Home / Tak Berkategori

Jumat, 6 September 2024 - 09:00 WIB

Dugaan Konspirasi Raksasa di Proyek Bunker RSUD Banten: Audit dan Pemanggilan Pejabat Mulai Dilakukan

Kasus dugaan korupsi besar-besaran dalam pembangunan Bunker Radioterapi RSUD Banten semakin mengerucut

Kasus dugaan korupsi besar-besaran dalam pembangunan Bunker Radioterapi RSUD Banten semakin mengerucut

Banten dalam Sorotan: Dugaan Perampokan Uang Negara Mencuat

Banten, suararepubliknews.com – Kasus dugaan korupsi besar-besaran dalam pembangunan Bunker Radioterapi RSUD Banten semakin mengerucut. Sekretaris Inspektorat Provinsi Banten, Ratu Syafitri Muhayati, dengan tegas menegaskan bahwa pihaknya akan segera memanggil Direktur RSUD Banten, dr. Danang Hamsah Nugroho, M.Kes., terkait indikasi kuat adanya konspirasi dalam proyek ini.

Aroma Konspirasi yang Mencurigakan di Proyek RSUD Banten

Penguatan dugaan korupsi ini bukan hanya sekadar asumsi. Syafitri mengungkapkan bahwa pemanggilan dr. Danang hanyalah langkah awal. Inspektorat Provinsi Banten juga akan segera menurunkan tim audit untuk mendalami kasus yang diduga melibatkan pembiayaan ganda tersebut. Langkah ini dilakukan sebagai tanggapan atas laporan masyarakat.

“Kami berterima kasih atas informasi yang telah disampaikan. Ini menunjukkan adanya aduan masyarakat yang serius. Kami akan segera menindaklanjutinya sesuai SOP yang berlaku,” ujar Syafitri saat diwawancarai di Kantor Inspektorat Banten di KP3B, Curug, Kota Serang, Kamis (05/09/2024).

Pemalsuan Anggaran dan Fakta Mengejutkan di Lapangan

Proyek pembangunan Bunker Radioterapi RSUD Banten diduga menjadi ladang korupsi dengan modus anggaran ganda. Berdasarkan data dari Sistem Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) Provinsi Banten, terdapat dua alokasi dana mencurigakan untuk proyek ini, yaitu Rp 14,45 miliar dari BLUD TA 2024 dan Rp 5,225 miliar dari APBD TA 2024. Totalnya mencapai hampir Rp 20 miliar.

Namun, temuan di lapangan justru menunjukkan adanya kejanggalan. Informasi di papan proyek mencatat nilai kontrak sebesar Rp 13,07 miliar, namun tiba-tiba menyusut drastis menjadi Rp 4,95 miliar dengan alasan yang tidak jelas.

Diamnya Direktur RSUD dan Upaya Lobi Media

Sikap Direktur RSUD Banten, dr. Danang Hamsah Nugroho, yang memilih bungkam semakin memperkuat kecurigaan publik. Hingga berita ini dimuat, tidak ada tanggapan resmi darinya. Lebih mengejutkan lagi, pihak kontraktor justru berusaha melobi wartawan agar berhenti mempublikasikan temuan-temuan terkait proyek ini.

Kasus ini menjadi sorotan tajam masyarakat dan pihak berwenang. Apakah ini awal terbongkarnya skandal besar yang bisa mengguncang dunia kesehatan Banten? (S. Manahan T)

Share :

Baca Juga

Jelang Nataru, Polres Lebak Adakan Latihan Pra Ops Lilin Maung 2022 di Aula Sanika Satyawada
Polsek Majalaya Adakan Car Free Night Vol 3, Eundeurkeun
Siaran Pers Kodim 0807 Tulungagung Tulungagung, Oknum Anggota Koramil Pakel Terlibat Pembobolan Minimarket di Tulungagung
Penyaluran BLT DD ke 32 KPM tahun 2023 oleh Pemerintah Desa Kresikan
Danramil, Camat dan TTKKBI Datangi Polsek Malingping Ucapkan HUT Bhayangkara ke-78
Terabaikan! Minimnya Perhatian Pemkab Humbahas terhadap Warisan Pahlawan Nasional Raja Sisingamangaraja XII

Maluku

Polda Maluku  bubarkan Konsentrasi Massa Antar Pemuda di Kawasan Jembatan Jodoh, Kabid Humas Imbau Warga Tidak Terprovokasi
Rangkap Jabatan Anggota Fraksi PKS DPRD Kota Cimahi Siap Mundur

Contact Us