Masyarakat Adat Bersatu dalam Aksi Damai: Menuntut Janji Perlindungan dan Hak-Hak yang Masih Terbengkalai
Jakarta, suararepubliknews.com – Gerakan Rakyat Kawal Masyarakat Adat (GERAK MASA) akan menggelar aksi damai besar-besaran yang melibatkan perwakilan dari Masyarakat Adat seluruh Indonesia. Aksi ini diselenggarakan sebagai bentuk perlawanan damai terhadap ketidakadilan yang terus dialami oleh Masyarakat Adat selama satu dekade pemerintahan Presiden Joko Widodo, serta untuk menagih janji-janji politik yang belum sepenuhnya terealisasi.
GERAK MASA menyerukan kepada seluruh lapisan masyarakat dan media untuk hadir serta turut serta dalam momentum penting ini. Tuntutan ini bukan sekadar janji yang diabaikan, tetapi menyangkut masa depan, kehidupan, dan hak-hak dasar Masyarakat Adat yang telah terpinggirkan selama bertahun-tahun. Dengan hadirnya rekan-rekan media, suara Masyarakat Adat dapat menggema lebih luas, menjangkau mereka yang selama ini menutup mata.
Mengapa Aksi Ini Penting?
Selama bertahun-tahun, Masyarakat Adat di Indonesia terus mengalami berbagai bentuk ketidakadilan, mulai dari perampasan tanah adat, konflik agraria yang berlarut-larut, hingga minimnya pengakuan atas hak-hak mereka oleh pemerintah. Meskipun Presiden Joko Widodo, dalam kampanye politiknya, telah berjanji untuk memperjuangkan hak-hak Masyarakat Adat, kenyataannya masih banyak janji yang belum terealisasi sepenuhnya.
“Aksi damai ini adalah panggilan hati bagi semua pihak untuk menagih apa yang sudah dijanjikan. Perlindungan wilayah adat, penyelesaian konflik agraria, serta pengakuan penuh terhadap hak-hak Masyarakat Adat tidak boleh lagi hanya menjadi retorika politik,” tegas Rukka Sombolinggi, Koordinator Umum GERAK MASA.
Detail Aksi Damai: Menyatukan Suara di Pusat Kekuatan
Aksi damai ini akan berlangsung pada Jumat, 11 Oktober 2024, dimulai pukul 07.30 WIB di Gedung DPR RI dan berlanjut hingga Istana Negara. Perwakilan Masyarakat Adat dari berbagai wilayah, termasuk organisasi jaringan, akan berorasi di depan Gedung DPR RI, menyampaikan aspirasi serta tuntutan mereka dengan damai dan penuh makna.
Agenda Aksi Damai:
- Orasi dari Perwakilan Masyarakat Adat dan Pimpinan Organisasi: Orasi ini akan menjadi momen bagi para pemimpin adat dan organisasi untuk menyuarakan penderitaan dan perjuangan yang dialami Masyarakat Adat dalam mempertahankan tanah mereka.
- Simbolisasi Ritual Adat sebagai Bentuk Perdamaian: Dalam aksi ini, ritual adat akan dilangsungkan sebagai bentuk simbol perdamaian, menunjukkan bahwa meskipun Masyarakat Adat terus mengalami kesulitan, mereka memilih jalur damai untuk menuntut keadilan.
- Penyerahan Tuntutan GERAK MASA kepada DPR RI: Tuntutan yang sudah dirumuskan oleh GERAK MASA akan diserahkan kepada wakil rakyat di DPR RI, sebagai bentuk pengingat atas komitmen yang harus dipenuhi.
- Sesi Wawancara dan Dokumentasi Media: Rekan-rekan media akan memiliki kesempatan untuk melakukan wawancara dengan para pemimpin aksi dan mendokumentasikan momen penting ini untuk disebarluaskan.
Masyarakat dan Media Diharapkan Hadir: Jadikan Suara Masyarakat Adat Terus Terdengar
GERAK MASA menegaskan bahwa kehadiran rekan-rekan media sangat vital untuk memastikan bahwa perjuangan ini tidak berhenti di aksi damai semata. Dengan peliputan yang meluas, masyarakat luas akan lebih memahami betapa krusialnya perlindungan hak-hak Masyarakat Adat di Indonesia.
Aksi damai ini juga merupakan bentuk ajakan kepada seluruh masyarakat untuk berdiri bersama Masyarakat Adat dalam memperjuangkan hak mereka. Dengan kekuatan solidaritas dan dukungan publik, harapan untuk kehidupan yang lebih adil bagi Masyarakat Adat bisa terwujud.
Aksi Ini Adalah Awal dari Gerakan Besar
Rukka Sombolinggi menekankan bahwa aksi ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjuangan panjang yang harus terus dilakukan. Masyarakat Adat telah lama bersabar dan saatnya kini untuk mengambil sikap. GERAK MASA berharap agar tuntutan ini bisa menjadi prioritas bagi pemerintahan baru, sehingga Masyarakat Adat dapat hidup dengan damai, aman, dan terjamin hak-haknya.
“Kita mengajak seluruh elemen masyarakat, aktivis, dan organisasi yang peduli terhadap hak asasi manusia untuk bersama-sama berjuang. Pemerintahan baru harus membawa perubahan nyata bagi Masyarakat Adat, dan kita tidak akan berhenti sampai keadilan benar-benar terwujud,” pungkas Rukka.
Bagi rekan-rekan media yang ingin meliput atau mencari informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Sdri. Titi Pangestu dari INFOKOM AMAN di nomor: 0813-1789-7062.
Mari bergabung dan suarakan keadilan untuk Masyarakat Adat!
Pewarta: Dhet
Editor: Stg
Copyright © suararepubliknews 2024









