Home / Tak Berkategori

Minggu, 6 Oktober 2024 - 20:38 WIB

Debat Pilgub: Pramono Anung dan Rano Karno Usung Visi “Benyamin S Award” dalam Debat Cagub DKI Jakarta 2024

Pramono Anung dan Rano Karno, pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut 3, memperkenalkan visi dan misi unggulan mereka yang dinamai

Pramono Anung dan Rano Karno, pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut 3, memperkenalkan visi dan misi unggulan mereka yang dinamai "Benyamin S Award" dalam debat perdana Pilkada DKI Jakarta 2024, Minggu (6/10/2024) di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran

Solusi Nyata untuk Pengangguran dan Kesejahteraan Rakyat Melalui Program “Jakarta Bekerja” dan “Jakarta Belajar”

Jakarta, suararepubliknews.com – Pramono Anung dan Rano Karno, pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut 3, memperkenalkan visi dan misi unggulan mereka yang dinamai “Benyamin S Award” dalam debat perdana Pilkada DKI Jakarta 2024, Minggu (6/10/2024) di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran. “Benyamin S Award” merupakan singkatan dari Bersih, Nyaman, Indah, dan Sejahtera, mencerminkan visi mereka untuk membawa perubahan positif bagi Jakarta dan warganya.

Pramono-Rano Fokus Tangani Pengangguran di Jakarta: 354 Ribu Warga Menganggur

Dalam pemaparannya, Pramono Anung menyampaikan bahwa mereka telah melakukan “blusukan” atau kunjungan langsung ke berbagai wilayah di Jakarta untuk bertemu warga dan melihat kondisi nyata di lapangan. Dari hasil blusukan tersebut, Pramono menyebutkan data yang cukup mencengangkan, yaitu 354 ribu orang masih menganggur di Jakarta, dan 53 ribu orang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada tahun 2024.

“Selama lebih dari sebulan kami berkeliling menyapa warga Jakarta, menatap wajah mereka, bahkan ikut menangis bersama mereka. Kami menemukan fakta bahwa 354 ribu orang masih menganggur di Jakarta, dan pada tahun 2024 ini, 53 ribu orang mengalami PHK. Ini harus ditangani dengan serius,” ujar Pramono dengan nada prihatin.

Program “Jakarta Bekerja”: Solusi Pengangguran melalui Job Fair dan Pelatihan Terpadu

Untuk mengatasi masalah pengangguran yang semakin meningkat, Pramono-Rano menawarkan program “Jakarta Bekerja”. Program ini bertujuan menciptakan lapangan kerja dengan mengadakan Job Fair setiap tiga bulan di seluruh kecamatan di Jakarta. Selain itu, pasangan ini juga akan memberikan pelatihan bersertifikat bagi para pencari kerja serta membangun Balai Latihan Kerja (BLK) di setiap kecamatan guna mempersiapkan tenaga kerja yang terampil dan siap bersaing di pasar kerja.

Tidak hanya itu, program ini juga akan mengintegrasikan informasi lowongan pekerjaan melalui aplikasi JAKI (Jakarta Kini), sehingga warga Jakarta bisa lebih mudah mendapatkan akses informasi terkait pekerjaan. Pramono juga menjanjikan fasilitas “Work from Anywhere” bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), BUMD, dan sektor swasta, agar produktivitas dapat terus berjalan dengan lebih fleksibel.

“Mengenai pekerja yang memiliki anak, kami juga akan menyediakan day care di pusat perkantoran untuk memudahkan orang tua dalam mengurus anak mereka sembari bekerja,” tambah Pramono.

Program “Jakarta Belajar”: Wajib Belajar 12 Tahun Tanpa Kendala Biaya

Di bidang pendidikan, pasangan Pramono-Rano menawarkan program “Jakarta Belajar” yang memastikan wajib belajar 12 tahun bagi semua anak di Jakarta bisa tercapai tanpa kendala biaya. Program ini juga menyediakan beasiswa kuliah yang langsung diberikan hingga kelulusan, tanpa perlu diverifikasi ulang setiap tahun. Dengan pendekatan ini, diharapkan para mahasiswa bisa fokus belajar tanpa khawatir mengenai biaya pendidikan yang memberatkan.

Lebih dari itu, pasangan ini berjanji untuk meningkatkan kesejahteraan guru honorer dan guru agama, yang selama ini dinilai masih jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup. Saat ini, para guru honorer hanya mendapatkan gaji sekitar Rp 2 hingga 3 juta per bulan, angka yang dinilai tidak layak untuk kesejahteraan mereka.

“Kami tidak akan melupakan kesejahteraan para guru, yang saat ini hanya mendapatkan gaji Rp 2 hingga 3 juta per bulan. Kami ingin mereka bisa fokus mengajar tanpa harus mencari pekerjaan sampingan atau terjerat pinjol untuk bertahan hidup,” tutup Pramono dengan tegas.

Selain memperhatikan kesejahteraan guru, Pramono-Rano juga berjanji memberikan pelatihan khusus bagi guru agar mampu melayani siswa penyandang disabilitas, serta menyediakan beasiswa S2 dan S3 bagi guru dan dosen di Jakarta untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Ibu Kota.

Komitmen Perlindungan Hak-Hak Perempuan dan Kesejahteraan Sosial

Visi dan misi Pramono-Rano juga menitikberatkan pada perlindungan hak-hak perempuan dalam pekerjaan dan kehidupan sehari-hari. Pasangan ini berkomitmen untuk memastikan bahwa perempuan mendapat akses yang setara dalam pekerjaan, serta dilindungi dari segala bentuk diskriminasi.

Selain itu, mereka juga berkomitmen untuk memperkuat perlindungan sosial bagi masyarakat Jakarta, dengan tujuan menciptakan kesejahteraan yang merata dan adil bagi semua lapisan masyarakat.

Dengan program-program konkret seperti Jakarta Bekerja dan Jakarta Belajar, pasangan Pramono Anung-Rano Karno berjanji untuk membawa perubahan signifikan bagi Jakarta, mengatasi pengangguran, meningkatkan kualitas pendidikan, serta menciptakan kota yang bersih, nyaman, indah, dan sejahtera.

Editor: Stg
Copyright © suararepubliknews 2024

Share :

Baca Juga

Kapolda Maluku Berharap Agar Personil Polda Maluku Tingkatkan Kinerja Dalam Melayani Masyarakat Saat Gelar Apel Personil
Kapolri Pastikan Kabag Ops Polres Solok Selatan Dipecat dan Diproses Pidana
Bupati Humbahas Tinjau Peternakan Sapi di Pollung dan Sijamapolang
Dua Orang Siswa Humbahas Diutus Dalam Persiapan Showcese Transpormasi Pandai Berhitung di Bali.
Bersimbah Darah, Dua Pasutri Tewas Diduga Dibunuh
Pengungkapan Kasus Tindak Pidana di Wilayah Hukum Polresta Cirebon Meningkat Signifikan
Polresta Cirebon Gelar ‘Jumat Curhat’ untuk Meningkatkan Keamanan Masyarakat
KemenPPPA: Pandemi Covid-19 Memengaruhi Kesehatan Mental dan Emosional Perempuan

Contact Us