Lebak, Suararepubliknews – Kasus tumbler Tuku yang hilang di KRL Commuter Line rute Tanah Abang-Rangkasbitung memicu kontroversi besar dan viral di media sosial, Jumat (28/11/2025).
Sebelumnya, Anita Dewi memviralkan kejadian ini di media sosial, memicu reaksi luas dari netizen.
Anita Dewi, pemilik tumbler, meninggalkan tasnya di kereta pada Senin (24/11/2025).
Tasnya ditemukan di Stasiun Rawa Buntu, tapi tumbler Tuku-nya sudah hilang.
Anita dan suaminya, Alvin Harris, meminta maaf atas insiden tersebut dalam video klarifikasi.
“Kami mengakui tindakan kami tidak bijak dan memicu kontroversi,” kata Alvin.
KAI Commuter membantah kabar pemecatan Argi, petugas KRL yang menangani kasus itu.
“Tidak ada pemberhentian terhadap petugas front liner,” kata VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menegaskan Argi tetap bertugas dan mendapat perlindungan perusahaan.
KAI Commuter akan evaluasi internal untuk mencegah kasus serupa.
“Kami ingatkan penumpang jaga barang dan ikuti prosedur lost and found,” tambah Karina.
Kronologi Kasus:
Senin, 24/11: Anita tinggalkan tas di KRL Tanah Abang-Rangkasbitung
Selasa, 25/11: Tas ditemukan di Stasiun Rawa Buntu, tumbler Tuku hilang
Rabu, 26/11: Anita viralkan kejadian di media sosial
Kamis, 27/11: Anita dan Alvin minta maaf, KAI Commuter klarifikasi
KAI Commuter pastikan Argi tetap bertugas dan dukung upaya penyelesaian kasus ini.(Iwan H)










