Home / Banten

Jumat, 5 September 2025 - 20:16 WIB

Pencemaran Lingkungan oleh CV. GSM: Aksi Protes dan Desakan Hukum dari Masyarakat

Pandeglang, Suararepubliknews –  Masyarakat Kabupaten Pandeglang kembali menunjukkan kekecewaannya terhadap dugaan pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh CV. Gari Setiawan Makmur, sebuah perusahaan peternakan sapi impor di Desa Mekarsari, Kecamatan Panimbang.

Pada Kamis, 4 September 2025, ratusan warga, pemuda, dan mahasiswa dari Aliansi Masyarakat Sobang-Panimbang menggelar aksi unjuk rasa di pusat pemerintahan Kabupaten Pandeglang, menuntut solusi atas masalah pencemaran lingkungan yang telah berlangsung lama dan berdampak buruk bagi kesehatan dan lingkungan masyarakat sekitar.

Aksi Protes dan Kekecewaan

Massa membawa kotoran sapi sebagai simbol kekecewaan terhadap pencemaran lingkungan yang ditimbulkan oleh CV. GSM.

Koordinator aksi, Entis Sumantri, menegaskan bahwa masalah pencemaran udara dan limbah sudah berlangsung lama dan masyarakat telah menempuh berbagai upaya dialog dengan pemerintah, namun tidak membuahkan hasil.

 

Dampak Kesehatan dan Lingkungan

Warga mengaku setiap hari harus menghirup bau menyengat dari peternakan, yang diperburuk oleh lokasi perusahaan di wilayah padat penduduk, dekat sekolah, dan aliran sungai yang diduga menjadi tempat pembuangan limbah.

Limbah sering dibiarkan berceceran di lahan pertanian dan perkebunan warga.

Keberadaan peternakan ini melanggar Peraturan Menteri Pertanian RI Nomor 31 Tahun 2014 tentang jarak minimal peternakan dari permukiman.

Kritik Keras untuk Pemerintah Daerah

Massa menyampaikan kekecewaan karena tidak ada pejabat daerah yang bersedia menemui mereka.

Entis menyindir bahwa pejabat menghindar saat ini, padahal dulu mereka meminta suara rakyat. Orator lain, H. Halim, menuding pemerintah daerah tidak peduli dengan aspirasi masyarakat dan justru membela perusahaan.

Desakan Hukum untuk CV. GSM

Aliansi menilai CV. GSM telah melakukan pelanggaran serius dan menuntut aparat hukum memproses perusahaan secara pidana.

Massa mengancam akan melakukan konsolidasi akbar dan melanjutkan aksi besar-besaran jika tidak ada solusi.

Baca Juga  Operasi Pasar Diskoumperindag Kabupaten Serang di Kramatwatu Diserbu Emak-emak.

Mereka juga berencana mengadukan kasus ini ke tingkat nasional, termasuk ke Istana Presiden dan Kementerian Lingkungan Hidup, untuk meminta keadilan hukum dan mengembalikan udara bersih untuk masyarakat Pandeglang.

(Iwan H)

Share :

Baca Juga

Banten

Buka Musrenbang RKPD 2027, Bupati Serang Ratu Zakiyah Paparkan Enam Program Prioritas.

Banten

Nelayan di Pandeglang Digigit Buaya Saat Mencari Ikan, Luka Parah di Kaki Kiri.

Banten

Satu Tahun Zakiyah-Najib Berhasil Pertahankan Pemkab Serang Raih Opini WTP BPK RI.

Banten

Buntut Minta Proyek Senilai 5 Triliun, Polda Banten Tetapkan Tiga Tersangka

Banten

Desakan Audit Pembangunan Rabat Beton Desa Wangunjaya Setelah Temuan Dugaan  Penyimpangan

Banten

Bupati Serang Ratu Zakiyah Sebut Kolaborasi dengan Pemprov Banten Kunci Kesejahteraan

Banten

Rasid Resmi Dilantik sebagai Anggota DPRD Lebak Menggantikan Almarhum Juned

Banten

Jembatan Bambu Hanyut, Warga Cikadongdong Terisolir: Pemerintah Diminta Segera Bertindak

Contact Us