Home / Tangerang Raya

Jumat, 29 Agustus 2025 - 15:46 WIB

Diduga Obat Keras Tramadol Dijual Bebas di Jakarta Barat, Warga Resah dan Minta Penindakan Tegas

Jakarta Barat, SRN — Peredaran obat keras jenis Tramadol dan Eximer secara bebas tanpa resep dokter di wilayah Jakarta Barat menimbulkan keresahan masyarakat. Temuan ini salah satunya berada di sebuah toko kosmetik yang beralamat di Kelurahan Duri Kosambi, RT 014/RW 01, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, yang diduga telah lama melakukan praktik penjualan obat keras secara illegal, 27 Agustus 2025.

Saat tim awak media mencoba melakukan konfirmasi langsung, penjaga toko dengan gamblang mengakui bahwa mereka memang menjual obat tersebut. Bahkan dengan sikap menantang, penjaga toko itu menyatakan bahwa praktik tersebut sudah lama dilakukan demi keuntungan. Ketika ditanya apakah mengetahui risiko penyalahgunaan obat keras, penjaga toko itu mengaku tahu, namun tetap menjual dengan alasan hanya bekerja.

Lebih lanjut, ketika awak media menanyakan siapa pemilik atau bos dari toko tersebut, penjaga toko menolak memberi keterangan dan terkesan tidak bersahabat.mengatakan silahkan hubungi bang jojo, ketika di hubungi nama tersebut melalui telpon, namun tidak ada reaksi.

Warga Resah dan Khawatirkan Generasi Muda

Salah satu warga sekitar yang enggan disebutkan namanya menyampaikan keresahan mendalam. Ia khawatir keberadaan toko yang menjual Tramadol dan Eximer secara bebas akan memicu remaja di lingkungannya mencoba dan terjerumus dalam penyalahgunaan obat berbahaya.

“Saya sangat resah, apalagi anak saya masih remaja. Kalau toko seperti ini dibiarkan, tidak menutup kemungkinan anak-anak di lingkungan kami jadi korban,” ujar warga tersebut.

Aturan Hukum yang Dilanggar

Praktik penjualan obat keras tanpa izin dan tanpa resep dokter ini jelas melanggar sejumlah aturan hukum di Indonesia, antara lain:

1.Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, Pasal 196:

“Setiap orang yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan/atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).”

Baca Juga  Pemdes Sukaharja Bagikan Bingkisan Idul Fitri 1447 Kepada Lembaga Desa,/Anak Yatim,Wujud Syukur Apresiasi dan Kebersamaan.

2.Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, Pasal 8 ayat (1):

Pelaku usaha dilarang memproduksi dan/atau memperdagangkan barang yang tidak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, termasuk barang berbahaya yang seharusnya tidak diperjualbelikan bebas.

3.Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 3 Tahun 2017 tentang Perubahan Penggolongan, bahwa Tramadol masuk dalam kategori obat keras yang hanya bisa dibeli dengan resep dokter.

Dengan demikian, praktik penjualan Tramadol dan Eximer di toko tersebut tidak hanya membahayakan kesehatan masyarakat, tetapi juga merupakan tindak pidana yang dapat diproses hukum.

Harapan Warga,

Warga berharap aparat penegak hukum, khususnya Polres Metro Jakarta Barat dan BPOM, segera melakukan razia serta menindak tegas pihak yang terlibat. Mereka juga meminta agar peredaran obat keras di wilayah permukiman segera dihentikan demi melindungi generasi muda dari bahaya penyalahgunaan obat-obatan.

 

( Rosita  ).

Share :

Baca Juga

Tangerang Raya

Majelis Hakim Tegur Jaksa Penuntut Umum

Tangerang Raya

Tabir Kematian Karyawan Donat di Cibodas, Polisi Evakuasi Jenazah ke RSUD Tangerang

Tangerang Raya

Pabrik Sepatu di Desa Kedung Dalam Diduga Ilegal, Warga Keluhkan Limbah dan Minimnya Manfaat Sosial

Tangerang Raya

Bareskrim Gulung Jaringan Oknum: Kasat Narkoba Tangsel Tersangka

Tangerang Raya

Lapak Bekas Minyak Goreng Ilegal di Copondoh, Kota Tangerang, Dibongkar

Tangerang Raya

Sampah Dibuang Bebas Diduga Dari Pabrik Karton.

Tangerang Raya

Anggota Bhabinkamtibmas Polsek Balaraja Giat Sambang & DDS Kepada Warga Binaan Guna Antisipasi Kamtibmas di Wilayah Hukum Polresta Tangerang

Tangerang Raya

Proyek Galian Kabel di Bumi Indah, Pasar Kemis Diduga Tak Sesuai SOP dan K3

Contact Us