Home / Banten

Jumat, 13 Februari 2026 - 22:11 WIB

Apa Alasan Utama Paguyuban Gelar Demo PT KNSS Menolak Keras Keputusan PHK Sepihak Itu?

Cilegon, Suararepubliknews.com – Ketegangan menyelimuti kawasan industri saat Demo PT KNSS meletus akibat dugaan praktik PHK Sepihak.

Puluhan warga lokal menggelar Demo PT KNSS hari ini demi menuntut keadilan bagi korban PHK Sepihak.

Aksi Demo PT KNSS ini menjadi bukti perlawanan nyata terhadap keputusan PHK Sepihak yang dinilai tidak adil.

Masyarakat Cilegon kembali digegerkan dengan aksi protes yang menyasar salah satu raksasa industri baja.

Kejadian ini menyoroti betapa rentannya posisi tenaga kerja lokal di tengah dinamika industri global saat ini.

Pembaca perlu memahami duduk perkara ini agar mengerti hak-hak pekerja yang seharusnya dilindungi undang-undang.

Gelombang protes ini bukanlah kejadian tiba-tiba, melainkan akumulasi kekecewaan yang memuncak pada Jumat, 13 Februari 2026.

Puluhan massa yang tergabung dalam Paguyuban Putra-putri masyarakat Cilegon mendatangi gerbang perusahaan dengan penuh emosi.

Mereka menyasar PT Krakatau Nippon Steel Synergy (KNSS) yang berlokasi di jantung kawasan industri Krakatau Steel.

Aksi ini dipicu oleh keputusan manajemen yang dianggap sewenang-wenang terhadap nasib “wong cilik”.

Tuntutan Keras di Gerbang Industri

Massa aksi datang dengan membawa berbagai atribut demonstrasi yang mencolok mata.

Spanduk dan poster berisi kecaman terhadap PHK Sepihak dibentangkan di depan pagar besi pabrik.

Tuntutan utama mereka sangat jelas dan tidak bisa ditawar lagi oleh pihak perusahaan.

Paguyuban tersebut menuntut perusahaan untuk mempekerjakan kembali sejumlah karyawan yang telah diberhentikan.

Mereka menduga kuat bahwa rekan-rekan mereka menjadi korban pemutusan hubungan kerja secara sepihak oleh PT KNSS.

Situasi di lapangan terasa cukup panas, seiring dengan teriknya matahari Cilegon yang menyengat.

Para demonstran berorasi secara bergantian, menyuarakan aspirasi tentang nasib periuk nasi keluarga yang terancam.

Baca Juga  Polres Lebak Gelar Bakti Kesehatan untuk Pengemudi Ojol dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-79

Kehilangan pekerjaan di masa ekonomi yang sulit seperti tahun 2026 ini tentu menjadi pukulan telak.

Menurut keterangan di lapangan, para pekerja yang di-PHK merasa tidak pernah melakukan pelanggaran berat.

Hal inilah yang memicu solidaritas dari Paguyuban Putra-putri masyarakat Cilegon untuk turun ke jalan.

Dugaan Pelanggaran Prosedur Ketenagakerjaan

Toyibah, sosok perempuan tangguh yang menjabat sebagai Ketua Putra-putri Masyarakat Cilegon, memimpin langsung aksi ini.

Dalam orasinya, Toyibah menyoroti cacat prosedur yang dilakukan oleh pihak manajemen perusahaan.

Ia menyatakan dengan tegas bahwa PHK dilakukan tanpa melalui proses mediasi yang jelas sebelumnya.

Padahal, dalam aturan ketenagakerjaan, dialog bipartit seharusnya menjadi langkah awal sebelum keputusan diambil.

Selain itu, Toyibah juga mengungkapkan adanya pengabaian hak-hak karyawan yang diatur undang-undang.

Pemenuhan pesangon atau kompensasi dalam mata uang Rupiah (Rp) seringkali menjadi titik sengketa utama.

“Kami meminta perusahaan untuk membatalkan PHK Sepihak ini dan mempekerjakan kembali rekan-rekan kami,” ujar Toyibah kepada awak media di lokasi.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa bagi mereka, uang kompensasi bukanlah solusi utama, melainkan hak bekerja kembali.

Toyibah juga memberikan ultimatum keras kepada pihak manajemen PT KNSS.

“Jika tidak ada itikad baik, kami akan menempuh jalur hukum,” tambahnya dengan nada tinggi.

Ancaman jalur hukum ini menunjukkan keseriusan paguyuban dalam membela anggotanya.

Berikut adalah poin-poin dugaan pelanggaran yang disuarakan oleh massa aksi:

-Tidak adanya surat peringatan (SP) 1, 2, atau 3 sebelum pemecatan dilakukan.

-Tidak dilaksanakannya perundingan bipartit antara pekerja dan manajemen.

-Pemberian hak pesangon yang dinilai tidak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

-Alasan efisiensi yang dianggap tidak transparan dan dibuat-buat.

Kebuntuan Mediasi dan Pengamanan Ketat

Hingga berita ini diturunkan pada Jumat sore, belum ada titik terang dari permasalahan ini.

Baca Juga  Cimuncang Cilik Berseri: Pesantren Ramadhan Ke-10 Hadirkan Semangat Ilmu dan Prestasi

Proses mediasi yang diharapkan bisa terjadi antara perwakilan paguyuban dan pihak perusahaan masih buntu.

Pihak manajemen PT KNSS belum bisa dipertemukan secara langsung dengan perwakilan demonstran.

Pintu gerbang pabrik masih tertutup rapat dan dijaga ketat oleh petugas keamanan internal.

Di sisi lain, aparat kepolisian tampak siaga penuh mengawal jalannya aksi demonstrasi ini.

Polisi membentuk barikade untuk memastikan massa tidak merangsek masuk ke dalam area vital objek nasional tersebut.

Aparat kepolisian mengimbau seluruh pihak untuk menahan diri agar tidak terjadi gesekan fisik.

Mereka meminta massa untuk tetap mengedepankan dialog yang konstruktif guna mencapai solusi terbaik.

Keberadaan aparat penegak hukum di lokasi sangat penting untuk menjaga kondusivitas wilayah industri.

Kedua belah pihak diharapkan dapat segera duduk bersama dengan kepala dingin.

Penyelesaian sengketa hubungan industrial memang memerlukan kesabaran dan kepatuhan pada regulasi.

Nasib para pekerja kini terkatung-katung menunggu keputusan manajemen yang lebih bijaksana.

Masyarakat Cilegon berharap agar investasi asing tidak lantas mengorbankan kesejahteraan warga lokal.

(Holid)

Share :

Baca Juga

Banten

OSN, O2SN dan FLS3N Jenjang SMP Digelar, Pemkab Serang Komitmen Lakukan Pembinaan

Banten

Tragedi Pembunuhan di Pandeglang: Korban Dibacok dengan Golok

Banten

Operasi Patuh Maung 2025 Hari Ke-12: Satlantas Polres Lebak Gencarkan Penertiban Lalu Lintas di Jalan Sunan Kalijaga

Banten

Tertinggal dalam Keterbatasan: Kisah Keluarga Ahmad yang Belum Mendapatkan Bantuan Sosial

Banten

Kades Kadudamas Terjerat Dugaan Penipuan: Traktor Hilang, Uang Warga Tak Dikembalikan

Banten

Lalat Mengganggu, Warga Desa Kandang Sapi Geram dan Menuntut Tindakan

Banten

Sosok Asmani, S.Pd. Kembali Pimpin Ketua PGRI Kecamatan Mancak Masa Bakti 2024–2029

Banten

Pengajian Desa Kandang Sapi: Merayakan Sukses Pembangunan Masjid Al Aamin yang Membawa Berkah

Contact Us