Home / Banten

Jumat, 3 Juli 2026 - 22:00 WIB

Kepala UPT Puskesmas Mancak, Diduga Bermain Angaran APBD Tahun 2025 Pura-pura Linglung.

Kab.Serang.Suara Republik News – Kepala UPT Puskesmas mancak selalu mengelak saat di komfermasi oleh awak media ditanya realisasi tentang anggaran biaya operasional kesehatan (BOK) APBD pada tahun 2025, unit pelaksanaan teknis (UPT) pukesmas mancak, kecamatan mancak kabupaten serang Banten.

Hal itu menjadi pertanyaan Pasalnya pada anggaran dana BOK pukesmas mancak tidak adanya keterbukaan publik dalam realisasi penggunaan, bahkan kepala UPT pukesmas mancak terlihat seolah-olah tidak faham, bahkan sampai beralasan tak ingat alias lupa, di karenakan banyaknya item kegiatan,” Ucapnya.

Menurut keterangan kepala UPT Puskesmas mancak dr.bambang Widianto tak banyak kata dan terlihat gugup saat memberikan penjelasan lebih rinci agar bisa di ketahui oleh masyarakat terkait penggunaan anggaran APBD tahun 2025 yang di kelola oleh UPTD pukesmas mancak.

Dr.bambang Widianto dalam keterangannya tidak bisa memberikan kejelasan tentang anggaran BOK UPT Puskesmas mancak tahun 2025, karena dirinya tidak banyak mengetahui alasannya.

“Seperti pada Anggaran belanja bahan baku Rp. 109.761.496 dan belanja alat/bahan untuk kegiatan kantor-bahan cetak Rp. 34.515.405. “selain itu ada pos anggaran belanja modal personal computer Rp. 39.987.800, modal belanja alat bantu lainnya Rp. 47.500.000, dan belanja jasa yang diberikan kepada masyarakat Rp. 11.800.000, seperti apa saja barang ataukah makanan yang diberikan kepada masyarakat di lapangan.

Selain itu, ada juga anggaran untuk belanja pemeliharaan bangunan gedung – bangunan gedung tempat kerja – bangunan gedung kantor Rp. 27.666.424, “sayangnya kepala UPT mancak lagi-lagi, tidak bisa menjelaskan secara detail. Jadi tranparansi dalam penggunaan anggaran patut diduga adanya pelaksanaan fiktif.

awak media mencoba membuka data tentang anggaran sebesar 27,000.000. kegunaannya buat belanja sejenis satu unit motor untuk digunakan kepentingan mentaris kariawan Puskesmas itu sendiri, ternyata motor tersebut tidak ada saat ditanya olek awak media, ini jadi pertanyaan Diduga korupsi.

Baca Juga  Forum BEM Cilegon,berkaloborasi bersama Forkopimda dampingi Kapolda Banten dalam Penanganan Banjir.

“pertanyaan terahir seperti alat komputer jenis Laptop, dengan angaran sebesar 10.000.000. hanya mendapatkan satu unit Laptop saat tanya merek apa pak, jawabannya tidak tau lagi,” Kata kepala UPT jelas ini tidak masuk di akal semua yang di sampaikan kepala UPT Puskesmas mancak tersebut.

setelah itu awak media mencoba ke kantor Dinkes kabupaten serang, untuk melaporkan sekaligus minta ketegasan audit puskesmas mancak, terkait angaran tersebut jangan sampai merugikan uang negara.

“Namun sangat di sayangkan kadis Dinkes kabupaten serang tidak ada di tempat, kata staf nya sedang tugas luar sehingga berita ini di terbitkan sampai menunggu hasil Keterangan pihak Dinkes.

(Holid/team)

Share :

Baca Juga

Banten

Dugaan Sandera Ijazah Siswa di Lebak, Pimpinan Yayasan Darul Fikri Mangkir Dari Panggilan Penyidik

Banten

Laporan KITA-PD Masuk, Menguji Taring Kejati Banten di Kasus RSUD Tigaraksa

Banten

Pematangan Rencana Aksi: APKASINDO Gelar Aksi Besar-besaran di PTPN IV PKS Kertajaya

Banten

Anggota DPRD Lebak PDIP Klarifikasi Dugaan Penghalangan PSN Koperasi Merah Putih

Banten

BPBD dan Tagana Tinjau Lokasi Banjir di Desa Ciherang

Banten

Warga Kampung Nambo Desa Cikeusik Tuntut Pengembang Proyek Perbaiki Jalan yang Rusak

Banten

Truk Tronton Hantam Truk Pasir di Lebak, Satu Sopir Tewas Ditempat

Banten

Sinergi Forkopimcam Cikeusik Bantu Warga Terdampak Banjir di Kampung Leuwigede

Contact Us