JAKARTA, SRN — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bergerak cepat merespons bencana gempa bumi yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Atas perintah langsung Presiden RI Prabowo Subianto.
Kementerian Pertanian bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) mendistribusikan bantuan logistik skala besar guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak terpenuhi.
Langkah darurat ini diambil untuk mengantisipasi krisis pangan di wilayah bencana. Mentan Amran menegaskan bahwa keselamatan dan kecukupan pangan warga yang mengungsi menjadi prioritas utama pemerintah saat ini.
“Bencana boleh meluluhlantakkan infrastruktur, tapi hak rakyat untuk makan tidak boleh terabaikan sekecil apa pun,” ujar Mentan Amran dilokasi pengungsian, (19/8/26).
Pasokan bantuan dilipatgandakan. Guna memastikan distribusi berjalan cepat tanpa terhambat prosedur birokrasi yang kaku, pemerintah memutuskan untuk melipatgandakan pasokan darurat hingga sepuluh kali lipat dari volume normal.
Total sebanyak 6.800 ton beras cadangan pangan pemerintah dialokasikan dan dikirim langsung ke titik-titik terdampak. Wilayah distribusi mencakup sejumlah kabupaten di NTT yang terdampak signifikan, antara lain Flores, Alor, Manggarai, Ngada, hingga Sikka.
“Aturan dan administrasi itu penting, tapi keselamatan nyawa saudara-saudara kita jauh di atas segalanya. Negara hadir utuh bersama warga di Flores, Alor, Manggarai, Ngada, Sikka, dan sekitarnya,” tegas Amran.
Pemerintah terus berkoordinasi dengan otoritas daerah serta aparat keamanan setempat guna memastikan logistik bantuan sampai ke titik pengungsian terisolasi secara tepat waktu. (RED )










