Medan, SUMUT, Suarrarepubliknews.com – Serangkaian bencana alam yang melanda enam kabupaten/kota di Wilayah Hukum Polda Sumatera Utara pada 24-25 November 2025 telah menimbulkan dampak signifikan. Rekapitulasi per 25 November mencatat 13 kejadian bencana didominasi oleh tanah longsor dengan total 20 korban jiwa (korban meninggal dan luka-luka) serta memaksa ratusan warga mengungsi.
Kapolda Sumatera Utara melalui laporannya merinci 13 kejadian tersebut terdiri dari 10 tanah longsor, 2 banjir, dan 1 pohon tumbang. Lokasi terdampak mencakup Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Mandailing Natal (Madina), Tapanuli Selatan (Tapsel), Tapanuli Utara (Taput), Kota Sibolga, dan Kabupaten Nias.

Korban Jiwa dan Kerusakan:
Sibolga Terdampak Paling Parah
Total korban dalam bencana ini mencapai 20 orang, dengan rincian:
– Meninggal Dunia: 10 Orang
– Luka-Luka: 4 Orang
– Dalam Pencarian: 6 Orang
Kota Sibolga menjadi wilayah dengan jumlah korban terbanyak. Polres Sibolga melaporkan enam titik longsor yang terjadi serentak pada Selasa, 25 November 2025. Bencana ini menelan 5 korban jiwa, 3 luka-luka, dan 4 orang masih dalam pencarian, serta merusak 17 unit rumah warga di beberapa lokasi, termasuk Cafe Rumah Uci dan area sekitar Masjid Budi Sehati.
Di wilayah lain, korban meninggal juga dilaporkan:
– Polres Tapteng: Tanah longsor di Dusun 1 Desa Mardame menewaskan 4 orang dan merusak rumah warga.
– Polres Tapsel: Pohon tumbang akibat hujan deras di Desa Sisundung merenggut 1 korban meninggal dan menyebabkan 1 luka-luka.
Akses Jalan Terputus dan Ratusan Warga Mengungsi. Selain korban jiwa, bencana ini juga melumpuhkan aktivitas dan merusak infrastruktur:
Jalur Utama Terputus: Polres Tapanuli Utara melaporkan tiga titik longsor di Jalinsum Tarutung-Sibolga, tepatnya di Kecamatan Adiankoting, yang menutup total badan jalan. Satu warga bernama Haratua Sipahutar (50) dilaporkan terluka di kepala dan kini dirawat intensif di RSUD Tarutung. Sementara itu, Polres Madina dan Polres Nias juga melaporkan penutupan badan jalan akibat material longsor.
Banjir dan Pengungsian Massal:
Di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), banjir yang terjadi pada Senin malam (24/11) di Kecamatan Muara Batang Gadis memaksa 400 orang warga mengungsi dan menyebabkan kerusakan pada perumahan. Banjir juga merendam 40 rumah warga setinggi 60 cm di Desa Sitolu Bahal, Taput, meski tidak menimbulkan korban jiwa.
Kronologi dan Jenis Bencana di Tiap Wilayah:
Tapteng: Tanah Longsor | 25 Nov, 07.00 WIB. 4 Kerusakan rumah. Sibolga Tanah Longsor 6 Titik, 25 Nov, Siang 17 Rumah rusak, kor
Tapsel Pohon Jatuh 25 Nov, 02.30 WIB | Kerusakan rumah Madina | Longsor dan Banjir. 24-25 Nov 400 Orang mengungsi, jalan tertutup.
Taput Longsor 3 Titik Banjir 25 Nov Jalinsum Tarutung-Sibolga tertutup, 40 rumah terendam. Nias Tanah Longsor 24 Nov, 10.00 WIB |Jalan tertutup.
Saat ini, aparat gabungan dari Kepolisian, TNI, BPBD, dan relawan tengah berupaya melakukan evakuasi korban hilang, membersihkan material longsor yang menutup akses jalan, dan menyalurkan bantuan kepada warga yang mengungsi. Pemerintah daerah juga diimbau untuk segera menetapkan status darurat bencana guna memaksimalkan penanganan.
Editor M.Tampubolon
Sumbera: Polres Tapauli Utara ).










