Lokasi tambang emas ilegal Gunung Botak di wilayah Desa Persiapan Wabsaid petuanan Kaiely kabupaten Buru ,Maluku. Kamis ,26/1/2023.
Namlea ,Suararepubliknews.com-Personil gabungan TNI-Polri bersama Satpol-PP Pemda Buru kembali sisir para penambang liar yang melakukan aktifitas di tambang emas ilegal gunung Botak yang berada di wilayah administrasi desa persiapan Wabsaid petuanan Kaiely kabupaten Buru ,Maluku. Kamis ,26/1/2023.
Dalam penertiban kali ini Kabag OPS Polres Pulau Buru ,AKP Uspril W.Futwembun ,S,Sos.,M.H ,
Memimpin langsung giat penertiban dengan kekuatan berjumlah 255 personel dengan tugas mengosongkan para penambang liar dari lokasi PETI gunung botak dan pemusnahan alat alat kerja milik para penambang.
Giat tersebut sesuai Surat perintah Kapolres Pulau Buru ,Nomor : SPRIN / 30 / OPS .1.3/ 1/2023 , Tanggal ,25 /Januari 2023.
” Ibu Ati dalam keterangannya ketika ditemui media sewaktu meninggalkan gunung botak ,dirinya sangat berharap kepada pak presiden ,Joko Widodo agar tambang ini tidak ditutup tapi dibiarkan kepada kami masyarakat kasihan bisa bekerja guna memenuhi kebutuhan anak anak kami .
Ibu Ati keseharian hanya berdagang kacil-kacilan di gunung menyampaikan dengan penghasilan bisa menutupi kebutuhan biaya sekolah dan biaya kuliah anaknya .
Walaupun hanya berjualan keliling namun Alhamdulillah hasilnya lumayan dan ia sangat kuatir sekali jika Tambang emas hari ini ditertibkan ,jujur beta mau cari uang lagi kemana?.
“Pantauan media ini melaporkan dari lokasi PETI ,Para Penambang berbondong-bondong meninggalkan areal PETI gunung botak dengan berusaha menyelamatkan barang-barang miliknya seperti mesin alkom ,mesin lampu dan lain-lain dengan cara diangkut dengan motor .
” Para penambang meninggalkan areal PETI gunung botak menempuh dua lokasi ,lokasi Anahoni dan lokasi jalur D Desa Wamsait .
“Sebelum aparat gabungan tiba di lokasi para penambang telah mengosongkan areal tambang yang terlihat hanya tenda-tenda biru ,bak-bak rendaman ,mesin dompeng bak-bak penampungan air ,asbuk dompeng dan pipa -pipa dompeng dan talang-talang tembak larut
” Ratusan tenda tenda biru ,serta kolam milik para penambang berhasil di musnahkan dengan cara dibakar oleh para aparat gabungan sedangkan bak rendaman terpalnya dikasih rusak dengan cara dilubangin .Bahkan pemusnahan Bak rendaman milik YN, aparat gabungan menggunakan mesin senso.
“Namun di bekerapa tempat di lokasi PETI gunung botak hampir semua asbuk dompeng dan tembak larut dan bak penampungan air , paralon maupun gabang masih terbentang sana sini tidak musnahkan .
” Kondisi ini terlihat di lokasi tanah merah ,tujuh dompeng yang berjejer di situ diduga milik bos inisial L ,inisial MN , inisial YS,
,Inisial B asal Bali dan Oknum inisial NT serta bos FM.asal Jawa dan bak penampungan air tidak disentuh alias dimusnahkan
” Hal yang sama juga terlihat di gunung batu dan gunung kapur dompeng diduga milik oknum inisial ,AU dan Inisial E areal gunung kapur termasuk bos inisial Wawan asal Sulawesi.
Sementara seorang ibu yang ditemui Korantekad Id-, enggan namanya disebut mengatakan tenda -tenda para penambang jenis kodok-kodok dibakar , termasuk beta punya sementara banyak alat -alat dompeng , tembak larut dan bak rendaman para bos tidak musnahkan .
.keluh ” sumber .
” Terkait penertiban areal PETI gunung botak petuanan Kaiely ,Raja Abdullah Wael kepada media-Selaku raja memberikan apresiasi sebesar- besarnya terhadap Pemda Buru dan Pihak TNI- Kepolisian Polres Pulau Buru yang telah berhasil melaksanakan penertiban dengan lancar dan aman .
Tetapi menurutnya ,bila penertiban dengan tujuan mengamankan kepentingan tertentu maka selaku raja petuanan Kaiely dirinya bersama para tokoh adat petuanan Kaiely akan melakukan penolakan apalagi kepentingan perusahaan terkait IUP ( Ijin usaha pertambangan ) tegas ,” Abdulah Wael di melalui pembicaraan WhatsApp.
Sambungnya ,Saya selaku pribadi dan raja petuanan Kaiely mewakili para tokoh adat dan para bapa Soa mengharapkan sangat kepada pemerintah pusat agar mempercepatkan proses IPR ,Ijin Pertambangan Rakyat agar masyarakat bisa bekerja dengan aman guna mencukupi kebutuhan keseharian mereka apalagi paska Covid-19 .
Tetapi apabila penyisiran kemarin dan seterusnya untuk tujuan tertentu apalagi soal perusahaan ,saya tegaskan ,selaku raja petuanan Kaiely bersama para tokoh dan semua masyarakat petuanan Kaiely akan menolaknya. Ucap ,”Abdullah Wael sangat tegas terdengar tegas disemberang sana .Perkataan menolak disampaikan berulang-ulang kepada media ini-,.
Pasalnya ,setiap rapat yang melibatkan beberapa OPD dan komponen adat dari petuanan Liliali dan Fineleisela yang dilakukan pemda selama ini terkait dengan pertambangan di kabupaden Buru tidak pernah melibatkan Raja Petuanan Kaiely .
dan selaku raja ,saya pertanyakan ada apa ini .Ujar beliau kepada media SuaraRepublikNews.co. ( W )









