Demi Keluarga dan Pendidikan, Guru Honorer Alvi Noviardi Pilih Mulung Sampah di Sela-Sela Mengajar Selama 36 Tahun
Bandung, suararepubliknews.com –Alvi Noviardi (57 tahun), seorang guru honorer Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kabupaten Sukabumi, mendadak menjadi perbincangan publik setelah kisah hidupnya yang menginspirasi viral di media sosial (57 tahun), seorang guru honorer Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kabupaten Sukabumi, mendadak menjadi perbincangan publik setelah kisah hidupnya yang menginspirasi viral di media sosial. Di tengah tugas mengajarnya sebagai guru mata pelajaran IPS, Alvi memilih untuk memulung sampah demi menambah penghasilan agar dapat mencukupi kebutuhan keluarganya. Aksi ini memunculkan pro dan kontra di masyarakat, namun bagi Alvi, pekerjaan mulung adalah pekerjaan halal yang tidak memalukan.
“Awal viral itu sekitar Maret 2024 ini. Sekarang tiba-tiba muncul lagi,” ujar Alvi.
Alvi telah mengabdi sebagai guru honorer selama 36 tahun, namun gaji yang diterimanya tidak mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari, terlebih sejak ia menjadi single parent setelah istrinya meninggal dunia. “Namanya gaji honorer ya tidak mencukupi, apalagi sekarang saya harus menghidupi keluarga sendiri,” ungkapnya.
Mulung Sampah Sejak Kuliah: Cara Alvi Bertahan dengan Gaji Guru Honorer yang Minim
Alvi mulai memulung sejak masa kuliahnya. Kegiatan ini berawal saat dirinya berusia 18-20 tahun dan hingga kini masih dilakukannya.

Ia mengumpulkan sampah berupa kemasan bekas minuman atau paku, lalu dijual ke pengepul setiap minggu. “Harga sekarang turun, cuma Rp 3000 per kg, tapi lumayan untuk menambah penghasilan,” katanya. Hasil dari memulung, yang berkisar Rp 50 ribu per minggu, digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk membiayai pendidikan anak bungsunya yang kini sudah lulus SMA.
Alvi Noviardi, Guru Honorer yang Mulung Sampah untuk Bertahan Hidup, Akan Diberangkatkan Umrah oleh Kapolres Cimahi
Alvi juga sering bertemu dengan murid-muridnya saat memulung, namun ia tidak merasa malu. “Anak-anak sering menyapa, bahkan salam,” ungkapnya. Meski ada yang mendukung kegiatannya, ada juga yang mempertanyakan atau merasa bahwa aksinya memulung bisa memalukan. Namun, Alvi tegas bahwa ia bangga dengan pekerjaannya yang halal. “Mengajar dan memulung itu sama-sama mulia. Kalau mencuri baru malu,” tegasnya.
Kapolres Cimahi Kagum dengan Ketulusan Alvi, Beri Bantuan dan Berangkatkan Umrah
Kisah Alvi mengundang perhatian Kapolres Cimahi, AKBP Tri Suhartanto, S.H., M.H., M.Si. Ia memberikan bantuan kepada Alvi untuk kebutuhan sehari-hari dan mengundangnya untuk menunaikan ibadah umrah di Tanah Suci pada bulan November 2024. “Alhamdulillah, tidak menyangka atas kebaikan Pak Kapolres Cimahi. Semoga berkah,” ujar Alvi dengan bahagia.

Kapolres Cimahi, AKBP Tri Suhartanto, mengaku kagum dengan Alvi, khususnya setelah mengetahui bahwa guru honorer ini menyisihkan sebagian hasil memulungnya untuk bersedekah kepada masyarakat sekitar. “Luar biasa, meski penghasilannya terbatas, beliau masih bisa bersedekah. Ini adalah pelajaran kebaikan yang bisa kita petik,” ujarnya.
Kepedulian Melampaui Batas Wilayah: Kapolres Cimahi Berikan Bantuan kepada Alvi Meski Bukan Warga Cimahi

Walaupun Alvi tinggal di Sukabumi, Kapolres Cimahi tetap memberikan bantuan tersebut. “Ini bukan soal wilayah hukum, tapi soal kemanusiaan. Kita harus bisa berbuat baik untuk sesama, bukan hanya karena tugas, tapi karena peran kita sebagai manusia,” ujar AKBP Tri Suhartanto. Ia berharap aksi sosial ini dapat memberikan dampak positif, memperkuat tali persaudaraan, dan membawa manfaat bagi masyarakat luas.
Pewarta: Bid Humas Polda Jabar
Editor: Stg
Copyright © suararepubliknews 2024










