Kab Serang, Suararepubliknews.com– Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan mewarnai peringatan momen bersejarah bagi Kementerian Agama di Kabupaten Serang.
Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mancak memimpin langsung pelaksanaan kegiatan Hari Amal Bakti Kemenag Republik Indonesia yang ke-80 dengan pendekatan yang unik dan menyentuh langsung kebutuhan sosial masyarakat.

Kegiatan yang dipusatkan di Kampung Pasir Gadung, Desa Sangiang, RT 02 RW 01, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang, Banten ini berlangsung dengan penuh khidmat pada Senin, 15 November 2025.
Masyarakat setempat menyambut antusias agenda “Kampanye Ekoteologi & Ramah Rumah Ibadah” yang menjadi sorotan utama dalam rangkaian perayaan tahun ini.
Acara ini tidak hanya sekadar seremonial, melainkan menjadi wadah nyata sinergi antara ulama dan umara.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala KUA Kecamatan Mancak, H. Awi Salwi, S.Ag., M.Pd, yang didampingi oleh Ahmad Darajat, S.H. selaku Penghulu, serta Sam’un, S.Pd.I sebagai Penyuluh Agama.
Turut serta jajaran staf KUA, yakni Falah Suhandi, Furqon, dan Maksum yang bahu-membahu bersama tokoh masyarakat, alim ulama, serta jajaran RT/RW setempat.
Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk mempererat tali silaturahmi, membaur bersama masyarakat agar hubungan antara instansi pemerintah dan warga menjadi lebih akrab dan harmonis.
Fokus utama kegiatan diisi dengan aksi bersih-bersih di Masjid Jami Alhidayah, sebagai simbolisasi kecintaan umat terhadap tempat ibadah yang suci dan nyaman.
Mengusung Semangat Ekoteologi dalam Beragama
Dalam wawancara eksklusif di lokasi kegiatan, Kepala KUA Kecamatan Mancak, H. Awi Salwi, menjelaskan bahwa peringatan Hari Amal Bakti Kemenag kali ini membawa pesan mendalam melalui konsep ekoteologi.
Beliau menekankan bahwa agama memiliki peran sentral dalam menjaga keseimbangan alam, bukan hanya mengatur hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga manusia dengan lingkungannya.
Menurutnya, menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan adalah bagian tak terpisahkan dari manifestasi iman seorang muslim yang taat.
Gerakan ini diharapkan mampu menjadi pemicu kesadaran kolektif masyarakat Banten, khususnya di wilayah Mancak, untuk lebih peduli terhadap isu-isu keberlanjutan lingkungan hidup.
Tujuh Tujuan Mulia Gerakan Lingkungan
Lebih lanjut, H. Awi Salwi memaparkan tujuh tujuan utama dari gerakan yang diusung dalam peringatan ke-80 tahun ini.
Poin pertama adalah mengingatkan kesadaran spiritual, di mana gerakan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang keterkaitan erat antara nilai agama dan pelestarian lingkungan hidup.
Kedua, gerakan ini berfungsi untuk mengedukasi masyarakat mengenai urgensi menjaga alam, serta bagaimana ajaran agama dapat menjadi landasan kuat dalam perilaku ramah lingkungan.
Ketiga, KUA Mancak berupaya mempromosikan etika lingkungan yang berbasis pada ajaran agama, yang mencakup prinsip-prinsip keadilan, kasih sayang, dan rasa tanggung jawab terhadap bumi.
Keempat, kegiatan ini dirancang untuk menginspirasi aksi lingkungan nyata, seperti upaya mengurangi polusi, langkah penghematan energi, hingga menjaga keanekaragaman hayati di sekitar tempat tinggal.
Poin kelima adalah membangun komunikasi yang efektif antarwarga yang peduli lingkungan, didasari oleh kesadaran spiritual yang kokoh.
Keenam, gerakan ini juga bertujuan untuk mengadvokasi kebijakan lingkungan hidup yang lebih baik dan berkelanjutan demi masa depan generasi mendatang.
Terakhir, tujuan ketujuh adalah mengintegrasikan agama dan lingkungan, sehingga nilai-nilai religius dapat menjadi sumber inspirasi dan motivasi utama bagi masyarakat dalam melestarikan alam.
Apresiasi tinggi datang dari warga Kampung Pasir Gadung, Desa Sangiang, yang menilai kegiatan ini sangat positif, berjalan dengan aman, kondusif, dan penuh nilai edukasi.
Langkah KUA Mancak ini membuktikan bahwa Hari Amal Bakti Kemenag bukan sekadar perayaan usia, melainkan momentum pembaharuan komitmen pelayanan umat yang berwawasan lingkungan.
Kehadiran pemerintah di tengah masyarakat melalui kegiatan religius yang produktif seperti ini diharapkan dapat terus memupuk rasa cinta tanah air dan tanggung jawab sosial. (Holid/Yani)










