Makassar, Suararepubliknews. Com – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Tahun 2026 di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, yang berlangsung pada 29–31 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi momentum strategis bagi PSI untuk memperkuat konsolidasi nasional serta menyusun arah dan strategi politik menghadapi Pemilu 2029.
Rakernas PSI 2026 diikuti ribuan kader dari seluruh provinsi di Indonesia dan dipusatkan di Hotel Claro, Makassar. Acara berlangsung meriah dan sarat pesan politik, dengan mengusung semangat pembaruan, kerja nyata, serta penguatan struktur partai hingga ke tingkat paling bawah.

Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, turut hadir dan memberikan arahan kepada kader PSI. Dalam pidatonya, Jokowi menekankan pentingnya kerja politik yang konsisten, terstruktur, dan dekat dengan rakyat. Ia menyoroti bahwa kekuatan partai tidak hanya ditentukan oleh elit, tetapi oleh soliditas dan kerja nyata kader hingga tingkat akar rumput.

“Kunci kemenangan politik ada pada kerja lapangan yang rapi, struktur yang hidup, dan keberanian untuk terus bersama rakyat,” ujar Jokowi di hadapan peserta Rakernas.
Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, dalam sambutannya menegaskan bahwa Rakernas ini menjadi titik konsolidasi nasional PSI pasca Pemilu 2024. Ia menekankan pentingnya kedisiplinan kader, penguatan organisasi, serta konsistensi perjuangan agar PSI tumbuh sebagai partai modern yang dipercaya publik.
“PSI harus menjadi rumah bersama yang terus bekerja, bukan hanya hadir saat pemilu. Konsistensi kader adalah kunci,” tegas Kaesang.
Selain pengarahan dan konsolidasi internal, Rakernas PSI 2026 juga membahas sejumlah agenda strategis partai, termasuk penguatan struktur daerah, evaluasi kerja politik, serta penegasan sikap PSI terhadap berbagai isu kebangsaan dan demokrasi.
Rakernas ini menegaskan komitmen PSI untuk terus memperkuat diri sebagai partai politik yang mengedepankan transparansi, integritas, dan keberpihakan kepada kepentingan rakyat, sekaligus memantapkan langkah menuju kontestasi politik nasional mendatang.
( Rosita ).










