PHC), sesuai dengan keputusan Menteri Kesehatan Nomor 2015 Tahun 2023. Konsep ini menekankan integrasi layanan kesehatan primer yang mencakup aspek promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif sesuai kebutuhan masyarakat. Tidak hanya Puskesmas yang diandalkan, tetapi juga melibatkan peran aktif masyarakat serta dukungan dari pemerintah daerah untuk implementasi yang efektif.

Pelayanan komprehensif ini diberikan sesuai siklus kehidupan dan masalah kesehatan yang dialami masyarakat, melalui berbagai fasilitas kesehatan seperti Puskesmas, Pustu (Puskesmas Pembantu), Poskesdes (Pos Kesehatan Desa), dan Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu).

Revitalisasi Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM)

Dalam Rakor ini, revitalisasi UKBM menjadi perhatian utama. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 65 Tahun 2013, UKBM merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat yang dikelola oleh, dari, untuk, dan bersama masyarakat dengan bimbingan tenaga kesehatan Puskesmas serta dukungan lintas sektor.

Salah satu UKBM yang paling dikenal dan aktif di tengah masyarakat adalah Posyandu, yang memberikan pelayanan kesehatan dasar bagi balita, ibu hamil, dan lansia. Selain itu, terdapat berbagai jenis UKBM lain seperti Posyandu Lansia, Pos UKK (Unit Kesehatan Kerja), dan Posbindu (Pos Pembinaan Terpadu) yang berperan dalam meningkatkan deteksi dini dan pencegahan penyakit.

Peningkatan Kesiapsiagaan dan Penanggulangan KLB/Wabah

Dalam Rakor, juga ditekankan pentingnya meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) atau wabah. KLB didefinisikan sebagai keadaan di mana terjadi peningkatan signifikan jumlah kasus penyakit atau kematian di suatu daerah dalam periode tertentu, yang berpotensi menjadi wabah.

Melalui peningkatan komunikasi, informasi, edukasi, serta jejaring kerja antara instansi pemerintah dan masyarakat, diharapkan upaya deteksi dini, pencegahan, dan penanganan KLB dapat terlaksana secara efektif. Rakor ini juga mengajak semua sektor untuk berperan aktif dalam perencanaan upaya kesehatan yang terintegrasi, guna meningkatkan kesehatan masyarakat secara menyeluruh di Kabupaten Humbang Hasundutan.

Pewarta: Demak Siburian
Editor: Stg
Copyright © suararepubliknews 2024

Share :

Baca Juga

Polresta Cirebon Ungkap Kasus Pencurian Kendaraan Bermotor Roda Empat Jaringan Jawa-Sumatera

Jawa Barat

DKM Mesjid Jami’ul Hidayah Pasar Bale Endah, Idul Adha 1446 H, Menyembelih Hewan Qurban.
Diduga Kejaksaan Negri Namlea Kabupaten Lamban Menangani Kasus Dugaan Koropsi Dana Hibah Pemilihan Kepala Daerah Pada KPU Namlea
Polres Humbahas Launching Penguatan Program Pekarangan Pangan Lestari
Prediksi Laga Euro 2024: Prancis Vs Belgia

Jawa Barat

Polresta Cirebon Sita 127 Botol Miras Hasil Razia Pekat
Kelurahan Setiamanah Laksanakan Re-cheking Lomba Keluarga Sehat Tanggap Dan Tangguh Bencana  Tingkat  Provinsi Jawa Barat
Berbagi di Hari Idul Adha, Polres Tanah Karo Kurban Lima Ekor Sapi

Contact Us